logo       

Re: Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada : msg#00188

Subject: Re: Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada di tangan US & spekulan
> Bung Wit,
Kalau di pikir2 emas kita lebih banyak tambangnya. Di Jateng, Jatim paling
banyak. Thanks. Aristo.

Urusan nilai tukar kalau mau berfikir jernih,
> sebenarnya berkaitan dengan nilai export import.
>
> Jika dollar menjadi lebih mahal dibanding rupiah, yah,
> sebaiknya kita sedikit mengerem nafsu import kita.
> Kecuali kalau setiap tarikan nafas kita harus
> mengkonsumsi barang import semua dan terus menerus
> tanpa putus.... Yah, gimana lagi ? Mungkin bikin
> barang substitusi bukan pilihan menarik bagi
> orang-orang trader yang seperti itu.
>
> BBM naik ? USA beli terus ? Enak yah, USA mencetak
> uang terus untuk ditukar dengan minyak.... Mereka bisa
> mencetak uang terus, karena punya emas, karena sudah
> menjarah emas di seluruh dunia, termasuk tambang di
> negeri kita. Dan USA, melalui perangkat WTO, IMF dan
> World Bank, bikin aturannya seperti itu.
>
> Sementara kita nggak bisa sembarangan mencetak uang,
> karena semua tambang emas kita sudah kita serahkan
> kepada orang asing. Jika demikian, apakah rupiah kita
> suatu saat nanti masih akan laku ditukar dengan BBM ?
>
> Jadi kenapa kita harus mengemis kepada USA, supaya
> jangan melakukan pembelian [menukar kertas dollar
> dengan] BBM, kalau tambang-tambang kita sudah dengan
> suka rela kita kuasakan kepada mereka ?
>
> salam krisis-2005,
>
> witarto,
> [halo Aristo, bagaimana menurut hukum firaun ?... :D
> ...]
>
> --- Firman Carol <firmancarol-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
>
>>
>>
>> Harga Minyak Tak Wajar
>> Pemerintah AS dan Spekulan Berperan Besar
>>
>>
> http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/31/ln/2015471.htm
>>
>>
>>
>>
>> Sydney, Selasa - Harga minyak yang terus-menerus
>> mencapai rekor baru secara nominal merupakan bukti
>> dari keberadaan peran spekulan. Harga dibuat
>> melambung sangat tinggi yang dalam 12 bulan ke depan
>> akan anjlok. Bagai balon yang terlalu menggelembung,
>> harga minyak akan kempis dalam waktu cepat.
>>
>> Hal seperti itu pernah terjadi pada perusahaan yang
>> bergerak di bidang teknologi informasi. Saham-saham
>> perusahaan terus meroket dalam waktu cepat. Lalu
>> pada tahun 2000, saham-saham perusahaan itu tak
>> ubahnya seperti kertas toilet, tak ada harga.
>>
>> Prediksi soal kejatuhan harga minyak itu diutarakan
>> di Sydney, Selasa (30/8), oleh Steve Forbes,
>> penerbit majalah bisnis Forbes.
>>
>> Pada perdagangan Senin lalu harga minyak mentah di
>> New York sempat mencapai level 70,80 dollar per
>> barrel. Hal itu didorong oleh ketakutan saat Badai
>> Katrina menuju Teluk Meksiko di wilayah AS, salah
>> satu lokasi produksi, penyulingan, dan terminal
>> impor minyak AS.
>>
>> Di Singapura, harga minyak mentah kemarin bertengger
>> pada angka 68 dollar AS per barrel. Tetap tinggi
>> atau lewat dua kali lipat dari harga minyak yang
>> tercatat pada Desember 2003, senilai 33 dollar AS
>> per barrel.
>>
>> Menurut Steve Forbes, dilihat dari segi apa pun,
>> harga minyak sekarang ini tidak mencerminkan
>> realitas. Sebelumnya dikatakan, permintaan minyak
>> dari India dan China cukup besar dan berperan
>> menaikkan harga. Namun, Forbes mengatakan faktor itu
>> terlalu kecil untuk mendongkrak harga minyak dari
>> 25-30 dollar AS per barrel menjadi 70 dollar AS per
>> barrel hanya dalam tempo dua setengah tahun.
>>
>> ?Kenaikan harga minyak adalah akibat spekulasi di
>> pasar komoditas,? kata Forbes yang berada di Sydney
>> untuk meluncurkan konferensi bisnis. ?Jujur saja,
>> hampir semua perusahaan Amerika Utara yang bergerak
>> di bidang perdagangan berjangka (hedging fund),
>> melakukan bisnis spekulatif atas harga minyak. Atas
>> kenyataan itu saya mempunyai perkiraan... dalam 12
>> bulan ke depan harga-harga minyak akan jatuh ke
>> level 35-40 dollar AS per barrel. Ada bubble
>> (penggelembungan) yang dahsyat. Akan tetapi, Anda
>> tidak bisa selamanya lari terlalu jauh dari faktor
>> fundamental.?
>>
>> Hedge Fund akan selalu berusaha mendorong kenaikan
>> harga untuk membuat klien untung.
>>
>> Forbes mengatakan, semakin tinggi harga minyak,
>> tingkat kejatuhan juga semakin tinggi serta
>> menghunjam. ?Saya kira harga minyak tidak akan
>> mencapai 100 dollar AS, tetapi jika tercapai juga
>> maka kejatuhan akan lebih spektakuler,? kata Forbes.
>>
>> Berhentilah membeli
>>
>> Ia juga mendesak Pemerintah AS untuk berhenti
>> menambah cadangan minyak strategis (Strategic
>> Petroleum Reserve/ SPR) yang sebesar 700 juta
>> barrel, yang hanya bisa dipakai dalam keadaan
>> darurat. ?Para spekulan kini sudah sadar bahwa pada
>> harga berapa pun Paman Sam terus-menerus melakukan
>> pembelian minyak, bahkan hampir setiap hari.
>> Lemparlah ke pasar terbuka sebagian cadangan itu,
>> maka harga akan turun,? demikian pesan Forbes pada
>> Pemerintah AS, yang didominasi tokoh-tokoh yang
>> terlibat bisnis minyak, seperti Wapres Dick Cheney,
>> Menlu Condoleezza Rice, dan Presiden George W Bush
>> sendiri.
>>
>> Tidak jelas, mengapa Pemerintah AS tidak mau
>> mengeluarkan sebagian cadangan dan terus-menerus
>> membeli. Yang jelas, penjabat Sekjen OPEC Adnan
>> Shihab-Eldin juga mengatakan kenaikan harga minyak
>> melebihi kewajaran, di luar jangkauan permintaan dan
>> pasokan minyak.
>>
>> Dari sekian banyak pernyataan soal kenaikan harga
>> minyak, pernyataan Forbes tergolong yang paling
>> masuk akal. Masalahnya, pihak OPEC sudah sering kali
>> menyatakan bahwa pasokan bukan masalah dan OPEC
>> sudah berkali-kali menaikkan kuota dengan produksi
>> minyak mentah sekitar 28 juta barrel per hari.
>>
>> Tetapi, terus saja harga minyak melejit. Lalu
>> akhir-akhir ini ditiupkan isu permintaan minyak
>> India dan China serta langkanya perusahaan
>> penyulingan minyak. Dua faktor ini juga dinyatakan
>> tidak cukup kuat mendongkrak harga minyak.
>> (AP/AFP/MON)
>>
>>
>>
>>
>> ---------------------------------
>>  Start your day with Yahoo! - make it your home page
>
>
>
>
>
> ____________________________________________________
> Start your day with Yahoo! - make it your home page
> http://www.yahoo.com/r/hs
>
>
> ------
> Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
> POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE
> itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
>
> Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77)
> Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
> Rekg No.025.01.23831.00.8
>
> BCA KCP - Tebet
> Rekg No.092.3000850
>
> BNI Cabang Tebet
> Rekg No.1175 9942
>
> Webnews & Online archive:
> http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
>


------
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE 
itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx

Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77)
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8

BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>