logo       

Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada di tangan: msg#00187

Subject: Nilai Tukar, Re: Harga BBM & Nilai Rupiah: Nasib Indonesia berada di tangan US & spekulan
Urusan nilai tukar kalau mau berfikir jernih,
sebenarnya berkaitan dengan nilai export import.

Jika dollar menjadi lebih mahal dibanding rupiah, yah,
sebaiknya kita sedikit mengerem nafsu import kita.
Kecuali kalau setiap tarikan nafas kita harus
mengkonsumsi barang import semua dan terus menerus
tanpa putus.... Yah, gimana lagi ? Mungkin bikin
barang substitusi bukan pilihan menarik bagi
orang-orang trader yang seperti itu.

BBM naik ? USA beli terus ? Enak yah, USA mencetak
uang terus untuk ditukar dengan minyak.... Mereka bisa
mencetak uang terus, karena punya emas, karena sudah
menjarah emas di seluruh dunia, termasuk tambang di
negeri kita. Dan USA, melalui perangkat WTO, IMF dan
World Bank, bikin aturannya seperti itu.

Sementara kita nggak bisa sembarangan mencetak uang,
karena semua tambang emas kita sudah kita serahkan
kepada orang asing. Jika demikian, apakah rupiah kita
suatu saat nanti masih akan laku ditukar dengan BBM ?

Jadi kenapa kita harus mengemis kepada USA, supaya
jangan melakukan pembelian [menukar kertas dollar
dengan] BBM, kalau tambang-tambang kita sudah dengan
suka rela kita kuasakan kepada mereka ?

salam krisis-2005,

witarto,
[halo Aristo, bagaimana menurut hukum firaun ?... :D
...]

--- Firman Carol <firmancarol-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

>  
> 
> Harga Minyak Tak Wajar 
> Pemerintah AS dan Spekulan Berperan Besar
> 
>
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/31/ln/2015471.htm
> 
> 
> 
> 
> Sydney, Selasa - Harga minyak yang terus-menerus
> mencapai rekor baru secara nominal merupakan bukti
> dari keberadaan peran spekulan. Harga dibuat
> melambung sangat tinggi yang dalam 12 bulan ke depan
> akan anjlok. Bagai balon yang terlalu menggelembung,
> harga minyak akan kempis dalam waktu cepat.
> 
> Hal seperti itu pernah terjadi pada perusahaan yang
> bergerak di bidang teknologi informasi. Saham-saham
> perusahaan terus meroket dalam waktu cepat. Lalu
> pada tahun 2000, saham-saham perusahaan itu tak
> ubahnya seperti kertas toilet, tak ada harga.
> 
> Prediksi soal kejatuhan harga minyak itu diutarakan
> di Sydney, Selasa (30/8), oleh Steve Forbes,
> penerbit majalah bisnis Forbes.
> 
> Pada perdagangan Senin lalu harga minyak mentah di
> New York sempat mencapai level 70,80 dollar per
> barrel. Hal itu didorong oleh ketakutan saat Badai
> Katrina menuju Teluk Meksiko di wilayah AS, salah
> satu lokasi produksi, penyulingan, dan terminal
> impor minyak AS.
> 
> Di Singapura, harga minyak mentah kemarin bertengger
> pada angka 68 dollar AS per barrel. Tetap tinggi
> atau lewat dua kali lipat dari harga minyak yang
> tercatat pada Desember 2003, senilai 33 dollar AS
> per barrel.
> 
> Menurut Steve Forbes, dilihat dari segi apa pun,
> harga minyak sekarang ini tidak mencerminkan
> realitas. Sebelumnya dikatakan, permintaan minyak
> dari India dan China cukup besar dan berperan
> menaikkan harga. Namun, Forbes mengatakan faktor itu
> terlalu kecil untuk mendongkrak harga minyak dari
> 25-30 dollar AS per barrel menjadi 70 dollar AS per
> barrel hanya dalam tempo dua setengah tahun.
> 
> ?Kenaikan harga minyak adalah akibat spekulasi di
> pasar komoditas,? kata Forbes yang berada di Sydney
> untuk meluncurkan konferensi bisnis. ?Jujur saja,
> hampir semua perusahaan Amerika Utara yang bergerak
> di bidang perdagangan berjangka (hedging fund),
> melakukan bisnis spekulatif atas harga minyak. Atas
> kenyataan itu saya mempunyai perkiraan... dalam 12
> bulan ke depan harga-harga minyak akan jatuh ke
> level 35-40 dollar AS per barrel. Ada bubble
> (penggelembungan) yang dahsyat. Akan tetapi, Anda
> tidak bisa selamanya lari terlalu jauh dari faktor
> fundamental.?
> 
> Hedge Fund akan selalu berusaha mendorong kenaikan
> harga untuk membuat klien untung.
> 
> Forbes mengatakan, semakin tinggi harga minyak,
> tingkat kejatuhan juga semakin tinggi serta
> menghunjam. ?Saya kira harga minyak tidak akan
> mencapai 100 dollar AS, tetapi jika tercapai juga
> maka kejatuhan akan lebih spektakuler,? kata Forbes.
> 
> Berhentilah membeli
> 
> Ia juga mendesak Pemerintah AS untuk berhenti
> menambah cadangan minyak strategis (Strategic
> Petroleum Reserve/ SPR) yang sebesar 700 juta
> barrel, yang hanya bisa dipakai dalam keadaan
> darurat. ?Para spekulan kini sudah sadar bahwa pada
> harga berapa pun Paman Sam terus-menerus melakukan
> pembelian minyak, bahkan hampir setiap hari.
> Lemparlah ke pasar terbuka sebagian cadangan itu,
> maka harga akan turun,? demikian pesan Forbes pada
> Pemerintah AS, yang didominasi tokoh-tokoh yang
> terlibat bisnis minyak, seperti Wapres Dick Cheney,
> Menlu Condoleezza Rice, dan Presiden George W Bush
> sendiri.
> 
> Tidak jelas, mengapa Pemerintah AS tidak mau
> mengeluarkan sebagian cadangan dan terus-menerus
> membeli. Yang jelas, penjabat Sekjen OPEC Adnan
> Shihab-Eldin juga mengatakan kenaikan harga minyak
> melebihi kewajaran, di luar jangkauan permintaan dan
> pasokan minyak.
> 
> Dari sekian banyak pernyataan soal kenaikan harga
> minyak, pernyataan Forbes tergolong yang paling
> masuk akal. Masalahnya, pihak OPEC sudah sering kali
> menyatakan bahwa pasokan bukan masalah dan OPEC
> sudah berkali-kali menaikkan kuota dengan produksi
> minyak mentah sekitar 28 juta barrel per hari.
> 
> Tetapi, terus saja harga minyak melejit. Lalu
> akhir-akhir ini ditiupkan isu permintaan minyak
> India dan China serta langkanya perusahaan
> penyulingan minyak. Dua faktor ini juga dinyatakan
> tidak cukup kuat mendongkrak harga minyak.
> (AP/AFP/MON)
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
>  Start your day with Yahoo! - make it your home page




                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 

------  
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE 
itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
 
Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77)
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet  
Rekg No.025.01.23831.00.8 

BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942 

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>