logo       

FW: donating a whole campus - Fw: Don't judge a book by its cover: msg#00164

Subject: FW: donating a whole campus - Fw: Don't judge a book by its cover

 

QUOTATION OF THE DAY


"I told him, `What if I donated a campus to you, lock, stock and barrel? Would you furnish a staff?' At first, he thought it was a joke. No one had ever donated a whole campus before."
RICHARD R. OLIPHANT, of Palm Desert, Calif., on a meeting with a former Cal State chancellor.


 

 

 


----- Original Message -----
Sent
: Tuesday, January 28, 2003 1:44 PM

Subject: Dont Judge a book by its cover


don't judge a book by its cover...

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan suaminya yang
berpakaian sederhana dan terlihat usang, turun dari kereta api di Boston, dan
berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University dan
meminta janji temu. Sang sekretaris langsung mendapat kesan bahwa orang kampung,
udik seperti ini tidak ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak
pantas berada di Cambridge.

"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang Pria lembut.
"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.
"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.

Selama 4 jam Sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi
ternyata tidak, dan sang sekretaris mulai frustrasi dan akhirnya memutuskan
untuk melaporkan kepada sang Pimpinan.

"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan
pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang
sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia tidak menyukai
ada orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya.
Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang
kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini.
Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin
mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini."

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh... dia bahkan terkejut.
"Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap
orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini
akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin
mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung  untuk Harvard."

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju
pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung!
Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami memiliki lebih dari
7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard
senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh
pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk
memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya
mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan
perjalanan ke Palo Alto, California, dimana mereka mendirikan sebuah
Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk
seorang
anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.



<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>