Teman-teman milis itb77, ysh
Saya bukannya sok tahu tentang industri maritim. Saya
temukan pengetahuan itu sebagai hasil sampingan ketika
saya jalan-jalan melakukan need analysis di bidang
Sistem Informasi [sebenarnya esensinya ini cuma untuk
merapikan administrasi suatu instansi, dan kalau bisa
dibantu dengan komputer dan telekomunikasi].
Mirip kata Pak Direktur Batam, tentang wilayah Batam,
di Maluku 92.7 % wilayahnya lautan. Ikannya buaaanyak.
Fee-nya saja bisa menutup APBN NKRI. Ketika saya ke
sana, mereka lebih interes bicara tentang
pendayagunaan potensi laut daripada mau nurut pada
saran saya untuk merapikan administrasi instansinya.
:)
Di Pulau Banda dengan Bandaneiranya ada taman laut.
Di Pulai Kai dengan kota Tual serta Di pulau Yamdena
dengan kota Saumlaki ada pelabuhan ikan, lengkap
dengan budidaya mutiara, seperti juga di pulau Aru
dengan kota Dobo. Koran-koran Ambon sering memuat
potensi itu, dan pemda di Maluku sedang
semangat-semangatnya sampai-sampai gubernurnya
melanglang ke eropa beberapa waktu untuk mempelajari
cara mengelola potensi kelautan itu.
Karena itu, saya merasa sayang, dampak samping dari
need analysis saya terbuang begitu saja. Karena itu
saya lempar symptom-symptomnya ke milis itb-77
beberapa waktu lalu, agar teman-teman yang memang
punya minat bisa melanjutkannya sesuai kompetensi yang
lebih tepat.
Masih banyak yang bisa kita urus di negeri ini.
Sayangnya, di sisi lain, yang sudah diurusi, terlalu
banyak yang ikut mengurus. Jadi kurang seimbang dan
merata. Mungkin, jika kita mampu memeratakan potensi
kita, kasus Ambalat, busung lapar, dan kasus-kasus
lain bisa tersentuh oleh sedikit kontribusi kita. Yah,
itung-itung ikutan amal untuk ikut memelihara warisan
yang bernama NKRI. Ya, toh...
salam,
witarto, M-15
[T-nya lupa, pokoknya dulu saya pernah satu kelas
dengan Holland, yang sudah jadi orang Vietnam]
catatan:
--------
Gubernur Maluku menunjuk Pulau Kambing dan Pulau Wetar
yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, sedangkan
kawasan Pulau karang pada bagian Selatan Tabimbar di
Kabupaten MTB mulai dilirik Australia.
"Tidak bisa dipungkiri, saat ini laut Maluku telah
menjadi incaran pencurian oleh nelayan-nelayan asing,
yang memburu ikan, udang dan sumber daya hayati laut
lainnya. Bahkan nelayan tradisonal sering "tergusur"
wilayah operasionalnya maupun dikejar-kejar kapal
nelayan asing," kata Ir.Titaley (Kepala Dinas
Pariwisata Pemda Maluku).
http://www.indonesia.nl/articles.php?rank=11&art_cat_id=46&status=archive
--- Koko Mulyohandoko <mulyokk-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
> Pak Direktur,
>
> Industri maritim Indonesia mundur sekali sejak tahun
> 80-an. Beberapa sentra konstruksi kapal swasta
> tumbang satu-persatu, misalnya Bagan Siapiapi,
> Bitung, dsb. Kebijakan pemerintah mengijinkan kapal
> ikan asing, mutu dan pengadaan material memang ikut
> berperan. Tapi yang juga saya dengar dari orang2
> kapal di Sabah dan Serawak, mutu tenaga kerja
> Indonesia dibidang ini (buruh) dianggap kurang
> profesional dibandingkan buruh dari negara pemasok
> buruh lain (India, Myanmar, Filipina, China).
>
> Sepengetahuan saya, sekarang ini yang masih rada
> aktif tinggal galangan pemerintah PT PAL Kodja
> Bahari, dan pabrik kapal alum/fiber di beberapa
> lokasi, diantaranya Batam & T. Pinang.
>
> Sementara itu kegiatan shipbuilding di Singapura dan
> Malaysia booming sejak 1996 sampe sekarang, karena
> mereka mampu memproduksi kapal dengan std tinggi
> untuk diekspor ke Timur Tengah, Eropa dan negara
> Asean, termasuk Indonesia. Ironis, tapi nyata.
>
> Mudah2an dengan makin banyak inisiatif pemerintah
> baik dibidang pendidikan maupun komersial ditunjang
> tokoh ekonomi dan policy-maker kita, sehingga
> kegiatan kelautan Indonesia bisa bangkit.
>
> Saya kebetulan sempat 10 tahun jualan mesin kapal,
> dan baru baru ini pindah kerjaan jualan mesin untuk
> aplikasi migas.
>
> Kapan kita ngumpul di Batam? Sambil nyangkul kita
> bisa ngopi dan ngobrol tentang mesin kapal atau
> FPSO....ditunggu ya.
>
> Koko
>
> Direktur Politeknik Batam
> <direktur-iF0o4JHHd/9usROBevNIwNh+xg5fRAWG@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
> Terima kasih,
> semoga bisa diajak kerja sama untuk penyelenggaraan
> pendidikan kelautan,
> program baru, di Poltek Batam yg berada di provinsi
> baru, Kepulauan Riau,
> dengan 90 % lebih wilayahnya berupa laut.
>
> eko
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
------
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE
itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77)
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|