logo       

Lulusan perguruan tinggi Indonesia di Malaysia: msg#00146

Subject: Lulusan perguruan tinggi Indonesia di Malaysia
Saya punya data yang lain.

Teman-teman S2 saya banyak yang terpakai, dan langsung
menduduki posisi kunci di perguruan tinggi di
Malaysia.  Salah satunya baru saja diangkat jadi
Pembantu Dekan di sana, setelah sekitar tiga tahun
jadi Kajur. Yang lain, ada yang diminta mengelola
jurusan baru. Mereka katanya masih banyak membutuhkan
lulusan ITB. Apalagi yang pernah kerja di PT DI atau
IPTN. Kenapa mereka nggak mesan ke UKM atau USM saja ?

Di pertengahan Juli 2005 kemarin, sebenarnya saya juga
ditawari ke sana. Namun karena full-time, sayanya yang
udah nggak minat lagi. Enakan jadi free-lance di
negeri sendiri. Salah satu ketertarikan mereka kepada
kuli seperti saya, adalah pengalaman lapangan saya.
Dosen merangkap "proyektor" itu langka di sana. Mereka
sangat membutuhkan tenaga seperti itu. :D))

Di UNPAD, dari kemaren hingga saat ini, Fakultas
Kedokterannya masih kebanjiran mahasiswa dan mahasiswi
dari Malaysia. Padahal kita tahu, UI, UGM dan UNAIR
kualitas lulusan Fakultas Kedokterannya masih di atas
UNPAD.

Jadi, bagaimana dari satu symptom Anda lalu
berkesimpulan demikian ?

Pola perguruan tinggi mereka masih seperti pola
perguruan di Indonesia, di jaman kita kuliah dulu.
University sebutan untuk universitas negeri, seperti
ITB, UGM atau UNAIR, masih jadi rujukan perguruan
tinggi lain di Malaysia. Kalau ada kata Kolej, itu
artinya sebutan untuk perguruan tinggi swasta, dan
belum percaya diri, walau fasilitasnya sudah lumayan
lengkap. Kalau Kolej University artinya Universitas
swasta. 

Biasanya ada warganegara yang menyumbangkan tanah
wakaf untuk Kolej atau Kolej University itu. Karena
itu nama penyumbang wakaf itu biasanya digunakan
sebagai nama  lembaga Kolej atau Kolej University itu.
Dan biasanya karena ada kata University, artinya masih
banyak mendapat fasilitas dari pemerintah, walau
swasta.

Di Indonesia sudah ada BAN, Badan Akreditasi untuk
mengevaluasi perguruan tinggi. Walau perguruan tinggi
terkemuka di Indonesia pada ogah-ogahan ikut BAN,
namun pengaruhnya cukup terasa di mata masyarakat. Dan
universitas swasta semacam tempatnya Djasli
[Trisakti], Tarumanegara, atau UNPAR, Satyawacana
kemudian belakangan Maranatha dan Itenas, kehadirannya
sudah punya pengaruh tersendiri di masyarakat kita
bahkan untuk kawasan regional. Padahal BAN itu baru
mengurusi masalah administrasi dari suatu perguruan
tinggi, belum kualitas karyanya.

Menurut saya, perankingan itu tergantung sponsornya.
Bukan karena kita dikalahkan, tapi pesan sponsornya
itu tentu ada "sedikit" maunya. Biasalah, orang
dagang... penginnya sumberdaya dari negeri lain, yang
rankingnya "direndahkan" akan dibayar semurah
mungkin... walau lebih berkualitas...

Dan jangan salah, kebanyakan warga negara Malaysia
yang maju adalah warga keturunan [India, Chinese]. Itu
kata Pak Kambri [jurusan Astronomi angkatan di atas
kita], yang baru saja menyelesaikan kontrak mengajar
di sana. Orang Melayu aslinya, dan ini mayoritas, sami
mawon malesnya..... dengan kita.... Swear, beliau
berkata begitu ketika saya ketemu di Gambar setahun
yang lalu, ketika beliau mudik lebaran.

Jadi, kalau mau ngukur kualitas suatu perguruan
tinggi, jangan hanya dilihat fasilitasnya saja, tapi
bisa merujuk pada kriteria Havard atau Stanford, yaitu
berapa besar gaji yang diterima oleh suatu fresh
graduate dari perguruan tinggi itu... Atau bisa juga
merujuk level jabatan yang diterima oleh alumninya.
ITB [Soekarno, Habibie], UNPAD [Megawati], pesantren
[Gus Dur] dan IPB [SBY] sudah menyumbang alumni untuk
jadi presiden suatu  negeri dengan lebih dari 200 juta
penduduk.... Nah, pertanyaannya, apakah alumni UKM
atau USM sudah ada yang jadi presiden Indonesia ??? :D

salam,

witarto

--- oku-Hlp6NBfSoRe8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx wrote:

> >Bung Wit,
> Beberapa tahun lalu (1 dekade an) orang Malaysia
> kalau ikut ujian
> sertifikasi drilling banyak yang ngedet. Tapi
> sekarang mereka banyak yang
> ranking atas, orang kita banyak yang ngedet. Saya
> sendiri yang alami ikut
> sertifikasi bersama mrk. Dulu mrk tak banyak omong
> tapi saat ini mrk
> sangat percaya diri dan sangat go internasional.
> Jadi perguruan tinggi
> kita kwalitasnya sudah bergeser kebawah. Thanks.
> Aristo.
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

------  
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE 
itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
 
Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77)
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet  
Rekg No.025.01.23831.00.8 

BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942 

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>