Please take our Survey
logo       

Choosing A Webhost:
A web hosting service is a type of Internet hosting service that allows individuals and organizations to provide their own website accessible via the World Wide Web. Web hosts are companies that provide space on a server they own for use by their clients as well as providing Internet connectivity, typically in a data center. Web hosts can also provide data center space and connectivity to the Internet for servers they do not own to be located in their data center, called colocation. more...

Re: FW: Speechless.......: msg#00063

Subject: Re: FW: Speechless.......

Bandingkan dengan tanggapan orang asing, Portugal, atas nasib yang dialami Martunis.

Kalau saja Supriono mengenakan seragam Manchester United mungkin kita agak bisa tersenyum sambil walaupun malu.

Pejabat ditampar? Kalau mukanya terbuat dari kulit dan daging; semoga bukan dari tembok.

Semoga Pak SBY dapat mengendalikan para pembantunya, Pak Agung menggerakkan dewan yang terhormat dan Pak Hidayat mengatur para penyelenggara negara untuk memikirkan rakyat yang semakin menderita.

Solomon P./M05 TF


On Fri, 10 Jun 2005 14:00:12 +0700 (WIT)
 direktur-kMm2Kz2lvcbBIjEfJda/CA@xxxxxxxxxxxxxxxx wrote:
Kenapa kita alumni tidak menyisihkan dan /tambahan sumbangan untuk kita
salurkan untuk hal2 seperti ini?

Kasus ini sudah menunjukkan rendahnya kemampuan dan kepedulian pemerintah. Harusnya alumni kita yang ada di eksekutif dan legislatif berbuat lebih
banyak dan jauh lebih baik lagi.
Tragiskan kalau dibandingkan dengan bagi-bagi bonus di PLN, perusahaan
masih rugi dan dikendalikan para alumni lagi.

eko


        -----Original Message-----
From: Satya, Kamayanti [mailto:satya.kamayanti-FQq2pSSrIFTQT0dZR+AlfA@xxxxxxxxxxxxxxxx]
        Sent: Wednesday, June 08, 2005 1:19 PM
        To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
        Subject: [itb77] FW: Speechless.......




        sedemikian parahkah kita ini?

        > > Salemba, Warta Kota
        > >
        > > PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya
        > harus menggendong
        > > mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah.
        > >
        > >
        > > Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta?
        > Bogor pun geger
        > > Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang
        > pemulung bernama Supriono
        > > (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa
        > (3 thn). Supriono
        > > akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor
        > dengan menggunakan
        > > jasa KRL. Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa
        > turun dari kereta,
        > > lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si
        > anak adalah korban
        > > kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono
        > mengatakan si anak tewas
        > > karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung
        > percaya dan memaksa
        > > Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk
        > diautopsi.
        > >
> > Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah
        > empat hari
        > > terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa
        > untuk berobat ke
        > > Puskesmas Kecamatan Setiabudi. "Saya hanya sekali
        > bawa Khaerunisa ke
        > > puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya
        > lagi ke puskesmas,
        > > meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung
        > kardus, gelas dan botol
        > > plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per
        > hari". Ujar bapak 2
        > > anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel
        > KA di Cikini itu.
        > > Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh
        > dengan sendirinya. Selama
        > > sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan
        > kakaknya, Muriski
        > > Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai
        > hingga Salemba, meski
        > > hanya terbaring digerobak ayahnya.
        > >
        > > Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya
        > Khaerunisa
        > > menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6)
        > pukul 07.00.
        > > Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan
        > terbaring di dalam
        > > gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang
        > bau. Tak ada
        > > siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya.
        > Supriono dan Muriski
        > > termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak
        > mungkin cukup beli kain
        > > kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak,
        > apalagi sampai harus
        > > menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di
        > gerobak. Supriono
        > > mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak
        > berisikan mayat itu dari
        > > Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat
        > menguburkan anaknya
> > di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap di
        > sana mendapatkan
        > > bantuan dari sesama pemulung.
        > >
        > >
> > Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba
        > di Stasiun Tebet.
        > > Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian
        > dipakai membungkus
> > jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu
        > dibiarkan terbuka,
> > biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap
        > Sang Khalik. Dengan
        > > menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono
        > menggendong
        > > Khaerunisa menuju stasiun. Ketika KRL jurusan Bogor
        > datang, tiba-tiba
> > seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan
        > anaknya. Lalu
        > > dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah
        > meninggal dan akan dibawa
        > > ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar
        > penjelasan Supriono
        > > langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke
        > kantor polisi Tebet.
        > > Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke
        > RSCM dengan menumpang
        > > ambulans hitam.
        > >
        > >
        > > Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa
        > segera dimakamkan. Tapi
> > dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan
        > surat permintaan
> > pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa
        > yang terbujur kaku.
        > > Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum
        > mengerti kalau adiknya
        > > telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali
        > memegang tubuh
        > > adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM
        > mengeluarkan surat tersebut,
        > > lagi-lagi Karen atidak punya uang untuk menyewa
        > ambulans, Supriono harus
        > > berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan
        > kain sarung sambil
        > > menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba
        > memberikan uang
        > > sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para
        > pedagang di RSCM juga
        > > memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono
        > dan Muriski di
        > > perjalanan.
        > >
        > >
        > > Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita
        > ini dan mengaku
        > > benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat
        > tragis tersebut karena
        > > masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah
        > tidak lagi perduli
        > > terhadap sesama. "Peristiwa itu adalah dosa
        > masyarakat yang seharusnya
        > > kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah
        > Khaerunisa. Jangan bilang
        > > keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau
        > bahkan tempat tinggal
        > > dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk
        > bangsa Indonesia",
        > > ujarnya.
        > >
        > >
        > > Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz,
        > mengatakan peristiwa
        > > itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah
        > memberikan pelayanan
        > > kesehatan bagi orang yang tidak mampu. Yang terjadi
        > selama ini,
        > > pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak
        > mengurusi orang miskin kata
        > > Wardah.
        > >

Note: This email has been scanned by Indosat VirusWall Systems




Note: This email has been scanned by Indosat VirusWall Systems



------ Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx

Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77)
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id


========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa 
Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN 
(467826)
========================================================================================

------ Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
POSTING DG SIZE LEBIH DARI 250 KB HARAP CC-KAN KE 
itb77-moderators-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx

Yayasan Bhakti Ganesha (Yayasan ITB-77)
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

Recently Viewed:
qnx.openqnx.dev...    gcc.libstdc++.c...    solaris.opensol...    information-ret...    misc.misterhous...    web.catalyst.ge...    apache.webservi...    redhat.release....    hardware.lirc/2...    kernel.autofs/2...    technology.sust...    linux.vdr/2003-...    editors.lyx.gen...    org.user-groups...    netbsd.devel.pk...    xdg.devel/2004-...    version-control...    jakarta.slide.d...    debian.packages...    creativecommons...    ports.ppc.embed...    bug-tracking.bu...   
Home | blog view | USPTO Patent Archive | advertise | OSDir is an inevitable website. super tiny logo

Free Magazines

Cisco News
Receive a free quarterly e-newsletter with exclusive articles on how Cisco IT uses its own products and solutions to enable the business.
subscribe

Systems Management News, the newspaper for IT systems administration and data center managers! Each issue of Systems Management News is chock-full of news and analysis to help you understand what's happening in your field.
subscribe

The Enterprise Newsweekly eWeek is the essential technology information source for builders of e-business.
subscribe

Oracle Magazine Oracle Magazine contains technology strategy articles, sample code, tips, Oracle and partner news, how to articles for developers and DBAs, and more. Oracle (NASDAQ: ORCL) is the world's largest enterprise software company.
subscribe

Total Telecom Total Telecom is "The Economist of the communications industry".
subscribe