> Kayak zaman Abu Nawas aja. Thanks. Aristo.
Messageha.....ha......ha..............ha...........ternyata kita
> dikadalin!!
> ----- Original Message -----
> From: Agus Prabowo
> To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
> Sent: Tuesday, April 19, 2005 9:58 PM
> Subject: [itb77] Re: Kisah lanjutan proyek rekonstruksi Aceh
>
>
> Rekans 77,
>
> Cerita Hengki belum lengkap.
> Setelah US Fleet meninggalkan Aceh, Pemerintah Amerika akan lapor ke
> Senate/Congress-nya: 'look, we gave technical-assistance to Indonesia
> US$300 million'.
> Selanjutnya Senate/Congress akan mencatat bahwa Indonesia telah menerima
> bantuan senilai itu, dan akan diingat-ingatnya terus (bahkan
> diakumulasikan dengan bantuan sejenis yang pernah ada sebelumnya).
> Itulah politik bantuan asing. Apa boleh buat, kita tetap perlu bilang
> terima kasih.
> Setahu saya, dalam situasi semacam ini, hanya ada satu negara yang
> memberikan bantuan berupa technical-assistance sekaligus grant (dana
> hibah yang benar-benar ditransfer ke rekening pemerintah Indonesia),
> yaitu Jepang.
> Bantuan dari negara-negara lainnya..... ya berupa technical-assistance
> itu!
>
> Salam,
> Uwo (AR'77)
>
> ----- Original Message -----
> From: Triharyo soesilo
> To: itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
> Sent: Tuesday, April 19, 2005 7:09 PM
> Subject: [itb77] Kisah lanjutan proyek rekonstruksi Aceh
>
>
> Rekans 77
>
> Saya berhutang kepada rekan2 ITB 77 seperti Nurhasan, Aza, Djasli dll
> tentang cerita tindak-lanjut kami untuk menangani proyek rekonstruksi
> Aceh. Inilah kisah lanjutan kami setelah ikut operasi
> "tanggap-darurat" (relief operation). Kisah ini sifatnya hanya
> "sharing" saja kepada rekan2 yang mungkin berminat membacanya.....it
> is a true and interesting experience.
>
> Di Bulan Januari 2005, perusahaan kami mendapat permintaan dari sebuah
> perusahaan Amerika (Shaw group) untuk membantu pelaksanaan proyek
> rekonstruksi Aceh dengan menggunakan dana Amerika melalui USAID.
> Menurut informasi, Amerika akan membantu dana sekitar US $ 300 juta
> melalui USAID untuk proyek rekonstruksi Aceh. Tujuan saya adalah
> mencari cara supaya dana tersebut bisa "cair" untuk membangun Aceh.
> Saya mendapat informasi bahwa pada berbagai bencana di seluruh dunia,
> dana yang telah dijanjikan oleh para negara maju, umumnya tidak jadi
> "turun" karena birokrasi dan juga perhatian dunia sudah berpindah.
> Saya merasa sayang kalau bantuan tersebut tidak bisa dicairkan karena
> birokrasi di Indonesia ataupun kelambatan pihak pengusaha di
> Indonesia.
>
> Setelah dibantu oleh banyak rekan2 di pemerintahan, LSM dll, seperti
> Uwo, Pungki dll, team kami (gabungan spesialis dari Indonesia &
> Amerika) dapat bertukar pikiran dengan pak yusuf kalla,.pak alwi
> shihab, bu Sri mulyani, team bakornas Aceh dll. Sehingga setelah 1.5
> bulan, akhirnya kita dapat menyusun proposal ke USAID dan American
> embassy dalam rangka pencairan dana US $ 300 juta tersebut. Kita
> menyatakan siap untuk ikut tender pelaksanaan proyek rekonstruks Aceh
> dengan dana tersebut.
>
> ......namun setelah menyelesaikan proposal, team kami sangat surprise
> setelah pihak American embassy menceritakan bahwa dana US $ 300 juta
> dari pemerintah Amerika serikat dinyatakan sudah hampir habis
> terpakai. Saya terkejut dan tanya untuk apa dana tersebut. Menurut
> pihak embassy untuk pengoperasian kapal induk USS Abraham lincoln dan
> operasi relief operation tentara Amerika. Saya tanya lagi, bagaimana
> menghitungnya. Rupanya setiap hari USS Abraham lincoln memerlukan dana
> sekitar US $ 3 juta. Jadi selama 90 hari dana yang dikeluarkan adalah
> 90 x US $ 3 juta/hari = $ 270 juta......habis !!!. Wah, saya pikir2
> sayang banget biaya US $ 3 juta/hari hanya untuk membawa kotak
> supermie pakai helikopter.
>
> Anyway, team kami masih belum menyerah dan sedang berusaha mencari
> cara agar dana dari luar negeri bisa mengalir ke Aceh bagi yang betul2
> memerlukannya. Setelah mendalami kegiatan2 sosial seperti ini, saya
> semakin hari semakin respek dengan para relawan2 yang terus menerus
> tanpa pamrih turun ke daerah2 yang masih hancur dan membantu
> masyarakat Aceh sebisa mereka. Mereka bekerja tanpa pamrih dan jauh
> dari sorotan televisi ataupun liputan media massa yang telah lama
> menghilang.
>
> Sekian kisah "hutang" saya kepada rekan2 ITB 77
>
> Triharyo Soesilo (Hengki)
> Phone : 062-21-7988700 ext 100 Mobile : +62811141046
> Fax office : +622179180912 Fax home : +62213926028
>
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|