Ada yang bilang, opini publik sedang digiring ke arah
kasus penyuapan 300 juta. Bukannya ke arah audit KPU.
salam,
--- Djasli Djamarus <djasli-p039PKDZXssOR/NpuP8sUA@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
> Dari seorang teman Kyiai EL75 di Makassar
>
> Salam
> DD
>
> Rhiza S. Sadjad wrote:
> > Salam dari Makassar !
> >
> > Kasus MWK vs. Khairansyah, atau kasus "cinta
> > segitiga" KPU-KPK-BPK (banyak orang terbalik-
> > balik menyebut ketiga lembaga negara ini, termasuk
> > koran lokal di Makassar suka salah-salah
> juga......)
> > terus menggelinding bak bola salju, dari kecil
> > menyangkut dua orang itu, sekarang sudah
> > meliputi khalayak yang lebih besar.............,
> > barusan di TV dilaporkan bahwa rekanan-rekanan
> > KPU yang men-supply logistik terkait sedang
> > diperiksa oleh KPK.
> >
> > Saya membayangkan bahwa proyek "raksasa"
> > PEMILU 2004 bagi kebanyakan kaum tikus, kecoa,
> > bahkan semut-semut di negeri ini bagaikan
> > ibaratnya pesta makan sepotong keju besar
> > beramai-ramai. Bagi mereka, PEMILU 2004
> > bukanlah suatu peristiwa untuk "menegakkan
> > demokrasi" atau segala macam jargon lainnya,
> > melainkan suatu kesempatan emas untuk mengais
> > rejeki, dan mendapat sepotong keju yang besar.
> > Dan di KPU-lah potongan keju besar itu berada.
> > Sayangnya, tidak terlalu mudah untuk kaum
> > tikus, kecoa dan semut-semut ini mencari
> > jatah potongan keju mereka, karena tidak seperti
> > tempat-tempat lain di negeri ini, KPU dijaga oleh
> > kucing-kucing manis, lugu dan polos, tidak punya
> > pengalaman panjang berhubungan dengan kaum
> > tikus, kecoa dan semut-semut ..........
> >
> > Tapi kaum tikus, kecoa dan semut-semut ini sudah
> > berpengalaman 30 tahun-an lebih dalam urusan
> > potong-memotong keratan-keratan keju di negeri
> > ini, makanya kalo' cuma menghadapi kucing-kucing
> > manis saja sih, ah, keciiil .....! Mungkin saja
> kucing-
> > kucing manis ini juga doyan keju, kalo' demikian,
> > maka gampanglah urusannya. Kasih saja mereka
> > bagian "komisi" (sesuai namanya KPU, KOMISI !),
> > dengan dalih apa saja. Tapi kalo' tokh para kucing
> > manis ini tidak doyan keju, yah, cari jalan
> lain-lah......
> > misalnya dengan dibuat kepepet waktu, kepepet
> > dana, kepepet segala macam ........ sampai
> akhirnya
> > mereka terpaksa makan keju juga, atau kelihatan
> > seperti yang ikutan makan keju ....... seperti
> itulah,
> > maklumlah kaum tikus, kecoa dan semut-semut ini
> > sudah pengalaman lebih 30-an tahun dalam urusan
> > pesta keju seperti itu ........... Pendeknya semua
> > akan kebagian, semua happy, life goes on, right
> > or wrong, ain't matter .....
> >
> > Setelah pesta keju berlalu, tikus-tikus,
> kecoa-kecoa,
> > semut-semut sudah pada kenyang, kucing-kucing
> > manis sudah tidur nyenyak, eh, lhadalah, kok ada
> > anjing herder, anjing bulldog, segala macam anjing
> > menyalak kesana-kemari, berisik mempersoalkan
> > pesta keju yang sudah berlalu itu, kok begini kok
> > begitu .......... Misalnya, ada potongan keju
> bernama
> > "pengadaan kotak suara". Misalnya saja ada
> pemesanan
> > 10.000 kotak. Ternyata biayanya, katakan saja,
> untuk
> > 10.000 kotak itu dilaporkan oleh kucing manis
> > sejumlah 10M. Berarti 1 kotak 'kan harganya
> rata-rata
> > 1 juta rupiah. Langsung anjing herder "mendelik",
> masa'
> > harga 1 kotak sampai 1 juta begitu? Lha kalo'
> dibeli
> > dengan harga 50 ribu aja penjualnya sudah untung
> > besar, lha kok 1 juta? Lantas siapa yang makan
> potongan
> > besar "keju kotak suara" ini? Ke mana larinya
> uang?
> > Kucing manis berkilah, lha 'kan pesennya tidak
> cuma
> > 1 kotak, melainkan banyak sekali sampai 10.000,
> jadi lebih
> > susah, makanya jauh lebih mahal.........Lho,
> bukankah
> > biasanya harga barang semakin murah kalo' pesenan
> > semakin banyak??? Ya, tapi 'kan ini kepepet waktu,
> > jadi "emergency" ......Nah, lho, kok bisa kekepet
> waktu?
> > 'Kan sudah ditahu jauh sebelumnya kapan akan ada
> > PEMILU? Wah, anjing-anjing herder mulai makin
> > keras menyalak, bahkan panggil anjing bulldog,
> anjing
> > poodle, dan segala macam anjing lainnya
> ...........
> >
> > Syahdan, konon, biasanya, menurut track record
> > para anjing dan menurut tradisi yang berlaku di
> negerinya
> > kaum tikus, kecoa dan semut-semut ini, jika
> anjing-
> > anjing mulai "ribut" dan "rewel" seperti itu,
> artinya mereka
> > minta dikasih tulang, atau sisa-sisa keratan keju
> yang
> > ndak sempat dimakan rame-rame oleh para tikus,
> kecoa
> > dan semut-semut. Biasanya memang begitu, nanti
> kalo'
> > sudah "kenyang" pun para anjing itu akan diem dan
> > pergi dari situ........... Tapi kok ya ndilalah
> kersa ning
> > Allah, ternyata anjing poodle yang kelihatan manis
> ini
> > kok ya tidak suka tulang atau pun keratan-keratan
> keju,
> > bahkan lapor sama anjing herder yang baru saja
> kemarin
> > bertugas (jadi mungkin belom tahu enaknya keju
> atau
> > tulang, yah, atau pura-pura nggak tahu???) bahwa
> ada
> > kucing manis yang akan membawa sekerat kecil keju
> > untuknya, sebagai "hadiah" agar si anjing poodle
> menyalak
> > dengan "manis" ...........! Maka terjadilah apa
> yang sudah
> > terjadi, si kucing manis "tertangkap basah"
> memberikan
> > sekerat keju pada sang poodle.......!
> >
> > Tapi bagaimana dengan pesta keju para tikus, kecoa
> dan
> > semut-semut? Apakah akan terus diusut sampai semua
> > dibasmi habis? Selanjutnya akan timbul pertanyaan
> > sangat penting: kalo' kucing-kucing manis KPU
> telah
> > ber-partisipasi langsung dalam "me-manipulasi"
> harga
> > kotak suara, harga tinta, harga kertas
> suara..........
> > bagaimana kita bisa PERCAYA bahwa mereka juga
> > tidak meng-utak-atik perolehan suara??? Kalo' uang
> > negara saja mereka berani "utak-atik" sedemikian
> rupa,
> > lantas logikanya, apa susahnya untuk mereka
> meng-"utak-
> > atik" perolehan suara yang tidak ada
> "kuitansi"-nya???
> > Timbul masalah "kredibilitas" di sini........... ,
> berat bagi
> > KPU untuk bekerja menghadapi PEMILU 2009 dalam
> krisis
> > kepercayaan seperti itu..........., 'kan?
> >
> > Selanjutnya, kalo' ternyata "kucing-kucing manis"
> > seperti MWK saja dengan "mudah" bisa "terjebak"
> dalam
> > permainan para tikus, kecoa dan semut-semut dalam
> > pesta keju seperti itu, lantas siapa lagi di
> antara kucing-
> > kucing manis di negeri ini yang bisa dipercaya
> tidak akan
> > jatuh ke lobang yang sama? Harusnya, dibuatlah
> > suatu sistem atau mekanisme atau apalah namanya,
> > sehingga pesta keju yang akan datang bisa terbebas
> > dari kaum tikus, kecoa dan semut, sehingga kucing-
> > kucing manis yang sudah di-"fit and proper test"
> dijamin
> > tidak akan doyan keju, tidak mungkin terjebak
> dalam
> > permainan tikus, kecoa dan semut, atau bahkan
> > para kucing manis ini, kalo' memungkinkan, tidak
> > hanya bisa "ber-manis-manis" menjaga potongan
> > keju, tapi juga sesekali bisa berubah jadi
> "garang"
> > dan ikut berjuang membasmi tikus dan kecoa
> > (kalo' semut barangkali agak susah, itu nanti
> bagiannya
> > BAYGON aja........).Dengan demikian, kalo'
> nanti-nanti
> > setelah pesta usai ada anjing yang menggonggong
> > minta tulang, biarlah kucing-kucing penjaga KPU
> > bisa berlalu dengan senyum manis, seperti kafilah
> > di padang pasir .........., tidak lagi panik
> kebakaran
> > jenggot seperti sekarang ini ........ !
> >
> > Semoga para tikus, kecoa dan semut-semut terkutuk
> > yang telah berpesta-pora dengan potongan-potongan
> > keju PEMILU 2004 yang lalu semua GO TO HELL!
> > Semoga kucing-kucing manis penjaga KPU dapat
> > mempertahankan "kemanisan" mereka, sehingga
>
=== message truncated ===
__________________________________
Do you Yahoo!?
Plan great trips with Yahoo! Travel: Now over 17,000 guides!
http://travel.yahoo.com/p-travelguide
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|