logo       

Re: Kisah lanjutan proyek rekonstruksi Aceh: msg#00123

Subject: Re: Kisah lanjutan proyek rekonstruksi Aceh
Rekans 77,
 
Cerita Hengki belum lengkap.
Setelah US Fleet meninggalkan Aceh, Pemerintah Amerika akan lapor ke Senate/Congress-nya: 'look, we gave technical-assistance to Indonesia US$300 million'.
Selanjutnya Senate/Congress akan mencatat bahwa Indonesia telah menerima bantuan senilai itu, dan akan diingat-ingatnya terus (bahkan diakumulasikan dengan bantuan sejenis yang pernah ada sebelumnya).
Itulah politik bantuan asing.  Apa boleh buat, kita tetap perlu bilang terima kasih.
Setahu saya, dalam situasi semacam ini, hanya ada satu negara yang memberikan bantuan berupa technical-assistance sekaligus grant (dana hibah yang benar-benar ditransfer ke rekening pemerintah Indonesia), yaitu Jepang.
Bantuan dari negara-negara lainnya..... ya berupa technical-assistance itu!
 
Salam,
Uwo (AR'77)
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, April 19, 2005 7:09 PM
Subject: [itb77] Kisah lanjutan proyek rekonstruksi Aceh

Rekans 77
 
Saya berhutang kepada rekan2 ITB 77 seperti Nurhasan, Aza, Djasli dll tentang cerita tindak-lanjut kami untuk menangani proyek rekonstruksi Aceh. Inilah kisah lanjutan kami setelah ikut operasi "tanggap-darurat" (relief operation). Kisah ini sifatnya hanya "sharing" saja kepada rekan2 yang mungkin berminat membacanya.....it is a true and interesting experience.
 
Di Bulan Januari 2005, perusahaan kami mendapat permintaan dari sebuah perusahaan Amerika (Shaw group) untuk membantu pelaksanaan proyek rekonstruksi Aceh dengan menggunakan dana Amerika melalui USAID. Menurut informasi, Amerika akan membantu dana sekitar US $ 300 juta melalui USAID untuk proyek rekonstruksi Aceh. Tujuan saya adalah mencari cara supaya dana tersebut bisa "cair" untuk membangun Aceh. Saya mendapat informasi bahwa pada berbagai bencana di seluruh dunia, dana yang telah dijanjikan oleh para negara maju, umumnya tidak jadi "turun" karena birokrasi dan juga perhatian dunia sudah berpindah. Saya merasa sayang kalau bantuan tersebut tidak bisa dicairkan karena birokrasi di Indonesia ataupun kelambatan pihak pengusaha di Indonesia.
 
Setelah dibantu oleh banyak rekan2 di pemerintahan, LSM dll, seperti Uwo, Pungki dll, team kami (gabungan spesialis dari Indonesia & Amerika) dapat bertukar pikiran dengan pak yusuf kalla,.pak alwi shihab, bu Sri mulyani, team bakornas Aceh dll. Sehingga setelah 1.5 bulan, akhirnya kita dapat menyusun proposal ke USAID dan American embassy dalam rangka pencairan dana US $ 300 juta tersebut. Kita menyatakan siap untuk ikut tender pelaksanaan proyek rekonstruks Aceh dengan dana tersebut.
 
......namun setelah menyelesaikan proposal, team kami sangat surprise setelah pihak American embassy menceritakan bahwa dana US $ 300 juta dari pemerintah Amerika serikat dinyatakan sudah hampir habis terpakai. Saya terkejut dan tanya untuk apa dana tersebut. Menurut pihak embassy untuk pengoperasian kapal induk USS Abraham lincoln dan operasi relief operation tentara Amerika. Saya tanya lagi, bagaimana menghitungnya. Rupanya setiap hari USS Abraham lincoln memerlukan dana sekitar US $ 3 juta. Jadi selama 90 hari dana yang dikeluarkan adalah 90 x US $ 3 juta/hari = $ 270 juta......habis !!!. Wah, saya pikir2 sayang banget biaya US $ 3 juta/hari hanya untuk membawa kotak supermie pakai helikopter.
 
Anyway, team kami masih belum menyerah dan sedang berusaha mencari cara agar dana dari luar negeri bisa mengalir ke Aceh bagi yang betul2 memerlukannya. Setelah mendalami kegiatan2 sosial seperti ini, saya semakin hari semakin respek dengan para relawan2 yang terus menerus tanpa pamrih turun ke daerah2 yang masih hancur dan membantu masyarakat Aceh sebisa mereka. Mereka bekerja tanpa pamrih dan jauh dari sorotan televisi ataupun liputan media massa yang telah lama menghilang.
 
Sekian kisah "hutang" saya kepada rekan2 ITB 77
 
Triharyo Soesilo (Hengki)
Phone : 062-21-7988700 ext 100 Mobile : +62811141046
Fax office : +622179180912 Fax home : +62213926028
 
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>