Sent: Tuesday, April 19, 2005 7:09
PM
Subject: [itb77] Kisah lanjutan proyek
rekonstruksi Aceh
Rekans
77
Saya berhutang
kepada rekan2 ITB 77 seperti Nurhasan, Aza, Djasli dll tentang cerita
tindak-lanjut kami untuk menangani proyek rekonstruksi Aceh. Inilah kisah
lanjutan kami setelah ikut operasi "tanggap-darurat" (relief operation). Kisah
ini sifatnya hanya "sharing" saja kepada rekan2 yang mungkin berminat
membacanya.....it is a true and interesting experience.
Di Bulan Januari
2005, perusahaan kami mendapat permintaan dari sebuah
perusahaan Amerika (Shaw group) untuk membantu pelaksanaan proyek
rekonstruksi Aceh dengan menggunakan dana Amerika melalui USAID. Menurut
informasi, Amerika akan membantu dana sekitar US $ 300 juta melalui USAID
untuk proyek rekonstruksi Aceh. Tujuan saya adalah mencari cara supaya dana
tersebut bisa "cair" untuk membangun Aceh. Saya mendapat
informasi bahwa pada berbagai bencana di seluruh dunia, dana yang telah
dijanjikan oleh para negara maju, umumnya tidak jadi "turun" karena birokrasi
dan juga perhatian dunia sudah berpindah. Saya merasa sayang kalau bantuan
tersebut tidak bisa dicairkan karena birokrasi di Indonesia ataupun kelambatan
pihak pengusaha di Indonesia.
Setelah dibantu
oleh banyak rekan2 di pemerintahan, LSM dll, seperti Uwo, Pungki dll, team
kami (gabungan spesialis dari Indonesia & Amerika) dapat bertukar
pikiran dengan pak yusuf kalla,.pak alwi shihab, bu Sri mulyani, team bakornas
Aceh dll. Sehingga setelah 1.5 bulan, akhirnya kita dapat menyusun proposal ke
USAID dan American embassy dalam rangka pencairan dana US $ 300 juta tersebut.
Kita menyatakan siap untuk ikut tender pelaksanaan proyek rekonstruks Aceh
dengan dana tersebut.
......namun
setelah menyelesaikan proposal, team kami sangat surprise setelah pihak
American embassy menceritakan bahwa dana US $ 300 juta dari pemerintah Amerika
serikat dinyatakan sudah hampir habis terpakai. Saya terkejut dan tanya untuk
apa dana tersebut. Menurut pihak embassy untuk pengoperasian kapal induk USS
Abraham lincoln dan operasi relief operation tentara Amerika. Saya tanya lagi,
bagaimana menghitungnya. Rupanya setiap hari USS Abraham lincoln memerlukan
dana sekitar US $ 3 juta. Jadi selama 90 hari dana yang dikeluarkan adalah 90
x US $ 3 juta/hari = $ 270 juta......habis !!!. Wah, saya pikir2 sayang banget biaya US
$ 3 juta/hari hanya untuk membawa kotak supermie pakai
helikopter.
Anyway, team kami
masih belum menyerah dan sedang berusaha mencari cara agar dana dari luar
negeri bisa mengalir ke Aceh bagi yang betul2 memerlukannya. Setelah mendalami
kegiatan2 sosial seperti ini, saya semakin hari semakin respek dengan para
relawan2 yang terus menerus tanpa pamrih turun ke daerah2 yang masih hancur
dan membantu masyarakat Aceh sebisa mereka. Mereka bekerja tanpa pamrih dan
jauh dari sorotan televisi ataupun liputan media massa yang telah lama
menghilang.
Sekian kisah
"hutang" saya kepada rekan2 ITB 77
Triharyo Soesilo (Hengki)
Phone : 062-21-7988700 ext 100 Mobile : +62811141046
Fax office : +622179180912 Fax home : +62213926028