Dari seorang teman Kyiai EL75 di Makassar
Salam
DD
Rhiza S. Sadjad wrote:
> Salam dari Makassar !
>
> Kasus MWK vs. Khairansyah, atau kasus "cinta
> segitiga" KPU-KPK-BPK (banyak orang terbalik-
> balik menyebut ketiga lembaga negara ini, termasuk
> koran lokal di Makassar suka salah-salah juga......)
> terus menggelinding bak bola salju, dari kecil
> menyangkut dua orang itu, sekarang sudah
> meliputi khalayak yang lebih besar.............,
> barusan di TV dilaporkan bahwa rekanan-rekanan
> KPU yang men-supply logistik terkait sedang
> diperiksa oleh KPK.
>
> Saya membayangkan bahwa proyek "raksasa"
> PEMILU 2004 bagi kebanyakan kaum tikus, kecoa,
> bahkan semut-semut di negeri ini bagaikan
> ibaratnya pesta makan sepotong keju besar
> beramai-ramai. Bagi mereka, PEMILU 2004
> bukanlah suatu peristiwa untuk "menegakkan
> demokrasi" atau segala macam jargon lainnya,
> melainkan suatu kesempatan emas untuk mengais
> rejeki, dan mendapat sepotong keju yang besar.
> Dan di KPU-lah potongan keju besar itu berada.
> Sayangnya, tidak terlalu mudah untuk kaum
> tikus, kecoa dan semut-semut ini mencari
> jatah potongan keju mereka, karena tidak seperti
> tempat-tempat lain di negeri ini, KPU dijaga oleh
> kucing-kucing manis, lugu dan polos, tidak punya
> pengalaman panjang berhubungan dengan kaum
> tikus, kecoa dan semut-semut ..........
>
> Tapi kaum tikus, kecoa dan semut-semut ini sudah
> berpengalaman 30 tahun-an lebih dalam urusan
> potong-memotong keratan-keratan keju di negeri
> ini, makanya kalo' cuma menghadapi kucing-kucing
> manis saja sih, ah, keciiil .....! Mungkin saja kucing-
> kucing manis ini juga doyan keju, kalo' demikian,
> maka gampanglah urusannya. Kasih saja mereka
> bagian "komisi" (sesuai namanya KPU, KOMISI !),
> dengan dalih apa saja. Tapi kalo' tokh para kucing
> manis ini tidak doyan keju, yah, cari jalan lain-lah......
> misalnya dengan dibuat kepepet waktu, kepepet
> dana, kepepet segala macam ........ sampai akhirnya
> mereka terpaksa makan keju juga, atau kelihatan
> seperti yang ikutan makan keju ....... seperti itulah,
> maklumlah kaum tikus, kecoa dan semut-semut ini
> sudah pengalaman lebih 30-an tahun dalam urusan
> pesta keju seperti itu ........... Pendeknya semua
> akan kebagian, semua happy, life goes on, right
> or wrong, ain't matter .....
>
> Setelah pesta keju berlalu, tikus-tikus, kecoa-kecoa,
> semut-semut sudah pada kenyang, kucing-kucing
> manis sudah tidur nyenyak, eh, lhadalah, kok ada
> anjing herder, anjing bulldog, segala macam anjing
> menyalak kesana-kemari, berisik mempersoalkan
> pesta keju yang sudah berlalu itu, kok begini kok
> begitu .......... Misalnya, ada potongan keju bernama
> "pengadaan kotak suara". Misalnya saja ada pemesanan
> 10.000 kotak. Ternyata biayanya, katakan saja, untuk
> 10.000 kotak itu dilaporkan oleh kucing manis
> sejumlah 10M. Berarti 1 kotak 'kan harganya rata-rata
> 1 juta rupiah. Langsung anjing herder "mendelik", masa'
> harga 1 kotak sampai 1 juta begitu? Lha kalo' dibeli
> dengan harga 50 ribu aja penjualnya sudah untung
> besar, lha kok 1 juta? Lantas siapa yang makan potongan
> besar "keju kotak suara" ini? Ke mana larinya uang?
> Kucing manis berkilah, lha 'kan pesennya tidak cuma
> 1 kotak, melainkan banyak sekali sampai 10.000, jadi lebih
> susah, makanya jauh lebih mahal.........Lho, bukankah
> biasanya harga barang semakin murah kalo' pesenan
> semakin banyak??? Ya, tapi 'kan ini kepepet waktu,
> jadi "emergency" ......Nah, lho, kok bisa kekepet waktu?
> 'Kan sudah ditahu jauh sebelumnya kapan akan ada
> PEMILU? Wah, anjing-anjing herder mulai makin
> keras menyalak, bahkan panggil anjing bulldog, anjing
> poodle, dan segala macam anjing lainnya ...........
>
> Syahdan, konon, biasanya, menurut track record
> para anjing dan menurut tradisi yang berlaku di negerinya
> kaum tikus, kecoa dan semut-semut ini, jika anjing-
> anjing mulai "ribut" dan "rewel" seperti itu, artinya mereka
> minta dikasih tulang, atau sisa-sisa keratan keju yang
> ndak sempat dimakan rame-rame oleh para tikus, kecoa
> dan semut-semut. Biasanya memang begitu, nanti kalo'
> sudah "kenyang" pun para anjing itu akan diem dan
> pergi dari situ........... Tapi kok ya ndilalah kersa ning
> Allah, ternyata anjing poodle yang kelihatan manis ini
> kok ya tidak suka tulang atau pun keratan-keratan keju,
> bahkan lapor sama anjing herder yang baru saja kemarin
> bertugas (jadi mungkin belom tahu enaknya keju atau
> tulang, yah, atau pura-pura nggak tahu???) bahwa ada
> kucing manis yang akan membawa sekerat kecil keju
> untuknya, sebagai "hadiah" agar si anjing poodle menyalak
> dengan "manis" ...........! Maka terjadilah apa yang sudah
> terjadi, si kucing manis "tertangkap basah" memberikan
> sekerat keju pada sang poodle.......!
>
> Tapi bagaimana dengan pesta keju para tikus, kecoa dan
> semut-semut? Apakah akan terus diusut sampai semua
> dibasmi habis? Selanjutnya akan timbul pertanyaan
> sangat penting: kalo' kucing-kucing manis KPU telah
> ber-partisipasi langsung dalam "me-manipulasi" harga
> kotak suara, harga tinta, harga kertas suara..........
> bagaimana kita bisa PERCAYA bahwa mereka juga
> tidak meng-utak-atik perolehan suara??? Kalo' uang
> negara saja mereka berani "utak-atik" sedemikian rupa,
> lantas logikanya, apa susahnya untuk mereka meng-"utak-
> atik" perolehan suara yang tidak ada "kuitansi"-nya???
> Timbul masalah "kredibilitas" di sini........... , berat bagi
> KPU untuk bekerja menghadapi PEMILU 2009 dalam krisis
> kepercayaan seperti itu..........., 'kan?
>
> Selanjutnya, kalo' ternyata "kucing-kucing manis"
> seperti MWK saja dengan "mudah" bisa "terjebak" dalam
> permainan para tikus, kecoa dan semut-semut dalam
> pesta keju seperti itu, lantas siapa lagi di antara kucing-
> kucing manis di negeri ini yang bisa dipercaya tidak akan
> jatuh ke lobang yang sama? Harusnya, dibuatlah
> suatu sistem atau mekanisme atau apalah namanya,
> sehingga pesta keju yang akan datang bisa terbebas
> dari kaum tikus, kecoa dan semut, sehingga kucing-
> kucing manis yang sudah di-"fit and proper test" dijamin
> tidak akan doyan keju, tidak mungkin terjebak dalam
> permainan tikus, kecoa dan semut, atau bahkan
> para kucing manis ini, kalo' memungkinkan, tidak
> hanya bisa "ber-manis-manis" menjaga potongan
> keju, tapi juga sesekali bisa berubah jadi "garang"
> dan ikut berjuang membasmi tikus dan kecoa
> (kalo' semut barangkali agak susah, itu nanti bagiannya
> BAYGON aja........).Dengan demikian, kalo' nanti-nanti
> setelah pesta usai ada anjing yang menggonggong
> minta tulang, biarlah kucing-kucing penjaga KPU
> bisa berlalu dengan senyum manis, seperti kafilah
> di padang pasir .........., tidak lagi panik kebakaran
> jenggot seperti sekarang ini ........ !
>
> Semoga para tikus, kecoa dan semut-semut terkutuk
> yang telah berpesta-pora dengan potongan-potongan
> keju PEMILU 2004 yang lalu semua GO TO HELL!
> Semoga kucing-kucing manis penjaga KPU dapat
> mempertahankan "kemanisan" mereka, sehingga
> orang bisa percaya mereka akan mampu melaksanakan
> PEMILU 2009 kelak tanpa gangguan kaum tikus, kecoa
> dan semut-semut .......... Dan semoga para anjing
> herder, bulldog, poodle dan segala macam anjing
> penjaga lainnya menghentikan tradisi mereka menyalak-
> nyalak minta sisa-sisa tulang setelah pesta berakhir.........!
> Amieeennnn, ya Rabbal 'alamiiin....
>
> Insya Allah, kalo' demikian halnya, negeri ini
> akan aman tentram, gemah ripah loh jinawi tata
> tentrem karta rahardjo, baldatun thoyyibah, wa
> rabbun ghafur........... sehingga gempa gunjang-
> ganjing-nya bumi, gunung-gunung yang siap
> meletus, tanah-tanah dan sampah-sampah yang
> longsor, air yang membanjir ..........semua reda
> kembali ke sediakala............ Kalo' tidak bisa demikian,
> maka alamat sandhyakala ning Indonesia akan segera
> tiba di hadapan kita semua...........na'udzu billahi min
> dzalik.....!
>
> Wassalam, Rhiza
> rhiza-ubh+t8rgBV+ez0ei9/+7zw@xxxxxxxxxxxxxxxx
> http://www.unhas.ac.id/~rhiza/
>
>
>
>
> ----------------------------[JARING]----------------------------
> milis terbatas jaring-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
> Forum untuk Diskusi dan saluran pemikiran untuk perbaikan bangsa
> Moderator: Abdul Rachim, Amwazi, Budi Permadi dan Djasli
> File yang dapat diposting < 512 kB, lebih dari ini harus melalui
> Administrator (di CC kan) ke:
> jaring-admins-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx
Salam
DD
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|