|
biasanya ini mengandung sejarah panjang dan
beda-beda.
yang paling orisinil adalah seseorang mulai menjaga
parkir di daerah yang masih belum terlalu ramai. ketika penghasilan parkir dari
daerah tersebut semakin meningkat, demand juga naik. dia bisa tetap jaga parkir
disitu tapi kalau mau pindah, penggantinya musti bayar ke dia sejumlah tertentu,
misalnya 2-3 juta. di daerah "basah" proses pindah tangan bisa terjadi
berkali-kali dan harga makin lama makin tinggi. hal yang sama terjadi pada lapak
/ kios kaki lima di pinggir jalan.
di depan kantorku ada stanplat bis yang tidak
pernah dipakai. lalu seseorang yang kreatif dan berani mencoba jualan pisang
goreng dengan mangkal disitu. ternyata laku. lalu disusul tukang sate ayam, lalu
ayam goreng dll. hal ini terjadi 2 tahun yang lalu. karena laku dan aman dalam
arti tidak ada yang menggusur, saat ini ada 6 pedagang kaki lima yang jualan
disitu dan kalau ada yang berhenti jualan, orang yang menggantikan akan membayar
ganti rugi minimum 3 juta.
kembali ke lahan parkir, ada lagi lahan parkir yang
pakai ijin dari pemerintah kota. pengelola mendapat hak pengelolaan untuk suatu
areal tertentu dengan membayar ke pemeritah kota. ada yang mendapat dengan ikut
lelang, ada yang entah liwat jalur mana. areal yang menjadi daerah
kekuasannya ini kemudian dibagi-bagi menjadi kapling yang lebih kecil-kecil lalu
dijual kepada "pengusaha parkir" yang lebih kecil yang akan melakukan
pengelolaan sehari-hari. pengusaha parkir yang terakhir iniliah yang
mempekerjakan tukang parkir jalanan, biasanya dengan sistem setoran. yang
membayar retribusi parkir harian ke pemerinah kota bisa tukang parkir
jalanannya, bisa juga pengusaha kecilnya. kalau uang keamanan dan kebersihan
biasanya urusan lapangan jadi dibayar oleh tukang parkirnya.
itu yang saya tau sampai saat ini. untuk lebih
detail saya musti nanya teman-teman lain dulu.
salam,
kis
----- Original Message -----
Sent: Saturday, April 16, 2005 1:41
PM
Subject: [itb77] Re: peluang
kerja...
Kalo boleh tahu tukang parkir itu beli sama siapa
? enak banget yang punya lahan parkirnya dengan modal otot?alias preman?
atau petugas DKI?
----- Original Message -----
Sent: Thursday, April 14, 2005 2:51
AM
Subject: [itb77] Re: peluang
kerja...
gaul sama kelompok ini sejak bertahun-tahun
yang lalu, mungkin ada baiknya saya share:
tukang parkir itu harus beli lokasi garapan dengan harga jutaan. itupun tidak ada
jaminan lahan akan tetap bisa dikuasai karena bisa saja pemerintah kota
tiba-tiba mengundang secure parking untuk mengambil alih
pengelolaannya
selain iuran dan retribusi resmi maupun tidak
yang dipungut oleh pemerintah kota maupun gali setempat, tukang parkir
jalanan masih harus membayar uang keamanan, uang kebersihan dan uang ke----
lainnya yang jumlahnya sehari bisa lebih dari 15 000 rupiah atau sekitar
setengah juta per bulan.
jenis kerjaan lain yang kelihatan sederhana
tapi setahu saya harus "dibeli" dengan harga mahal adalah ngojek
dan kuli angkut barang. kalau warung tenda kaki lima semua tau kan
kalau harganya bisa sepuluh juta ke atas.
salam,
kis
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, February 22, 2005 9:13
AM
Subject: [itb77] Re: peluang
kerja...
anna,
tolong coba dulu ke 4 profesi ini. dan share
hasil surveynya sama kita2.......
amrie :-))
----- Original Message -----
Sent: Monday, February 21, 2005
8:45 PM
Subject: [itb77] peluang
kerja...
(FW):
Anda berminat dengan peluang bisnis yang luar biasa ini
?
TUKANG
PARKIR >Modal
: Nol, yang penting berani malu dan tahu lokasi
starategis. Penghasilan, Jika
diasumsi bahwa : 1.. Parkir mobil : Rp 1,000 /
mobil / jam 2..
Parkir motor : Rp 500 / motor/ jam.
Maka
jika diasumsikan Anda bekerja 8 jam sehari di mana tempat parkir Anda
dapat memuat 20 mobil atau 40 motor, maka Anda akan memperoleh
:
8
jam x 20 mobil x Rp 1,000 = Rp 160,000 / hari. Jika
Anda bekerja 26 hari perbulan, maka penghasilan Anda menjadi
Rp 160.000
x 26 hari = Rp 4,160.000 / bulan (bebas pajak). Keuntungan
yang diperoleh : 1.. Bebas pajak 2.. Jam kerja tidak
mengikat 3.. Masih bisa mengerjakan
pekrjaan sambilan (jualan rokok di warung) 4..
Tingkat stress rendah 5.. Tidak beresiko. Kalau pun ada
(klaim, tuntutan karena kendaraaan yang
diparkir hilang / rusak), tinggal lari saja.
PENGAMEN Modal
: gitar, kencrengan, atau nol sama sekali. Yang penting
berani malu. Penghasilan
: Tergantung
tempat dan sasaran. Jika sasaran yang dituju adalah
mobil
angkot
mungkin bisa lebih besar. Jika diansumsikan tempat yang
dituju adalah
lampu merah dengan durasi 2 menit, dan pendapatan Rp
300,-/angkot, dan
bekerja 8 jam, maka : 8
jam x (60 /2 menit) x
Rp 300 = Rp 72.000 / hari. Jika
bekerja 26 hari perbulan, maka pemasukan minimum yang
diperoleh adalah
: Rp 72.000 x 26 hari = Rp 1.872.000,-/bulan. Keuntungan
yang diperoleh : 1..
Bebas pajak 2..
Waktu kerja tidak mengikat 3..
Tidak butuh keahlian. Cuap-cuap tanpa suara pun pasti
dapat.
4.. Stress nyaris tidak ada. Justru bisa menghibur
diri. 5..
Tidak beresiko, asal hati-hati kalo menyeberang atau mengamen
di
tengah jalan ramai. 6..
Jika gesit (misalnya dalam satu durasi lampu lalu lintas
dapat
menyambangi
2-3 angkot), penghasilan bisa meningkat 2-3 kali
lipat.
TUKANG
BERSIH-BERSIH KACA MOBIL Modal
: kain rombeng, pembersih bulu ayam, busa dan sabun
detergen Penghasilan
: Nyaris
sama dengan pengamen, malah dapat 3-4 kali lipat, karena dlm 1durasi
lampu lalu lintas, dapat menyambangi 5-10 mobil
sekaligus, tergantung
kegesitan kerja. Keuntungan
yang diperoleh : 1..
Bebas pajak 2..
Waktu kerja tidak mengikat. 3..
Tidak butuh keahlian. Yang penting kerja cepat saja. 4..
Hasil kerja bukan tujuan akhir. 5..
Tingkat stress tidak ada.
PENGEMIS Modal
: baju kusut, dekil, dan tidak mandi seminggu. Dan yang
terutama berani
malu! Penghasilan
: Tergantung
kemampuan menarik hati orang. Semakin memelas, maka penghasilan semakin
besar. Pada tahun 1997, seorang mahasiswa di sebuah perguruan
tinggi swasta Jakarta pernah mengadakan penelitian dan menemukan
bahwa seorang pengemis di Jakarta rata-rata mampu mengumpulkan Rp
500.000 perhari, atau Rp 15 juta perbulan. Bahkan baru-baru ini
ada
seorang
ibu asal Garut yang mengakui di sebuah media Bandung,
bahwa
dengan
menjadi pengemis selama 1 bulan saja, dia telah mampu
pulang kampung
dengan membawa Baleno keluaran terbaru yang bernilai
200-an juta rupiah,
plus oleh-oleh untuk keluarga di kampungnya. Sebuah hasil
yang
luar
biasa. So jangan heran bahwa pekerjaan menjadi primadona
banyak orang
yang datang ke kota-kota besar. Keuntungan
yang diperoleh : 1..
Bebas pajak 2..
Waktu kerja tidak mengikat 3..
Hanya butuh keahlian menarik hati orang. 4..
Tingkat stress tidak ada 5..
Dapat prioritas pertama dari Pemerintah kalo ada program
bantuan bagi
kaum dhuafa.
So,
tertarik??
Yahoo!
Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today!
Download
Messenger
Now
|