logo       
Bookmark and Share

Re: peluang kerja...: msg#00120

Subject: Re: peluang kerja...
biasanya ini mengandung sejarah panjang dan beda-beda.
yang paling orisinil adalah seseorang mulai menjaga parkir di daerah yang masih belum terlalu ramai. ketika penghasilan parkir dari daerah tersebut semakin meningkat, demand juga naik. dia bisa tetap jaga parkir disitu tapi kalau mau pindah, penggantinya musti bayar ke dia sejumlah tertentu, misalnya 2-3 juta. di daerah "basah" proses pindah tangan bisa terjadi berkali-kali dan harga makin lama makin tinggi. hal yang sama terjadi pada lapak / kios kaki lima di pinggir jalan.
 
di depan kantorku ada stanplat bis yang tidak pernah dipakai. lalu seseorang yang kreatif dan berani mencoba jualan pisang goreng dengan mangkal disitu. ternyata laku. lalu disusul tukang sate ayam, lalu ayam goreng dll. hal ini terjadi 2 tahun yang lalu. karena laku dan aman dalam arti tidak ada yang menggusur, saat ini ada 6 pedagang kaki lima yang jualan disitu dan kalau ada yang berhenti jualan, orang yang menggantikan akan membayar ganti rugi minimum 3 juta.
 
kembali ke lahan parkir, ada lagi lahan parkir yang pakai ijin dari pemerintah kota. pengelola mendapat hak pengelolaan untuk suatu areal tertentu dengan membayar ke pemeritah kota. ada yang mendapat dengan ikut lelang, ada yang entah liwat jalur mana. areal yang menjadi daerah kekuasannya ini kemudian dibagi-bagi menjadi kapling yang lebih kecil-kecil lalu dijual kepada "pengusaha parkir" yang lebih kecil yang akan melakukan pengelolaan sehari-hari. pengusaha parkir yang terakhir iniliah yang mempekerjakan tukang parkir jalanan, biasanya dengan sistem setoran. yang membayar retribusi parkir harian ke pemerinah kota bisa tukang parkir jalanannya, bisa juga pengusaha kecilnya. kalau uang keamanan dan kebersihan biasanya urusan lapangan jadi dibayar oleh tukang parkirnya.
 
itu yang saya tau sampai saat ini. untuk lebih detail saya musti nanya teman-teman lain dulu.
 
salam,
kis
 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, April 16, 2005 1:41 PM
Subject: [itb77] Re: peluang kerja...

Kalo boleh tahu tukang parkir itu beli sama siapa ? enak banget  yang punya lahan parkirnya dengan modal otot?alias preman? atau petugas DKI?
----- Original Message -----
Sent: Thursday, April 14, 2005 2:51 AM
Subject: [itb77] Re: peluang kerja...

gaul sama kelompok ini sejak bertahun-tahun yang lalu, mungkin ada baiknya saya share:
 
tukang parkir itu harus beli lokasi garapan dengan harga jutaan. itupun tidak ada jaminan lahan akan tetap bisa dikuasai karena bisa saja pemerintah kota tiba-tiba mengundang secure parking untuk mengambil alih pengelolaannya
 
selain iuran dan retribusi resmi maupun tidak yang dipungut oleh pemerintah kota maupun gali setempat, tukang parkir jalanan masih harus membayar uang keamanan, uang kebersihan dan uang ke---- lainnya yang jumlahnya sehari bisa lebih dari 15 000 rupiah atau sekitar setengah juta per bulan.
 
jenis kerjaan lain yang kelihatan sederhana tapi setahu saya harus "dibeli" dengan harga mahal adalah ngojek dan kuli angkut barang. kalau warung tenda kaki lima semua tau kan kalau harganya bisa sepuluh juta ke atas.
 
salam,
kis
 
 
----- Original Message -----
From: Amrie Noor
Sent: Tuesday, February 22, 2005 9:13 AM
Subject: [itb77] Re: peluang kerja...

anna,
tolong coba dulu ke 4 profesi ini. dan share hasil surveynya sama kita2.......
 
amrie :-))
----- Original Message -----
From: anna prila
Sent: Monday, February 21, 2005 8:45 PM
Subject: [itb77] peluang kerja...

 

(FW): Anda berminat dengan peluang bisnis yang luar biasa ini ?

TUKANG PARKIR
>Modal : Nol, yang penting berani malu dan tahu lokasi starategis.
Penghasilan, Jika diasumsi bahwa :
 1.. Parkir mobil : Rp 1,000 / mobil / jam
2.. Parkir motor : Rp 500 / motor/ jam. 

Maka jika diasumsikan Anda bekerja 8 jam sehari di mana tempat parkir Anda dapat memuat 20 mobil atau 40 motor, maka Anda akan memperoleh : 8 jam x 20 mobil x Rp 1,000 = Rp 160,000 / hari. Jika Anda bekerja 26 hari perbulan, maka penghasilan Anda menjadi Rp
160.000 x 26 hari = Rp 4,160.000 / bulan (bebas pajak).
Keuntungan yang diperoleh :
 1.. Bebas pajak
 2.. Jam kerja tidak mengikat
 3.. Masih bisa mengerjakan pekrjaan sambilan (jualan rokok di warung)
 
4.. Tingkat stress rendah
 5.. Tidak beresiko. Kalau pun ada (klaim, tuntutan karena kendaraaan
      yang diparkir hilang / rusak), tinggal lari saja.

PENGAMEN
Modal  : gitar, kencrengan, atau nol sama sekali. Yang penting berani malu.
Penghasilan :
Tergantung tempat dan sasaran. Jika sasaran yang dituju adalah mobil angkot mungkin bisa lebih besar. Jika diansumsikan tempat yang dituju adalah lampu merah dengan durasi 2 menit, dan pendapatan Rp 300,-/angkot, dan bekerja 8 jam, maka : 8 jam x (60 /2 menit) x Rp 300 = Rp 72.000 / hari. Jika bekerja 26 hari perbulan, maka pemasukan minimum yang diperoleh adalah : Rp 72.000 x 26 hari = Rp 1.872.000,-/bulan.
Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Tidak butuh keahlian. Cuap-cuap tanpa suara pun pasti dapat.        4.. Stress nyaris tidak ada. Justru bisa menghibur diri.
5.. Tidak beresiko, asal hati-hati kalo menyeberang atau mengamen di   tengah jalan ramai.
6.. Jika gesit (misalnya dalam satu durasi lampu lalu lintas dapat menyambangi 2-3 angkot), penghasilan bisa meningkat 2-3 kali lipat.

TUKANG BERSIH-BERSIH KACA MOBIL
Modal : kain rombeng, pembersih bulu ayam, busa dan sabun detergen
Penghasilan :
Nyaris sama dengan pengamen, malah dapat 3-4 kali lipat, karena dlm 1durasi lampu lalu lintas, dapat menyambangi 5-10 mobil sekaligus, tergantung kegesitan kerja.
Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat.
3.. Tidak butuh keahlian. Yang penting kerja cepat saja.
4.. Hasil kerja bukan tujuan akhir.
5.. Tingkat stress tidak ada.

PENGEMIS
Modal : baju kusut, dekil, dan tidak mandi seminggu. Dan yang terutama berani malu!
Penghasilan :
Tergantung kemampuan menarik hati orang. Semakin memelas, maka penghasilan semakin besar. Pada tahun 1997, seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta Jakarta pernah mengadakan penelitian dan menemukan bahwa seorang pengemis di Jakarta rata-rata mampu mengumpulkan Rp 500.000 perhari, atau Rp 15 juta perbulan. Bahkan baru-baru ini ada seorang ibu asal Garut yang mengakui di sebuah media Bandung, bahwa dengan menjadi pengemis selama 1 bulan saja, dia telah mampu pulang kampung dengan membawa Baleno keluaran terbaru yang bernilai 200-an juta rupiah, plus oleh-oleh untuk keluarga di kampungnya. Sebuah hasil yang luar biasa. So jangan heran bahwa pekerjaan menjadi primadona banyak orang yang datang ke kota-kota besar.
Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Hanya butuh keahlian menarik hati orang.
4.. Tingkat stress tidak ada
5.. Dapat prioritas pertama dari Pemerintah kalo ada program bantuan bagi kaum dhuafa.

So, tertarik??
 


Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>