logo       

Re: Semoga menjadi haji mabrur!: msg#00171

Subject: Re: Semoga menjadi haji mabrur!
Rekan Alfian A, 
semoga jadi haji mabrur, ya 
Siapa aja ITB 77 yg thn ini perrgi Haji ? 
Wass 
Azis Nugroho 
 
On Mon, 31 Jan 2005 13:17:29 +0700, Nurhasan Achmad-QSG2781 wrote 
> Rekan Alfian Aman, 
>  
> Ass WW, 
>  
> Selamat atas selesainya anda menunaikan ibadah haji dan telah  
> kembali ke tanah air dengan selamat, semoga menjadi haji yang mabrur, 
>  yang akan mengimbaskan kebaikan dan keteladanan kelingkungan  
> sekeliling anda. Ngomong-ngomong, adakah pengalaman spiritual yang  
> bisa dibagi ketemen-temen yang lain? Yang pasti nggak ketinggalan,  
> anda memanjatkan do'a di Multazam (tempat didekat Ka'bah, antara  
> Hajar Aswaddan pintu Ka'bah), yang konon merupakan tempat paling  
> mustajab dimuka bumi ini. 
>  
> Adakah rahasia yang bisa dijelaskan secara ilmiah, kenapa berdo'a di  
> Multazam ini demikian mustajab? 
>  
> Penjelasan ikhwan Agus Mustofa (Ahli Teknik Nuklir lulusan UGM yang  
> sedang mendalami tasawwuf modern) di bawah ini, mungkin bisa  
> membantu memberikan pemahaman ilmiah kepada kita. Ada beberapa  
> faktor yang menyebabkan Multazam menjadi tempat yang mustajab: 
>  
> Faktor pertama adalah faktor "Nabi Ibrahim AS": 
> Nabi Ibrahim AS adalah salah satu Rasul kesayangan Allah SWT yang  
> pasti memiliki "aura/energi positip" yang luar biasa dahsyat karena  
> kepasrahan, keikhlasan dan kesalehannya yang sangat tinggi, yang  
> kemudian mengimbas (meresonansi) ke seluruh karya besarnya, termasuk  
> Ka'bah (yang dibangunnya bersama putranya Nabi Ismail AS),  
> sebagaimana diceritakan sendiri oleh Allah SWT dalam QS. Al Baqarah:  
> 127, QS. Shaad: 45, dan QS. At Taubah: 114. Energi positip yang  
> dipancarkan oleh Nabi Ibrahim sepanjang interaksinya tersimpan di  
> sistem bangunan Ka'bah. 
>  
> Faktor kedua adalah faktor "Hajar Aswad":  
> Hajar Aswad adalah batu hitam dipojok Ka'bah (yang konon jatuh dari  
> langit, ada juga yang mengatakan berasal dari surga), yang secara  
> ilmiah diduga merupakan sisa batu meteor yang berkadar logam sangat  
> tinggi. Hajar Aswad ini menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem  
> energi Ka'bah, maka batu yang memiliki konduktifitas elektromagnetik  
> sangat tinggi itu menjadi sangat besar peranannya sebagai 'pintu'  
> masuk dan keluarnya energi Ka'bah. Energi Ka'bah mengalir deras dari  
> Hajar Aswad ini "menyinari/meresonansi" orang-orang yang berada di dekatnya. 
>  
> Faktor ketiga adalah faktor "orang bertawaf": 
> Salah satu penyebab besarnya energi/gelombang elektromaknetik Ka'bah  
> adalah karena orang bertawaf. Jutaan orang (yang didalam tubuhnya  
> mengandung kumpulan muatan listrik yang besar dari milyaran bio- 
> elektron) yang bertawaf mengelilingi Ka'bah berlawanan arah jarum  
> jam, menghasilkan energi yang sangat besar. Kita ingat "kaidah  
> tangan kanan" dalam ilmu fisika "Jika sebatang konduktor dikelilingi  
> oleh listrik yang bergerak berlawanan arah jarum jam, maka di  
> konduktor ini akan muncul medan gelombang elektromagnetik yang  
> mengarah keatas". Nah Hajar Aswad ini berfungsi sebagai 'super  
> konduktor' sehingga di "Sistem Ka'bah berikut Hajar Aswad ini"  
> terjadi medan gelombang elektromagnetik yang mengarah keatas. 
>  
> Faktor keempat adalah faktor "orang yang shalat menghadap Ka'bah di  
> seluruh dunia": Miliaran orang yang shalat di seluruh dunia  
> memancarkan energi positip ke arah Ka'bah. Setiap saat selama ribuan  
> tahun dan tak pernah putus sampai dengan saat ini, miliaran orang  
> dari seluruh dunia shalat menghadap Ka'bah, di manapun dia dan  
> shalat apapun dia. Hal ini menyebabkan timbulnya tegangan energial  
> yang tak pernah putus antara miliaran orang shalat dengan Ka'bah  
> sebagai medan elektromagnetik. Hal ini disinggung oleh Allah SWT  
> dalam QS. Al Maidah: 97: "Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci  
> itu, sebagai pusat bagi manusia". 
>  
> Nah gelombang energi/power yang luar biasa dahsyat inilah yang  
> membantu kekuatan do'a orang-orang yang bemunajat di Multazam. Hal  
> ini bisa dianalogikan secara sederhana, ibarat seorang penyiar radio  
> atau orang yang berbicara didepan mikrofon, dia menumpangkan  
> suaranya yang kecil pada gelombang elektromagnetik yang dihasilkan  
> oleh peralatan pemancar atau power loudspeaker nya sehingga bisa  
> menjangkau puluhan kilometer dari sumber suaranya. 
>  
> Semoga sedikit info ini bermanfaat bagi kita semua. Amin ya Robbal alamin. 
>  
> Wassalam WW, 
> Nur Hasan Achmad 
>  
> --   
> Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977  
> Yayasan ITB 77 
> Yayasan Bhakti Ganesha  
> Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet   
> Rekg No.025.01.23831.00.8 
>  
> BCA KCP - Tebet 
> Rekg No.092.3000850 
>  
> BNI Cabang Tebet 
> Rekg No.1175 9942 
>  
> Webnews & Online archive: 
> http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id 
 
 
-- 
Open WebMail Project (http://www.inti.co.id) 



--  
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha 
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet  
Rekg No.025.01.23831.00.8 

BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850

BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942 

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>