----- Original Message -----
Sent: Saturday, January 29, 2005 12:43
AM
Subject: [itb77] Re: e-mail - Kisah
tambahan tentang Operasi peduli Aceh & USAID
Rekan2, khususnya Hengki,
Saya salut atas concern Anda.
Menghadapi rekonstruksi Aceh, saya yakin
belum ada 'ahli' yang punya pengalaman memadai. Kompleksitasnya mungkin lebih
berat dari Hiroshima 1945.
Soal program rekonstruksi (Tata Ruang) dewasa ini
Bappenas dan PU sedang mengerjakannya (akan dibantu Unsyiah juga
nantinya). Sekarang masih tahap awal. Mudah2an
pertengahan Maret sudah terlihat bentuknya. Saya kebetulan menjadi bagian dari
tugas itu.
Pendekatannya: akan dibuat beberapa opsi
tata ruang (dari yg mirip existing Aceh sampai Aceh Baru), kemudian
dikonsultasipublikkan berulang kali, di Jakarta maupun di Aceh sana.
Maksudnya biar masyarakat Aceh sendiri yang memilih mana yang paling sesuai.
Pemerintah hanya ambil inisiatif awal dan jadi fasilitator saja.
Berbagai masukan dari pihak lain (NGO, akademia, pakar, UN system,
Bi-Multilateral Org) juga banyak kita terima. Pungki ada di bagian
ini!
Persoalan terbesar bukan dari segi ilmiah-teknis,
tetapi dari segi sosio-kulturnya.
Pertanyaan2 seperti: apakah rakyat akan kembali
ke tempat asal? berapa banyak, bagaimana dengan yang tidak ingin kembali?
bagaimana dengan konflik hak atas tanah? dsb, harus terjawab dulu.
Intinya kita ingin tahu "Masyarakat Aceh sendiri maunya bagaimana?" Tapi
justru itu yang belum katahuan arah jawabannya. Jadi kita masih
coba-coba. Idealnya, masyarakat Aceh sendirilah (tentunya yang selamat
dan peduli) yang harus menolong dan menentukan masa depannya sendiri.
Saya tahu persis ini sulit. Pokoknya pusing lah!
Kesulitan teknis ada juga, yaitu ketiadaan data
teknis (kondisi sebelumnya) dan peta2 yang akurat (1:5000 atau 1:10.000). Kita
sedang usaha cari/buat/interpret.
Jadi, kalau networknya Hengki bisa dimobilisasi
untuk penyediaan peta2 itu, pasti memudahkan pekerjaan kami.
Rencana selanjutnya, kalau 'reconstruction
program' itu sudah tersusun maka akan dijadikan 'blue-print' untuk membangun
Aceh kembali oleh BOK nanti (sampai sekarang belum jelas bagaimana
binatangnya, baru keputusan politik).
Sementara segitu dulu. Salam
Uwo (AR'77)
----- Original Message -----
Sent: Thursday, January 27, 2005 11:26
PM
Subject: [itb77] e-mail - Kisah
tambahan tentang Operasi peduli Aceh & USAID
Rekans 77
Masih seputar Aceh, saya mau sedikit
sharing sebuah pengalaman & juga cari masukan rekan-rekan lain yang
mungkin mempunyai informasi atau pengalaman dalam kegiatan tindak lanjut
("follow-up") setelah "emergency relief operation".
Pada tanggal 1 Januari 2005
lalu, karena rasa sedih dengan kehilangan karyawan (juga keluarga karyawan) di Aceh, saya menyempatkan diri untuk
mengirim e-mail pribadi ke sahabat2 saya di seluruh dunia (termasuk beberapa CEO). Saya ceritakan apa yang terjadi
pada sebuah perusahaan Indonesia akibat gempa & Tsunami di Aceh. Cerita
tersebut antara lain tentang sumbangan yang sangat diluar dugaan, karyawan
yg tidak merayakan tahun baru karena sibuk mengepak sumbangan, kisah tentang
karyawan yang kehilangan
seluruh desanya
karena hilang tersapu ombak, laporan evakuasi
mayat yang sulit sekali oleh team
Rekayasa, & juga
informasi tentang pengeboran air oleh team dari perusahaan kami
dll.
........e-mail saya sifatnya hanya
curhat kesedihan & meminta
doa dari para sahabat di seluruh
dunia. Saya sama sekali tidak meminta sumbangan kepada mereka. Tujuan e-mail saya hanya untuk mengurangi
kepedihan hati saja.
Namun, saya tidak menyangka
ternyata e-mail tersebut
dibaca & mendapat
tanggapan dari para sahabat dari seluruh pelosok dunia
seperti dari Afrika selatan, Amerika serikat, Jerman, Spanyol, Inggris,
Jepang (respon terbanyak) dll. Banyak sekali e-mail2 pribadi yang
saya terima dengan isi yang diluar
dugaan saya . E-mail saya
juga ternyata diforward ke para
pimpinan di perusahaan2 mereka.
Sehingga ada beberapa CEO yang
langsung menginstruksikan untuk
menyumbang melalui red cross & organisasi2 sosial. Ada sahabat yang mengorganize pengumpulan
sumbangan, ada yang mengirim dokter, ada yang mencoba membantu membantu moratorium hutang, ada
yang ingin mengirim alat penjernih air dll.
Salah
satu follow-up yang menarik adalah tindakan dari CEO shaw group USA namanya
Abraham (panggilannya Abe). Abe langsung menyumbangkan uang US $ 300.000
dalam bentuk asistensi team untuk membangun kembali Aceh bekerja sama dengan
PT Rekayasa Industri. Shaw group adalah kontraktor terbesar dari US Army
corps of engineers (pasukan Zeni-nya Amerika). Seluruh bantuan US AID selalu
disalurkan melalui US Army corps of engineers. Jadi sekarang tiba-tiba di
kantor kami ada 5 orang engineers dari USA yang ahli dalam rekonstruksi
sebuah kota yang hancur akibat terkena typhoon atau bencana raksasa.
Tiba-tiba kami harus menyelesaikan rekomendasi dalam 90 hari kepada US AID
di American embassy untuk segera dikirim ke President Bush dalam rangka
pencairan dana US $ 350 juta bantuan Amerika untuk Aceh.
.......adakah kawan-kawan yang pernah
pengalaman dalam pekerjaan seperti ini ?. adakah yang bisa memberikan
masukan kira-kira proyek apa yang menjadi priority ?. Mungkin Uwo, Pungki,
Karlina atau rekan2 lain bisa membantu. Thanks
Triharyo Soesilo
(Hengki)
PT Rekayasa Industri
Phone : 062-21-7988700 ext 100 Mobile : +62811141046
Fax office : +622179180912
Fax home : +62213926028
Triharyo Soesilo