logo       

Re: e-mail - Kisah tambahan tentang Operasi peduli Aceh & USAID: msg#00144

Subject: Re: e-mail - Kisah tambahan tentang Operasi peduli Aceh & USAID
Temans 77
Membaca satu persatu email yang berhubungan dengan email Pak Hengki ini (Bung Syaifuddin, Nur and Noor serta bang Ganeca), saya berpendapat mungkin lebih baik kita ketemu disuatu tempat untuk membicarakan hal ini. Dalam pertemuan itu kita sharing/brain storming saja mengenai apa yang dapat kita kontribusikan.
Satu hal yang telah muncul dikepala saya adalah sama dengan apa yang diusulkan Fuddin, yaitu membuat sekolah untuk membina SDM disana. Hal ini sesuai dengan apa yang pernah kita bicarakan pada waktu buka bersama (waktu itu saya dan bambang diminta membuat proposal sekolah, sebenarnya saya udah buat, tapi Bambang engga nongol-nongol dan kelupaan jadinya). Lokasi tentu kita serahkan kepada ahlinya sesuai dengan usulan Bang Ganeca yang ahli dalam tata ruang.
 
Kalau saja kita punya satu proyek ini, tentu ini sudah cukup lah sebagi kontribusi kita kepada rehab/rekunstruksi Aceh.
 
Usul saya:
(1) Waktunya Selasa sore/malam, tgl 8. Besoknya kan libur ....
(2) Syaifuddin, Pungki, Uwo dan Karlina harus datang -- MAKSA NIH  --
 

Salam
DD
 
tambahan saja:
menanggapi mail nya Nanang Untung, kalau bisa kita cari "monyet" muda di ragunan yang masih mau sadar untuk menjadi pelaksana
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, January 27, 2005 11:26 PM
Subject: [itb77] e-mail - Kisah tambahan tentang Operasi peduli Aceh & USAID

Rekans 77
 
Masih seputar Aceh, saya mau sedikit sharing sebuah pengalaman & juga cari masukan rekan-rekan lain yang mungkin mempunyai informasi atau pengalaman dalam kegiatan tindak lanjut ("follow-up") setelah "emergency relief operation".
 
Pada tanggal 1 Januari 2005 lalu, karena rasa sedih dengan kehilangan karyawan (juga keluarga karyawan) di Aceh, saya menyempatkan diri untuk mengirim e-mail pribadi ke sahabat2 saya di seluruh dunia (termasuk beberapa CEO). Saya ceritakan apa yang terjadi pada sebuah perusahaan Indonesia akibat gempa & Tsunami di Aceh. Cerita tersebut antara lain tentang sumbangan yang sangat diluar dugaan, karyawan yg tidak merayakan tahun baru karena sibuk mengepak sumbangan, kisah tentang karyawan yang kehilangan seluruh desanya karena hilang tersapu ombak, laporan evakuasi mayat yang sulit sekali oleh team Rekayasa, juga informasi tentang pengeboran air oleh team dari perusahaan kami dll.
 
........e-mail saya sifatnya hanya curhat kesedihan & meminta doa dari para sahabat di seluruh dunia. Saya sama sekali tidak meminta sumbangan kepada mereka. Tujuan e-mail saya hanya untuk mengurangi kepedihan hati saja.
 
Namun, saya tidak menyangka ternyata e-mail tersebut dibaca & mendapat tanggapan dari para sahabat dari seluruh pelosok dunia seperti dari Afrika selatan, Amerika serikat, Jerman, Spanyol, Inggris, Jepang (respon terbanyak) dll. Banyak sekali e-mail2 pribadi yang saya terima dengan isi yang diluar dugaan saya E-mail saya juga ternyata diforward ke para pimpinan di perusahaan2 mereka. Sehingga ada beberapa CEO yang langsung menginstruksikan untuk menyumbang melalui red cross & organisasi2 sosial. Ada sahabat yang mengorganize pengumpulan sumbangan, ada yang mengirim dokter, ada yang mencoba membantu membantu moratorium hutang, ada yang ingin mengirim alat penjernih air dll.
 
Salah satu follow-up yang menarik adalah tindakan dari CEO shaw group USA namanya Abraham (panggilannya Abe). Abe langsung menyumbangkan uang US $ 300.000 dalam bentuk asistensi team untuk membangun kembali Aceh bekerja sama dengan PT Rekayasa Industri. Shaw group adalah kontraktor terbesar dari US Army corps of engineers (pasukan Zeni-nya Amerika). Seluruh bantuan US AID selalu disalurkan melalui US Army corps of engineers. Jadi sekarang tiba-tiba di kantor kami ada 5 orang engineers dari USA yang ahli dalam rekonstruksi sebuah kota yang hancur akibat terkena typhoon atau bencana raksasa. Tiba-tiba kami harus menyelesaikan rekomendasi dalam 90 hari kepada US AID di American embassy untuk segera dikirim ke President Bush dalam rangka pencairan dana US $ 350  juta bantuan Amerika untuk Aceh.
 
.......adakah kawan-kawan yang pernah pengalaman dalam pekerjaan seperti ini ?. adakah yang bisa memberikan masukan kira-kira proyek apa yang menjadi priority ?. Mungkin Uwo, Pungki, Karlina atau rekan2 lain bisa membantu. Thanks
 
Triharyo Soesilo (Hengki)
PT Rekayasa Industri
Phone : 062-21-7988700 ext 100 Mobile : +62811141046
Fax office : +622179180912 Fax home : +62213926028
Triharyo Soesilo
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>