Rekans 77
Masih seputar Aceh, saya mau sedikit sharing
sebuah pengalaman & juga cari masukan rekan-rekan lain yang mungkin
mempunyai informasi atau pengalaman dalam kegiatan tindak lanjut ("follow-up")
setelah "emergency relief operation".
Pada tanggal 1 Januari 2005 lalu,
karena rasa sedih dengan kehilangan karyawan
(juga keluarga karyawan) di Aceh,
saya menyempatkan diri untuk mengirim e-mail pribadi ke sahabat2 saya di seluruh
dunia (termasuk beberapa CEO). Saya ceritakan apa yang terjadi pada
sebuah perusahaan Indonesia akibat gempa & Tsunami di Aceh. Cerita tersebut
antara lain tentang sumbangan yang sangat diluar dugaan, karyawan yg tidak
merayakan tahun baru karena sibuk
mengepak sumbangan, kisah tentang karyawan yang kehilangan seluruh desanya karena hilang tersapu ombak,
laporan evakuasi mayat yang sulit sekali
oleh team Rekayasa, & juga
informasi tentang pengeboran air oleh team dari perusahaan kami
dll.
........e-mail saya sifatnya hanya
curhat kesedihan & meminta doa
dari para sahabat di seluruh dunia.
Saya sama sekali tidak meminta sumbangan kepada mereka. Tujuan e-mail saya hanya untuk mengurangi kepedihan
hati saja.
Namun,
saya tidak menyangka ternyata e-mail tersebut dibaca & mendapat tanggapan dari para
sahabat dari seluruh pelosok dunia seperti dari Afrika selatan,
Amerika serikat, Jerman, Spanyol, Inggris, Jepang (respon terbanyak) dll. Banyak
sekali e-mail2 pribadi yang saya terima
dengan isi yang diluar dugaan saya . E-mail saya juga ternyata diforward ke para pimpinan di
perusahaan2 mereka. Sehingga ada beberapa CEO yang langsung menginstruksikan untuk menyumbang melalui red cross & organisasi2
sosial. Ada sahabat yang
mengorganize pengumpulan sumbangan, ada yang mengirim dokter, ada yang mencoba membantu membantu moratorium hutang, ada yang
ingin mengirim alat penjernih air dll.
Salah satu
follow-up yang menarik adalah tindakan dari CEO shaw group USA namanya Abraham
(panggilannya Abe). Abe langsung menyumbangkan uang US $ 300.000 dalam bentuk
asistensi team untuk membangun kembali Aceh bekerja sama dengan PT Rekayasa
Industri. Shaw group adalah kontraktor terbesar dari US Army corps of engineers
(pasukan Zeni-nya Amerika). Seluruh bantuan US AID selalu disalurkan melalui US
Army corps of engineers. Jadi sekarang tiba-tiba di kantor kami ada 5 orang
engineers dari USA yang ahli dalam rekonstruksi sebuah kota yang hancur akibat
terkena typhoon atau bencana raksasa. Tiba-tiba kami harus menyelesaikan
rekomendasi dalam 90 hari kepada US AID di American embassy untuk segera dikirim
ke President Bush dalam rangka pencairan dana US $ 350 juta bantuan
Amerika untuk Aceh.
.......adakah kawan-kawan yang pernah
pengalaman dalam pekerjaan seperti ini ?. adakah yang bisa memberikan masukan
kira-kira proyek apa yang menjadi priority ?. Mungkin Uwo, Pungki, Karlina atau
rekan2 lain bisa membantu. Thanks
Triharyo Soesilo
(Hengki)
PT Rekayasa Industri
Phone : 062-21-7988700 ext 100
Mobile : +62811141046
Fax office : +622179180912
Fax home : +62213926028