Boleh tahu para peserta Summit ?
ekp
> Temans 77
>
> Minggu 16 Januari 2005 (siapa ingat 16 Januari 78 ada apa ?), saya ikut
> nimbrung dalam suatu pertemuan yang saya karang namanya Student Center
> Summit (mayoritas hadirin adalah kakak-kakak kita yang sering ngumpul di
> Student Center, tetapi ada juga ada alumni Salemba dan Sukolilo).
> Bisa jadi karena relatif "bontot", saya ditugaskan nyatet dan lapor kepada
> mereka (sudah saya kerjakan). Dan karena saya juga berharap banyak kepada
> temans 77, tidak ada salahnya catatan saya ini, saya bocorkan disini.
>
> Setelah membaca catatan ini, pakailah prinsip ambil yang baik tinggalkan
> yang buruk (Awas prinsip ini tidak boleh dipakai kalau sembahyang Jumat,
> "Ambil sendal yang baik tinggal kan yang buruk" ..he .. he )
>
> Salam
> DD
>
> ===
>
> Resume Student Center Summit
>
> Jakarta, 16 Januari 2004
>
> (Ditulis oleh Djasli)
>
>
>
> Refleksi:
>
> 1. Tidak terlihat komitmen dari politikus dalam membangun Bangsa
>
> 2. Orang-orang pinter belum dapat membawa suasana kehidupan yang
> lebih
> baik. Bicara banyak tetapi kenyataannya tidak ada
>
> 3. Kondisi birokrasi yang menyedihkan. Birokrasi sangat terlambat
> dalam
> mereformasi diri.
>
> 4. KKN tetap berjalan, tidak ada penegakkan hukum, pengangkatan
> pejabat
> hanya deal politik bukan merit sistem
>
> 5. Sebentar lagi akan terjadi dagang sapi untuk eselon I dan juga CEO
> BUMN (tarif 10 - 20 Milyar)
>
> 6. Banyak pejabat yang hanya rent seeker.
>
> 7. Apakah birokrasi bisa mereformasi diri, pada hal ada orang-orang
> senayan yang seringkali mengarahkan birokrasi pada arah yang salah
>
> 8. Terjadi dagang sapi antara politikus dengan birokrasi.
>
> 9. Legislatif tidak lebih baik dari birokrat
>
> 10. Desentralisasi kok menyebabkan kenaikan anggaran ?
>
> 11. LSM juga tidak bersih
>
> 12. Harus ada value nasional yang mengarahkan bangsa ini
>
> 13. Keberanian menghadapi tembok birokrasi/hukum dll harus di encourage
> terus
>
> 14. Hampir semua orang tahu masalah, tetapi ada gap antara knowledge
> dengan
> action
>
> 15. Berbuat sesuatu tidak cukup, tetapi harus bebrbuat sesuatu yang lebih
> baik
>
> 16. Ada kesalahan sistem dalam:
>
> a.. menempatkan posisi birokrat, seharusnya birokrasi sebagai menangani
> administrasi pembangunan, bukan pelaksana proyek
> b.. pembiayaan partai politik. Harusnya partai politik jugamendapat
> anggaran, sehingga tidak memeras birokrat dan BUMN.
> 17. Politik sekarang tidak jauh berbeda dengan tahun 1978, ketika Pak
> Harto
> berkuasa
>
> 18. Politik harus punya platform yang jelas, sekarang politik tidak punya
> ideologi
>
> 19. Partai berideologi tidak laku
>
> 20. Bangsa ini lemah dalam karakter, integritas rendah
>
> 21. Demi mengisi APBN, BUMN yang sehat dijualin, siapa yang akan bantu
> UKM
> yang belum siap untuk globalisasi
>
> 22. Generasi ini hopeless. Hanya dengan membangun generasi muda, 20 tahun
> lagi MUNGKIN bangsa ini bisa bangkit
>
> 23. Pemuka agama juga banyak yang ngaco
>
> 24. Dunia pesantren juga sudah terkontaminasi
>
> 25. Pada semua bidang teknologi bangsa ini Cuma konsumen, beda dengan
> Cina,
> Malaysia, dan sebentar lagi Vietnam
>
> 26. Media juga tidak bertanggung jawab. Terlalu mengarah pada apa yang
> bisa
> dijual (hiburan, bahkan bencana pun dijual), tidak peduli pada pendidikan
> publik.
>
>
>
> Tindak Lanjut:
>
> 1. Reformasi mulai dari pribadi-pribadi
>
> 2. Masing-masing harus jadi virus perubahan, bila diperlukan minta
> dukungan teman (bukan kenalan) melalui network yang ada ini
>
> 3. Perlu diskusi kelanjutan untuk membicarakan masalah-masalah
> spesifik, lalu hasil pembicaraan diusulkan kepada yang mempunyai kekuatan
> dan komit pada bangsa ini, untuk mempengaruhi kebijakan politik
>
> 4. Pemikiran ini harus juga dihubungkan dengan pemikiran pihak lain
> dan
>
> 5. Perlu stamina, perlu capital untuk bergerak bersama
>
> 6. Ambil bagian dalam:
>
> a.. Munas Partai Politik
> b.. PILKADAL
> 7. Reformasi harus diikuti dengan Rekonsialiasi dan Kebenaran (contoh
> Afrika Selatan)
>
> 8. Konkritkan pemikiran-pemikiran
>
> 9. Kelompok ini jadikan sebagai sumber informasi
>
> 10. Agendakan kegiatan bersama
>
> 11. Janagan enggan melakukan langkah kecil untuk suatu perubahan
>
> 12. Pilih masalah yang mendesak untuk agenda berikutnya
>
>
>
> ===
>
>
>
>
>
> --
> Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
> Yayasan ITB 77
> Yayasan Bhakti Ganesha
> Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
> Rekg No.025.01.23831.00.8
>
> BCA KCP - Tebet
> Rekg No.092.3000850
>
> BNI Cabang Tebet
> Rekg No.1175 9942
>
> Webnews & Online archive:
> http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
>
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|