Maaf yang terkirim cuma sepotong dari laporan yang tadi sudah di paste dan
edit, heran - heran ....
berikut ini saya kirim yang lengkapnya
Salam, Pungki
> Teman-teman sekalian,
>
> menyambung email dari Djasli yang memuat potongan laporan pengamatan
> lapangan dalam bahasa Inggris yang saya tulis seminggu yang lalu, berikut
> ini saya kirimkan laporan yang ditulis oleh anggota rombongan kami, Derry
> Pancadarma.
>
> Laporan Assessment di Banda Aceh
>
> Umum :
> Tim independen terdiri atas psikolog, dokter, ahli teknik, peg.swasta dan
> mahasiswa mewakili Yayasan Pulih Psikologi UI, Pelangi, Aceh Kita,
> Universitas Trisakti dan Yayasan Mandiri (KLH,BPPT,swasta). Berangkat
> tanggal 1 Januari 2005 malam dengan penerbangan gratis Adam Air dan tiba
> di Banda Aceh jam 11.45 malam. Yang dilakukan antara lain; membantu IOM
> (International Organization of Migration) untuk distribusi logistik ke
> 10 lokasi pengungsi di Banda Aceh ( kota) dan Aceh Besar (Lhok Nga),
> mendukung operasi evakuasi dan unloading di Bandara Blang Bintang,
> pengamatan tipologi camp pengungsi (kondisi, kebutuhan dasar),
> identifikasi kebutuhan jangka menengah, identifikasi simpul-simpul lokal
> dan merajut simpul-simpul relawan yang ada di Banda Aceh dan sekitarnya.
> Tim kembali ke Jakarta tanggal 5/6 Januari 2005 sebagiannya via Medan
> secara mandiri didukung oleh network Wanadri dan Mandiri sementara tim
> Pulih tinggal lebih lama.
>
> Pengamatan :
> Kondisi pengungsi :
> · Lokasi pengungsian umumnya di gedung pemerintahan ( DPRD, TVRI, Sosial)
> , Masjid dan alternatif terakhir adalah lapangan/kebun terbuka ( Posko 85)
> · Ditampung di tenda yang bervariasi dari yang baik sampai dengan
> seadanya, untuk yang tidak memiliki kesulitan akses, makanan instan
> relatif cukup. Beberapa memasak sendiri ataupun kolektif karena tidak
> terbiasa dengan makanan instan yang terus menerus. Pendirian tenda relatif
> baik walaupun lokasinya tidak beraturan, Disamping kamp pengungsi, cukup
> banyak yang ditampung di rumah-rumah warga baik kerabat ataupun kenalan.
> Masalah utama adalah sanitasi dan air bersih.
> · Dari 10 lokasi hanya satu yang memiliki cara pendataan yang cukup baik
> (nama, umur, kelamin, asal desa, anggota keluarga yang ada) yaitu di
> Masjid Baitussalam Ulee Kareng Banda Aceh dengan pengolompokan menurut
> balai/tenda penanmpungan.
>
> Kebutuhan saat ini :
> · Pendampingan dalam pengelolaan data pengungsi
> · Pembuatan sistem pencarian orang hilang.
> · Penyediaan air bersih
> · Sistem sanitasi ( MCK dan pembuangan limbah/sampah) sederhana yang
> memadai.
> · Penataan lokasi pengungsi yang lebih layak (lokasi tenda fungsional,
> limpasan air
· Penataan lokasi pengungsi yang lebih layak (lokasi tenda fungsional,
limpasan air hujan dan akses ke dapur dan MCK yang mudah.
· Pengelolaan sampah skala kecil ( mayoritas non-organik-bungkus mi,
kaleng, plastik, kardus) di tiap kamp pengungsi dan sampah organic sisa
makanan.
· Simpul informasi dan komunikasi di kamp pengungsi yang saling
berhubungan satu sama lain.
· Pendampingan psikologis
· Layanan kesehatan
· Pangan spesifik seperti kopi dan gula serta yang bergizi seperti kacang
hijau dan susu.
Yang telah dilakukan oleh banyak pihak antara lain :
· Operasi sumur bor 30 titik oleh PT Rekayasa Industri
· PMI dan Bulan Sabit Merah untuk relawan evakuasi, medik dan lain-lain
· Pengiriman Genset 500kVA dan 300kVA oleh PT.Pindad via PLN Pusat (
Bp.Mulyo Adji) dan 2 ambulan dDefender dan 1 mobile genset 5kVA ke
Meulaboh
· Layanan medik dan pengeboran air oleh Pompiers Sans Frontieres ( Perancis)
· Layanan medik oleh posko BRI, Posko DKI, Jawa Barat, PDI-P, PKS, Mer-C,
Dompet Dhuafa dan berbagai relawan luar negeri ( Cina, Korea, Malaysia,
Spanyol, AS dan lain lain).
· Dampingan psikologis oleh berbagai lembaga Pulih, Unicef, Save the
Children.
· Pencarian anak yatim piatu dengan cara memotret dan mendata nya kemudian
disebarkan ke kamp pengungsi lainnya..
· Fasilitasi dan penyaluran bantuan dan relawan oleh Forum LSM Aceh
· Upaya koordinasi oleh Satkorlak NAD
· Dukungan dalam berbagai bentuk antara lain oleh Global Rescue Network,
Walubi, Jaringan Relawan Kemanusiaan, posko BUMN dan lain-lain.
· Pemulihan simpul komunikasi berbasis wireless internet oleh Tim Air
Putih APJII ( Tabina-net di Jl.Teuku Umar)
· Komunikasi radio oleh RAPI
· Pembuatan website pencarian orang hilang oleh relawan IT
(www.acehmediacenter.or.id/id/missing)
Upaya yang dapat dilakukan saat ini :
· Menambah pasokan dan distribusi air bersih
· Mendampingi koordinator kamp untuk membangun sistem sanitasi yang layak
· Merancang ulang lokasi pengungsi agar layak dan memudahkan pendataan
· Membangun network dengan simpul-simpul lokal agar inisiatif yang datang
belakangan dapat ?connected? dengan yang telah ada.
· Membangun sistem pangkalan data relawan, pengungsi, orang, hilang,
kerusakan dan lain-lain.
· Melakukan proyeksi kebutuhan mendatang
Kebutuhan spesifik selain medik :
· Relawan dengan kemampuan perbengkelan misalnya; teknik mesin, elektronika.
· Relawan guru, ahli teknologi tepat guna
· Analis dan operator GIS oleh Yayasan Leuser Internasional di Medan
· Relawan integrasi sistem komunikasi/networks
· Ahli komunikasi radio
Beberapa alamat simpul lokal :
Satkorlak di Pendopo - Budi Atmadja - 0651 34503
Posko Kita Lambuk - Andi, Budi - 0651 33619, 0868 11017311, 0868 110 17312
Posko Yayasan Leuser - Teddy Gunawarman - 0811 615558
Yayasan Orangutan - Ian Singleton - 0815 3054420, 0813 62168504
Staf Bapedal NAD - Mansyur Musa - 0812 6920606
PKS NAD - Tgk.Raihan Iskandar - 0651-70043
IOM - Nelly/Siprianus - 0651 40013
Kongetsu Shinjukai - Ade Muhammad - 0813 18106312
Mahasiswa di Unsyiah - Agam Safrizal - 0813 600 14065
Laboratorium RS Zainul Abidin - Amiruddin - 0651 40863
Teknisi Genset RSZA - Mulyadi - 0812 698 3665
BKO Zeni (komandannya) - Letkol.Diding - 0813 671 8525
Posko DKI Blang Bintang - dr. Rizal -
RAPI Lokal - 0868 1212 8640, 0868 1212 8645
Kodam Iskandar Muda - 0868 1212 8643
BRKP - Bp.Sutrasno - 0816 163 5097
- Bp.Totok - 0815 163 5097
Ibu Rita dan bp. Salamuddin di Meunasah Papeun -
Prakarsa masyarakat yang terpantau antara lain :
· Posko 85 yang terletak di kebun kelapa dipimpin oleh sdr.Mulyadi yang
berdomisili di Sigli dan aktif menggalang dukungan bagi pengelolaan lokasi
kamp.
· Masyarakat di sekitar meunasah Papeun ( masjid Hidayatul Islam)
· Pesantren terpadu Nurul Hikmah Aceh Besar menawarkan pendidikan gratis
bagi anak yaitim piatu usia 9-15 tahun dan yang orang tuanya kehilangan
kemampuan ekonomi
· Membuat papan informasi orang hilang sederhana di camp pengungsi.
· Terbit kembalinya harian Serambi Indonesia yang saat ini didistribusikan
di Posko Pendopo Gubernuran NAD.
Prakarsa ke depan antara lain :
· Peremajaan kebun kelapa di pesisir (dapat berperan sebagai
tsunami-net) sekaligus potensi ekonomi rakyat.
· Penanaman kembali mangrove ( sebagai pengurang daya tsunami di pesisir)
· Pemanfaaan kembali desain rumah tradisional Aceh ( rumoh Aceh)
· Membangun system komunikasi peringatan dini sampai ke tingkat lokal (
desa/gampong)
· Memperkuat simpul-simpul lokal agar mampu berpartisipasi aktif dalam
pembangunan kembali Aceh.
· Memperkuat koordinasi antara lembaga-lembaga pemerintah dan donor
pembangunan kembali Aceh.
Penutup :
Informasi di sini diambil sebagian besar di lapangan ditambah informasi
dari mailing list : mandirifound-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx,
itb76-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx,
dikmenjur-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, email antar berbagai
kalangan, surat kabar dan
obrolan ringan.
Tim ini terdiri atas :
Jasli, Inest, Hendra/Gegep, Hartono, mbak Toet, Livia, JQ, Riska, Pungki,
dr Ratih, Titi, Nina, Herman, Wahid, Yan, Derry yang telah memperkuat
solidaritas dan persahabatan.
Jakarta, Januari 2005
Derry Pantjadarma
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.1175 9942
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|