Terima kasih banyak atas penjelasan itu.
----- Original Message -----
From: "Syafril Hermansyah"
<syafril-htT58Lpzl+O75oZsimaj59HuzzzSOjJt@xxxxxxxxxxxxxxxx>
To: <itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Saturday, October 16, 2004 8:00 PM
Subject: [itb77] Fw: [yonsatu] Re: Pertanyaan mengenai panglima & gubernur
> Ini koreksi dari rekan Mahawarman lain.
>
> Begin forwarded message:
>
> Date: Fri, 15 Oct 2004 20:08:46 -0700 (PDT)
> From: Doddy Samperuru <samperuru1-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
> To: yonsatu-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx
> Cc: TeknologiStrategiMiliter-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
> Subject: [yonsatu] Re: [itb77] Pertanyaan mengenai panglima & gubernur
>
>
> WCDS,
>
> Sedikit tambahan utk menjawab beberapa pertanyaan:
>
> Question: Apa sih bedanya antara panglima, kepala
> staf, komandan jendral, dan komandan?
> Answer: secara umum, pimpinan suatu unit/komando
> militer dinamakan Komandan (English: Commander,
> Commandant). Komandan yg satu report ke komandan yg
> menjadi atasannya, begitu seterusnya mengikuti
> organigram sampai suatu saat mentok ke Komandan yg
> paling tinggi. Komandan puncak inilah yg umumnya
> (tidak harus, tidak selalu) disebut Panglima. Di atas
> Panglima masih ada lagi, tergantung organisasinya &
> nama Panglimanya. Di Indonesia, yg paling tinggi
> adalah Presiden yg bergelar Panglima Tertinggi
> (Commander in Chief) TNI. Di bawahnya baru Panglima
> TNI (Chief of Armed Forces). Kepala Staf (Chief of
> Staff) umumnya sebutan utk pemimpin suatu matra & di
> Indonesia mereka report ke Panglima TNI. Disebut
> Kepala Staf karena beliau membawahi berbagai staf
> fungsional organisasi di matranya.
> Komandan Jendral (Danjen) sering dipakai utk
> memberikan arti lebih dari sekedar Komandan.
>
> Q: Perubahan apa yg terjadi dlm Koppasus wkt
> pimpinannya berubah dari DanKoppasus menjadi
> DanJenKoppasus?
> A: Koreksi sedikit, yg benar adalah Kopassus (dobel S,
> bukan dobel P). Perubahan nama komandan terjadi pada
> waktu pemekaran Kopassus di tahun 1996 di jaman
> Brigjen Prabowo. Dankopassus berpangkat Brigjen,
> sementara Danjen Kopassus pangkatnya Mayjen krn
> Kopassusnya menjadi lebih besar. Fungsinya 100% sama
> saja sbg Komandan, cuman mungkin Boss Probowo merasa
> "lebih" kalau gelarnya DanJEN :).
>
> Q: Kalau Koppasus (AD) dipimpin DanJen, yg lain bgmn:
> Marinir (AL), PasKhas (AU), BriMob (PolRI)?
> A: Kormar: Dankormar, pangkatnya Mayjen; Korps
> Paskhasau: Danpaskhasau, Marsma; Korps Brimob: Dan
> Korps Brimob, Brigjen.
>
> Q: Mengapa keempatnya bukan dipimpin Panglima spt
> Kostrad? Atau kenapa Kostrad tdk dipimpin oleh Dan
> /DanJen?
> A: Mengapa pimpinan Kostrad disebut Panglima, bukan
> sekedar Komandan, kita harus lihat sejarahnya. Saat
> didirikan dulu (6 Maret 1961), sesuai namanya yg
> memakai status "cadangan", Kostrad tak mempunyai
> banyak pasukan. Pada saat itu, satuan tempur yang
> berada di bawah kendalinya hanya satu brigade
> infanteri (bandingkan dengan sekarang yang membawahi
> dua divisi infanteri). Di masa awal dulu, jika Kostrad
> akan menggelar operasi skala besar (di atas satu
> brigade infanteri), Kostrad harus meminjam satuan
> tempur di bawah Kodam yang ada (istilah teknis
> militernya: BKO ke Kostrad). Nah, agar komandannya
> Kostrad bisa leluasa meminjam & menggerakkan pasukan
> pinjaman Kodam & juga bisa setara berkomunikasi dgn
> komandannya Kodam (Pangdam), maka diputuskanlah
> namanya Panglima Kostrad (Pangkostrad). Sekarang
> malahan pangkat Pangkostrad (Letjen) satu bintang di
> atas Pangdam (Mayjen), dikarenakan nilai
> kestrategisannya, cakupan wilayahnya & juga jumlah
> pasukannya (dua divisi: sekitar 30rebu kepala),
> melebihi Kodam.
>
> Q: Apa sih fungsi komando cadangan strategis?
> A: Dulu tahun 50-an & 60-an, jaman penuh pergolakan di
> seantero Ibu Pertiwi, sering Kodam wilayah ttu tak
> mampu menanggulangi sendirian pemberontakan di
> wilayahnya. Kodam tsb perlu dibantu satuan tempur dari
> Kodam di lain wilayah. Makalah Korps Cadangan AD
> dibentuk sbg sebuah komando yg dapat mengerahkan
> pasukan dari Kodam manapun utk ditempatkan di daerah
> Kodam manapun yg memerlukannya. Kalau tak dibutuhkan,
> yah pasukannya dikembalikan ke asalnya masing2. Inilah
> maksud kata "cadangan" di sini. Tahun 1963, Korps ini
> berubah nama menjadi Kostrad (Komando Cadangan
> Strategis AD).
> Itu dulu. Sekarang, dgn berkekuatan dua divisi
> infantri tempur yg mobile (tiga brigade tempur berisi
> 9 Yonif, 2 resimen artileri medan berisi 6 batalyon, 1
> resimen arhanud berisi 2 batalyon, 2 batalyon lapis
> baja & 2 batalyon zipur) Kostrad telah berubah bukan
> hanya sbg "cadangan" saja, melainkan sbg ujung tombak
> TNI-AD. Walaupun di bawah pembinaan KSAD, Kostrad
> tunduk langsung pada perintah Panglima TNI utk
> penugasan di seluruh wilayah RI.
>
> Q: Mengapa AD, AU, & AL dipimpin oleh Kepala Staf, &
> PolRI dipimpin oleh KaPolRI, bukan Panglima?
> A: Di Indonesia, Panglima TNI berfungsi sbg executive
> agent thd "commander of combatants command" (komandan
> komando/unit tempur). Simpelnya Panglima TNI dapat
> memerintahkan pasukan tempur yg diambil dari berbagai
> matra utk perang. Kepala Staf masing2 matra
> bertanggung jawab di bidang pembinaan (meliputi
> rekruting, organisasi, suplai, peralatan, servis,
> mobilisasi & demobilisasi, administrasi &
> pemeliharaan) atas pasukannya.
> Mengapa disebut Kepala Polri, bukan Panglima Polri ?
> Tidak tahu jawaban pasti. Mungkin sebutan Panglima
> lebih sreg utk institusi militer saja. Sementara
> Kepala Polri merunut dari Bhs Inggris: Chief of
> Police.
>
> Q: Mengapa Kodam dipimpin oleh Panglima, sedangkan
> Kodim & Koramil dipimpin oleh Komandan? Bgmn dgn AL,
> AU, & PolRI di tingkat propinsi, kab/kot, & kecamatan?
> A: Kodam, Korem, Kodim & Koramil (& Babinsa) adalah
> bagian dari Komando Teritorial (Koter) di AD. Sesuai
> naturnya bahwa manusia hidup di teritorial darat,
> Koter lebih diterapkan oleh AD.
>
> Salam,
> Doddy-Ekek 25
>
>
> Date: Thu, 14 Oct 2004 11:01:05 +0700
> From: Syafril Hermansyah <syafril-OWdeXufdmv3Nl5DuOh8T8A@xxxxxxxxxxxxxxxx>
> Subject: [yonsatu] Re: [itb77] Pertanyaan mengenai
> panglima & gubernur
>
> On Thu, 14 Oct 2004 10:06:26 +0700
> Donaldy Sianipar wrote:
>
> > Saya bener2 mau nanya nih, krn Anda kan alumni
> Mahawarman. Kali ini serius, ngga ada hubungannya dgn
> tulisan2 saya sblmnya mengenai agama, koalisi, bahkan
> bukan juga militerisme.
> ---cut---
>
>
>
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
> http://promotions.yahoo.com/new_mail
>
>
> --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
> Arsip : <http://news.mahawarman.net>
> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
> Other Info : <http://www.mahawarman.net>
>
>
>
>
> --
> syafril
> -------
> Syafril Hermansyah<syafril-htT58Lpzl+O75oZsimaj59HuzzzSOjJt@xxxxxxxxxxxxxxxx>
>
> List Administrator/Moderators
> yonsatu/anggota-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx
>
>
> --
> Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
> Yayasan ITB 77
> Yayasan Bhakti Ganesha
> Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
> Rekg No.025.01.23831.00.8
>
> BCA KCP - Tebet
> Rekg No.092.3000850
>
> BNI Cabang Tebet
> Rekg No.120.000000872.001
>
> Webnews & Online archive:
> http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
>
>
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.120.000000872.001
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|