On Tue, 12 Oct 2004 08:31:46 +0700
bp-Z1dpnsVmcXIMaY++rXgPVg@xxxxxxxxxxxxxxxx wrote:
> hhmmmm.... manusia memang diciptakan berbeda satu dengan lainnya, supaya
> mereka saling berinteraksi dan membangun bangsanya masing2. Apakah kultur yang
> plural itu lebih merugikan dibandingkan dengan kultur yang mono ??? aku rasa
> tidak juga, sepanjang kita bisa melakukan kesplorasi internal atas semua
> perbedaan tersebut.
Bagaimana bisa maju kalau setiap orang punya interpretasi sendiri-2x mengenai
apa yg disebut baik/buruk, yg disebut kemajuan/kemunduran.
Bukankah kalau kita rapat/meeting/bermusyawarah yg pertama harus disamakan
adalah"terminiloginya" dulu ? Tanpa terminologi (pemahaman yg sama utk
kata/istilah tertentu) maka rapat jadi ruwet bin babaliut.
Sok coba ajah musyawarah utk mufakat dgorang 10 yg masing-2x cuma bisa ngomong
bahasa sukunya sendiri dan tidak mengerti atau tidak mau ngerti omongan suku
lain, hasil rapat pasti adalah "go minum paramex" :-)
Untuk bisa bermufakat harus berangkat dari sesuatu yg sama (sekecil apapun
persamaan itu), bukan dari sesuatu yg berbeda (aneh malah kalau hasilnya bukan
sepakat utk tidak sepakat).
--
syafril
-------
Syafril Hermansyah
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77
Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
BCA KCP - Tebet
Rekg No.092.3000850
BNI Cabang Tebet
Rekg No.120.000000872.001
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|