Barangkali ada yang belum membaca:
Ditertawakan
----------------
Penampilan kendaraan bermotor pertama Toyoda jauh dari gemerlapan. Wujudnya
truk, model G-1. Kiichiro Toyoda sebenarnya berniat memulai produksi dengan
membuat mobil sedan. Namun, berbagai masalah teknis ditambah situasi pasar
waktu itu menyebabkan kami memutuskan untuk mengawali produksi dengan membuat
truk.
[?]
Entah karena rancangannya buruk atau mungkin karena metoda produksinya masih
manual. lubang-lubang baut banyak yang tidak pas. Akibatnya, kami semua harus
mengerahkan tenaga untuk menarik dan mendorong sampai baut-baut terpasang semua.
Tentu saja, akhirnya kendaraan pertama itu selesai juga. Bunyi mesinnya ?
ketika
pedal gas untuk pertama kali dipijak ? seakan-akan tangisan pertama bayi yang
baru lahir. Industri mobil Jepang yang masih bayi, ternyata hidup ! Uji coba
berjalan lancar, dan 4 hari kemudian truk kedua selesai dibuat. Dua hari
setelah itu, truk nomor tiga. Kami dari bagian penjualan pun sudah siap dengan
bahan-bahan promosi. Kami semua ternyata berhasil menepati batas waktu yang
dijadikan ancang-ancang.
Sehari sebelum truk pertama produksi perusahaan Toyoda diresmikan, saya ikut
dengan iringan kecil mobil-mobil itu ke Tokyo. 250 km dari lokasi pabrik. Di
tengah jalan, truk pertama rusak. Untung kami membawa suku cadang sehingga
kerusakan dapat diperbaiki.
[?]
?Di Jepang, di mana produsen-produsen mobil luar negeri sudah memiliki
pabrik-pabrik besar,? katanya,?pengembangan industri mobil dalam negeri pasti
sulit. Namun, apabila kita tidak bertekad untuk mengatasi setiap kesulitan yang
timbul, tidak pernah akan dapat ditegakkan industri mobil asli Jepang.?
[?]
Sejak truk Toyoda pertama terjual. selalu ada saja keluhan yang masuk. Bahkan
bisa dibilang setiap hari pasti ada satu truk Toyoda yang rusak. Para
pemiliknya tentu saja sangat jengkel, sementara berbagai surat kabar bisnis
menertawakan kendaraan Toyoda dalam artikel-artikel mereka. Satu di antaranya
memasang foto truk G-1 yang ambruk dengan dibubuhi komentar ?Toyoda sedang
melakukan semadi Zen.? Kami merasa sangat terpukul, tetapi kami membulatkan
tekad untuk berjuang sekuat tenaga menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi.
Kami juga berniat merebut kembali kepercayaan para pelanggan melalui pelayanan
purnajual yang sempurna dengan perlengkapan suku cadang yang mutunya terus
meningkat. Tetapi keluhan masih begitu banyak sehingga para petugas teknik dari
penyalur yang hanya satu, merasa kewalahan. Kami terpaksa mengirim teknisi kami
untuk membantu.
[?]
Gaji permulaan saya di Toyoda, tepat separuh dari yang saya terima di General
Motor. Kami mulai bekerja pukul 07.00 sampai hari sudah lama gelap. Dalam
sebulan, waktu istirahat saya hanya 2 hari, tetapi saya tidak pernah merasa
diperas. Kiichiro Toyoda, majikan kami bekerja berdampingan dengan kami. Ia
bahkan bekerja lebih keras.
--------------
Diambil dari kisah Seisi Kato, Pendiri Toyota, dalam Kisah-kisah sukses
pebisnis
dunia, Intisari, seri biografi, Oktober 2003.
Komentar :
-------------
Mirip kisah IPTN / PT DI, ketika menyelenggarakan Indonesian Airshow beberapa
tahun yang lampau sebelum krismon. Banyak ?penonton? dalam negeri yang
berkomentar tentang CN-235 : ?Wah, hebat, bisa terbang? sambil tertawa
melecehkan.
Mirip kisah ?perjuangan? tim TI-KPU, yang diserang bertubi-tubi, akibat
perubahan
budaya penyaluran data pemilu, juga akibat adanya pihak yang ingin
ber?partisipasi?. :D
Kalau pemilu jaman orde baru, arsipnya saja sampai sekarang nggak ada, kata
Kepala kantor Arsip Nasional beberapa waktu yang lalu. Jadi, sebenarnya pemilu
yang berkali-kali diadakan di jaman orde baru itu sebenarnya ada atau tidak,
sih ?
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0407/15/opini/1148219.htm
Mudah-mudahan pemilu sekarang ada arsipnya, yang sudah dirintis sejak pemilu
1999 kemaren. Agar generasi berikutnya bisa belajar dari kesalahan masa lalu
dan masa kini, serta tidak mengulangi kesalahan itu.
Mudah-mudahan, teman-teman yang masih ketinggalan di PT DI selalu menabung
prestasi dari sedikit, demi sedikit, serta punya semangat tahan banting yang
tidak kalah dengan Seisi Kato, salah seorang bapak Toyota.
On Fri, 06 Aug 2004 12:35:06 +0100 Saiful Ridwan (SR) wrote:
> Menurut Hatta, penggunaan produksi sendiri akan
> menghidupkan industri. Sedangkan industri yang hidup
> dan berkembang akan menghasilkan inovasi-inovasi baru
> yang diperoleh lewat riset dan development. Riset dan
> pengembangan ini haruslah mendapat porsi yang besar
> dalam industri agar kita bisa mandiri dan tidak kalah
> bersaing dengan negara lain.
:shy:
-
SureMail --> 1001 Mb storage ! http://mail.suredid.com Let's make things bigger
!
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|