logo       

Re: Menristek: Pakailah Produk Sendiri Agar Teknologi Kita: msg#00023

Subject: Re: Menristek: Pakailah Produk Sendiri Agar Teknologi Kita
Barangkali ada yang belum membaca:

Ditertawakan
----------------
Penampilan kendaraan bermotor pertama Toyoda jauh dari gemerlapan. Wujudnya 
truk, model G-1. Kiichiro Toyoda sebenarnya berniat memulai produksi dengan 
membuat mobil sedan. Namun, berbagai masalah teknis ditambah situasi pasar 
waktu itu menyebabkan kami memutuskan untuk mengawali produksi dengan membuat 
truk.
[?]
Entah karena rancangannya buruk atau mungkin karena metoda produksinya masih 
manual. lubang-lubang baut banyak yang tidak pas. Akibatnya, kami semua harus 
mengerahkan tenaga untuk menarik dan mendorong sampai baut-baut terpasang semua.

Tentu saja, akhirnya kendaraan pertama itu selesai juga. Bunyi mesinnya ? 
ketika 
pedal gas untuk pertama kali dipijak ? seakan-akan tangisan pertama bayi yang 
baru lahir. Industri mobil Jepang yang masih bayi, ternyata hidup ! Uji coba 
berjalan lancar, dan 4 hari kemudian truk kedua selesai dibuat. Dua hari 
setelah itu, truk nomor tiga. Kami dari bagian penjualan pun sudah siap dengan 
bahan-bahan promosi. Kami semua ternyata berhasil menepati batas waktu yang 
dijadikan ancang-ancang.

Sehari sebelum truk pertama produksi perusahaan Toyoda diresmikan, saya ikut 
dengan iringan kecil mobil-mobil itu ke Tokyo. 250 km dari lokasi pabrik. Di 
tengah jalan, truk pertama rusak. Untung kami membawa suku cadang sehingga 
kerusakan dapat diperbaiki.
[?]
?Di Jepang, di mana produsen-produsen mobil luar negeri sudah memiliki 
pabrik-pabrik besar,? katanya,?pengembangan industri mobil dalam negeri pasti 
sulit. Namun, apabila kita tidak bertekad untuk mengatasi setiap kesulitan yang 
timbul, tidak pernah akan dapat ditegakkan industri mobil asli Jepang.?
[?]
Sejak truk Toyoda pertama terjual. selalu ada saja keluhan yang masuk. Bahkan 
bisa dibilang setiap hari pasti ada satu truk Toyoda yang rusak. Para 
pemiliknya tentu saja sangat jengkel, sementara berbagai surat kabar bisnis 
menertawakan kendaraan Toyoda dalam artikel-artikel mereka. Satu di antaranya 
memasang foto truk G-1 yang ambruk dengan dibubuhi komentar ?Toyoda sedang 
melakukan semadi Zen.? Kami merasa sangat terpukul, tetapi kami membulatkan 
tekad untuk berjuang sekuat tenaga menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi. 
Kami juga berniat merebut kembali kepercayaan para pelanggan melalui pelayanan 
purnajual yang sempurna dengan perlengkapan suku cadang yang mutunya terus 
meningkat. Tetapi keluhan masih begitu banyak sehingga para petugas teknik dari 
penyalur yang hanya satu, merasa kewalahan. Kami terpaksa mengirim teknisi kami 
untuk membantu.

[?]
Gaji permulaan saya di Toyoda, tepat separuh dari yang saya terima di General 
Motor. Kami mulai bekerja pukul 07.00 sampai hari sudah lama gelap. Dalam 
sebulan, waktu istirahat saya hanya 2 hari, tetapi saya tidak pernah merasa 
diperas. Kiichiro Toyoda, majikan kami bekerja berdampingan dengan kami. Ia 
bahkan bekerja lebih keras.

--------------
Diambil dari kisah Seisi Kato, Pendiri Toyota, dalam Kisah-kisah sukses 
pebisnis 
dunia, Intisari, seri biografi, Oktober 2003.

Komentar :
-------------
Mirip kisah IPTN / PT DI, ketika menyelenggarakan Indonesian Airshow beberapa 
tahun yang lampau sebelum krismon. Banyak ?penonton? dalam negeri yang 
berkomentar tentang CN-235 : ?Wah, hebat, bisa terbang? sambil tertawa 
melecehkan.

Mirip kisah ?perjuangan? tim TI-KPU, yang diserang bertubi-tubi, akibat 
perubahan 
budaya penyaluran data pemilu, juga akibat adanya pihak yang ingin 
ber?partisipasi?. :D

Kalau pemilu jaman orde baru, arsipnya saja sampai sekarang nggak ada, kata 
Kepala kantor Arsip Nasional beberapa waktu yang lalu. Jadi, sebenarnya pemilu 
yang berkali-kali diadakan di jaman orde baru itu sebenarnya ada atau tidak, 
sih ? 

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0407/15/opini/1148219.htm

Mudah-mudahan pemilu sekarang ada arsipnya, yang sudah dirintis sejak pemilu 
1999 kemaren. Agar generasi berikutnya bisa belajar dari kesalahan masa lalu 
dan masa kini, serta tidak mengulangi kesalahan itu.

Mudah-mudahan, teman-teman yang masih ketinggalan di PT DI selalu menabung 
prestasi dari sedikit, demi sedikit, serta punya semangat tahan banting yang 
tidak kalah dengan Seisi Kato, salah seorang bapak Toyota. 

On Fri, 06 Aug 2004 12:35:06 +0100 Saiful Ridwan (SR) wrote:
> Menurut Hatta, penggunaan produksi sendiri akan
> menghidupkan industri. Sedangkan industri yang hidup
> dan berkembang akan menghasilkan inovasi-inovasi baru
> yang diperoleh lewat riset dan development. Riset dan
> pengembangan ini haruslah mendapat porsi yang besar
> dalam industri agar kita bisa mandiri dan tidak kalah
> bersaing dengan negara lain.

:shy: 



-
SureMail --> 1001 Mb storage ! http://mail.suredid.com Let's make things bigger 
!



--  
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 
Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha 
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet  
Rekg No.025.01.23831.00.8 

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>