logo       

Re: Politik 77 - Kampanye nih: msg#00119

Subject: Re: Politik 77 - Kampanye nih
Menuju Bangsa Mandiri
Dengan PNI Marhaenisme 
Jasli Djamarus

 ?Menjadi tuan di negeri sendiri,? itulah tentunya
yang diinginkan oleh para pendiri Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI). Namun melihat kenyataan
yang ada pada saat ini, mudah kita katakan apa yang
terjadi saat ini masih jauh dari keinginan tersebut.
Terpuruknya sendi-sendi kehidupan akhir-akhir ini,
menandakan bahwa sebagai bangsa kita telah gagal dalam
mengisi kemerdekaan ini. Bahkan hal ini menandakan
bahwa kehidupan kita berbangsa telah terbelenggunya
kembali oleh penjajahan bangsa lain, tentunya dalam
bentuk yang berbeda.
Memang tidak dapat diingkari bahwa perkembangan dunia
yang bersifat global dewasa ini, khususnya dalam
bidang ekonomi telah pula berdampak dalam perkembangan
fisik di Indonesia. Namun perlu dicermati siapakah
yang menikmati perkembangan dan pembangunan ini? dan
dengan cara apa mereka mendapatkannya? Tidak sulit
bagi kita untuk melihat bahwa yang menikmati
pembangunan yang terjadi di negara ini hanyalah
segelintir orang. Mereka ini sebagian besar adalah
kaum elit telah menyalahgunakan kekuasaannya pada
zaman orde baru, atau mereka yang telah
berkongklomerasi dengan kaum elit tersebut.
Jelas hal ini berbeda dengan semangat kemerdekaan yang
bercita-cita mensejahterakan kehidupan bangsa ini.
Kehidupan rakyat banyak yang biasa disebut sebagai
kaum Marhaen tidaklah banyak berubah. Dari hari ke
hari dari waktu ke waktu mereka hanya menjadi
penonoton di negeri sendiri yang telah mereka
merdekakan melalui partai yang mereka buat pada tahun
1927, Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang berhaluan
Marhaenisme, yaitu partai yang memperjuangkan
kesejahteraan kaum buruh, kaum tani dan nelayan, kaum
pedagang serta semua semua rakyat banyak yang
merupakan kelompok mayoritas bangsa Indonesia ini.
PNI Marhaenisme pernah mengalami kejayaan dimasa lalu,
pernah menjadi partai terbesar di Republik ini. Hal
ini disebabkan adanya pengertian antara rakyat dengan
pimpinan PNI pada waktu itu. Pimpinan yang
memperjuangkan aspirasi rakyat, pimpinan yang
dipercaya dan pimpinan yang menjadi panutan. Saat ini
menjelang Pemilihan Umum 2004, PNI mempunyai
kesempatan untuk bangkit kembali bersama-sama para
kaum Marhaen untuk membangun Indonesia yang
dicita-citakan, Indonesia yang mensejahterakan rakyat
banyak yaitu kaum Marhaen. Untuk itu perlu
disebarluaskan kembali paham Marhaenisme yang
menginginkan rakyat yang dapat menolong diri sendiri
(mandiri), rakyat yang merdeka baik secara politik,
maupun ekonomi. Bila saja PNI Marhaenisme ini dapat
kembali menggalang kekuatannya, maka itulah saatnya
bangsa Indonesia akan bangkit kembali menjadi bangsa
besar, bangsa mandiri yang disegani dunia
Internasional.


__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - More reliable, more storage, less spam
http://mail.yahoo.com


--  
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977 
Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha 
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet  
Rekg No.025.01.23831.00.8 

Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>