Catatan:
1. Terminologi "pembekalan", kata orang, pernah dipopulerkan oleh Bapak
kita, Harmoko, selain terminologi "Atas petunjuk .....". Di dunia politik,
orangnya sudah digusur. Namun terminologinya masih berlaku.
2. Caleg = calon legislkatif
3. Angleg = anggota legislatif
4. Bekal ke- 1, dari Budiarto Shambazy
[...]
Seperti biasanya, di masa Orde Baru itu, yang namanya anak buah pasti
kebagian menyiapkan pidato bos. Maklum, kemampuan bahasa Inggris sang bos
pas-pasan. Kalau baca paper, si bos seperti anak SD yang sedang belajar
mencongak.
Maka, sang bos dengan rasa percaya diri yang tebal, seperti dompetnya, masuk
ke ruang sidang. Tetapi, baru beberapa detik lirik kanan lirik kiri, dia
kaget dan panik karena topik yang dibahas sidang tak ada hubungannya dengan
pidato yang sudah diketik rapi.
Wajah sang bos yang duduk di kursi langsung pucat. Keringat dinginnya
mengalir deras seperti curah hujan di Jakarta belakangan ini.
[...]
lengkapnya:
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0402/21/utama/869824.htm
5. Bekal ke- 2, dari M. Cholil Bisri
[...]
Kalau saya (atau siapa saja) sedang minder, kepercayaan diri saya (atau
siapa saja) pasti akan sirna, atau setidaknya akan keceret-ceret seperti si
Boss yang diceritakan Mas Budiarto itu, daripada malu-maluin atau
dipermalukan orang. Orang yang tidak punya rasa malu memang kepercayaan
dirinya akan over, sangat over, sampai ke batas keterlaluan. Dia tidak akan
pernah "merasa tidak bisa". Yang senantiasa melekat pada dirinya adalah
"tidak bisa merasa". Orang yang tidak punya rasa malu yang "tidak bisa
merasa" itu akan berbuat semau-maunya. Tidak pernah akan peduli terhadap
(penderitaan) orang lain.
[...]
lengkapnya:
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0403/06/opini/885504.htm
6. :D
salam,
witarto
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|