Mas untung,
Mengenai demam berdarah, sudah diketahui bahwa carier virus
tersebut adalah Aedes aeypti jadi bukan karena jarum suntik atau
sentuhan,
dan yang menarik nya bila nyamuk tersebut sudah membawa virus
tersebut ! maka telur yang di keluarkannyapun mengandung virus tsb.
Satu telur yg betina tentunya mempunyai kemampuan bertelur 600 s/d
800 telur dengan kemampuan menetas 40 %.
mengenai jentik Aedes yang tidak bisa menetas di air yang bergerak
itu benar ! jadi usahakan jangan sampai bak mandi kita nggak di
pakai seharian atau tidak ada aktifitas( mandi cuci tangan/kaki),
kalau bak mandinya selalu dipergunakan maka tidak akan ada jentik
nyamuk Aedes
yang ada jentik nyamuk lain.
Siklus hidup Aedes: Telur ? larva ? pupa ? dewasa
1-2 hr 4-5 hr 1-2 hr.
dengan siklus hidupnya kita ketahui maka sebaiknya bak mandi kita
sikat seminggu sekali artinya tidak memberikan kesempatan pada
telur yang menempel untuk menetas.
Biar di ketahui bahwa telur Aedes akan menetas pada saat yang
memungkin bagi dia untuk menetas, paling tidak air harus diam selama 24
jam !
kapan ??? biasanya waktu rumah ditinggalkan untuk week end atau lagi
pergi keluar kota. jadi kalau pergi sebaiknya bak mandi di kosongkan.
Bak mandi bukan tempat yang favorit bagi Aedes karena biasanya airnya
selalu di gunakan sehari - hari. Justru yang dikuatirkan adalah
genangan air yang lain yang perlu kita waspadai !!! karena nyamuk Aedes
hanya membutuhkan genangan air yang sedikit dan adanya ditempat
yang tidak terkena langsung matahari untuk meletakan telurnya. Nah
tergantung dari genangan tadi bila diam maka dalam waktu 1 - 2 hr
kemudian
akan menjadi jentik.
Jadi selain rajin membersihkan bak mandi, kita juga harus rajin
melihat sekitar rumah kita kalau kalau ada tempat yang memungkin kan sang
nyamuk
untuk meletakan telurnya. Tempat minum burung ?, buangan air AC ?, sisa
air di botol aqua ?
Mudah-mudahan bisa memberikan masukkan.
Salam, Ferry
"Untung
Adinyoto" To:
<itb77-DzvTHOYnpijC7bRqMaDpLA@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx>, "Hans Christian Nataniel"
<untung-xWybrv//jig@xxxxxxxxxxxxxxxx
<hcn_26@xxxxxxxxxxx>, <amar@xxxxxxxxx>, "Joseph Tjendra"
o.id>
<jos-VmM1jE6IziUcd76XWCRdsQ@xxxxxxxxxxxxxxxx>, "Renard"
<R.Simanjuntak-7WuBAv+fczAiKBG13bX0Xw@xxxxxxxxxxxxxxxx>, "Beki"
<bektilelono-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>, "Hari Susanto"
<hari.susanto-h1oyYwCAodq8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx>,
03/05/2004 "Retha"
<maretha.salam-VUaI/q5SnyM@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx>, "Ryanta"
03:35 PM
<Ryanta-9abuoSzDkmaugyZUl98gAwC/G2K4zDHf@xxxxxxxxxxxxxxxx>, "Supardi Tan"
<stan-EoLpiK8YQHmez0ei9/+7zw@xxxxxxxxxxxxxxxx>, "Veronica
Please Tampubolon"
<Veronica.Tampubolon-iiNoZ4/QEuJWk0Htik3J/w@xxxxxxxxxxxxxxxx>, "Dini Shanti
Purwono"
respond to
<dini.s.purwono-8cARQ60S2jlWk0Htik3J/w@xxxxxxxxxxxxxxxx>, "Agatha Belinda"
itb77
<agatha.belinda-aza0MQdTAYOVipEudrP1YA@xxxxxxxxxxxxxxxxx>, "Allen Jordan"
<allen.jordan-SIwhzIa0y5AthKLAdYWCFw@xxxxxxxxxxxxxxxxxx>, "Helmy Yusman"
<helmy-sHKsAxIhSxdgoHlPtYpdqQ@xxxxxxxxxxxxxxxx>,
"Herman"
<hermanbg_2000-sJll5ZL6roY@xxxxxxxxxxxxxxxxxxx>,
<binaDessi.Kiswanti-iiNoZ4/QEuJWk0Htik3J/w@xxxxxxxxxxxxxxxx>,
"Bien Costan"
<Bien.Costan-svTKMRprtG4@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx>, "Siendy K. Wisandana"
<siendy.wisandana-uOdJMXlgbPHkRb+A0MsK2Q@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx>, "Eri Budi
Shidartha"
<erib-ye5ytGD9MKPQT0dZR+AlfA@xxxxxxxxxxxxxxxx>, "aldric"
<aldric-IrDMb+CDzFQXsG3slPuFE123PH5Okh0x@xxxxxxxxxxxxxxxx>
cc:
Subject: [itb77] Re: Awas, Nyamuk
Biasa Juga Menyebarkan DBD!
Pak Aldric,
Terima kasih copy beritanya.
Komentar saya : Kalau di samping nyamuk Aedes Aegepti, juga nyamuk biasa
bisa menggigit darah penderita kemudian menggigit lain orang yang belum
kena DBD dan orang itu bisa tertular, pertanyaannya : Jangan-jangan jarum
suntik, sentuhan antar luka (perdarahan) bisa juga terjadi penularan dari
seorang penderita DBD ke orang lain yang kondisinya sedang lemah. Gimana
dok?
PSN yang 3M perlu dilengkapi dengan 2T.
Metoda 2T sangat mudah, tidak banyak buang enerji, tidak 2R (repot-repot),
tapi sudah saya buktikan penemuan saya (bukan dokter) ini sangat efektif
untuk pencegahan (bukan pemberantasan) nyamuk.
Filosofi metoda 2T : kacaukan terus-menerus permukaan air dalam bak terbuka
(tanpa ditutup) agar nyamuk tidak bisa bertelur, karena tenangnya permukaan
air adalah tempat yang nyaman untuk nyamuk bertelur.
Cara untuk melakukan metoda 2T (tetes-tetes): 1. Kuraslah bak air terbuka
dari jentik-jentik nyamuk (jika sudah ada jentik-nya), 2. Tutuplah
rapat-rapat kran air di bak air itu (sampai air sama sekali tidak mengalir
keluar dari kran), 3. Buka lagi kran itu dengan sedikit putaran cukup untuk
membuat air dari dalam kran keluar tertetes-tetes (perkirakan kecepatan
tetes-tetesan sedemikian hingga tercapai kekacauan permukaan air yang
maksimal). 4. Periksalah tiap pagi apakah sudah tidak ada jentik baru. 5.
Kalau sudah tidak ada jentik baru, maka sudah berhasil mencegah bertelurnya
nyamuk. Namun kalau ada jentik baru, cobalah periksa, mungkin tetes-tetesan
air terhenti (aliran/tekanan air terganggu dari pemasoknya). 6. Carilah
akal agar dapat dipastikan tetes-tetes air berlangsung terus-menerus
(non-stop) pada waktu kita tidur. 7. Kalau masih belum berhasil juga, boleh
e-mail saya, mari kita bersama-sama mencegah bertelurnya nyamuk-nyamuk
sedunia.
Salam,
Untung Adinyoto
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|