> Djasli,
> Sorry nih gua nggak sempat langsung dapat data
lapangan. Laporan
> singkatnya begini:
> 1. Buku sebagian besar adalah untuk SMU/SMP (mungkin
ada 9 kotak).
> Nyari komunitas yang membutuhkan buku semacam ini
agak susah (selama
> ini bukan prioritas LAPAK). Jadi baru sempat
terdistribusi selama
> hampir sebulan ini. Lokasinya di Desa Serpong
Kecamatan Serpong.
> Secara social-ekonomi memang sangat khas ternyata.
Yang sekolah
sampai
> SMU didaerah pinggiran kota adalah desa yang tidak
terlalu masuk ke
> pelosok tetapi juga tidak di tengah kota. Padahal
kota kayak Serpong
> khan katergorisasinya agak susah &..
kota-desa-desa/kota-kota/desa ?
> Tetapi alhamdulillah semua bisa tersalurkan. Ada
catatannya tapi gua
> belum bisa dapatkan.
> 2. Untuk buku-buku SD (3 kotak) masih di secretariat
LAPAK. Kita lagi
> ngatur strategi baru untuk intensif lagi di Cogrek.
Proses
partisipasi
> pertama melalui Dewan Sekolah lagi perlu dievaluasi
karena buntu.
> Akan lewat kualitas hidup anak; langsung ke kelas
dan PKK (tambah
> program gizi) &&. Lagi disusun. Tapi kegiatan
kongkrit jalan terus;
> lagi bikin 1 buah rak (seharga 250 ribu) untuk SD
Cogrek II. Buku
yang
> 3 kotak itu akan masuk bersama dengan rak,
diperkirakan sebulan lagi.
> 3. Rincian program selanjutnya belum bisa di-release
karena belum
> matang. Hasil kegiatan ini akan menjadi laporan
jaringan LAPAK di
> PUDSEA (Peri Urban Development in South East Asia;
inisiatornya
> Universitas Giesen, Jerman anggotanya dari kalangan
akademis, lsm dan
> pemerintah). Dalam rangka ini, LAPAK masih sangat
membutuhkan bantuan
> YBG (sementara ini prioritas pada anak seumur SD dan
yang lebih
muda).
>
> Thank you.
>
> Didit.-
Dibawah ini surat yang tertunda.
> Sorry Djas, ini surat yang nggak sempat terkirim
bulan Desember 2003.
>
> Djasli,
> Ini brosur LAPAK dan ide pengembangan disekitar
pendidikan daerah
> pinggiran kota.
>
> Prinsip kampung dapet apa ? dipakai dalam
menjalankan program ini.
> Waktunya tidak bisa sebentar dan juga tidak bersifat
insidental.
> Program ini ditempelkan pada kegiatan Jurusan
Perencanaan Wilayah &
> Kota - ITI yang kurikulumnya akan difokuskan pada
peri-urban;
misalnya
> di lokasi ini dipakai untuk kuliah pemetaan, studio
integral
> komunitas, studio proses partisipasi pembangunan
dsb. Konsepnya
adalah
> lokasi ini merupakan mitra belajar PWK ITI.
> Penekanan aspek yang akan ditangani adalah
pendidikan anak; hal ini
> ditentukan berdasarkan suvei awal dan
dikonfirmasikan pada
masyarakat.
> LAPAK pernah menjalankan program melalui pendekatan
legal-formal;
> dimulai dari kepala sekolah dan dewan sekolah.
Ternyata hasilnya
tidak
> seperti yang diharapkan; kalah cepat dengan program
pemerintah yang
> langsung mengucurkan dana. Kita akan coba melalui
pendekatan lainnya.
> Sementara omong-omong dan pengkondisian dilakukan
(dapat berlangsung
> beberapa bulan), perlu tetap memberi kesan bahwa
lokasi ini tidak
> dijadikan obyek. Salah satu program pengkondisian
ini adalah membantu
> membentuk dan menyempurnakan perpustakaan sekolah
(ada kurang lebih 5
> sekolahan, negeri dan swasta). Jadi kemitraan ini
bersifat jangka
> panjang. Bahkan ketika PWK ITI tidak melakukan
kegiatan kurikulum
> disini lagi, mereka merupakan jaringan sumber
belajar dan tetap bisa
> mengajak LAPAK untuk menyelesaikan masalah mereka.
> Sorry foto-foto kondisi gedung sekolah nggak sempat
disertakan karena
> lagi pada libur, nggak sempat scanning.
> Oh ya, semua kegiatan ini berusaha untuk tidak
menggunakan dana
> bantuan dari lembaga donor atau dari pemerintah.
Betul-betul dari
> pribadi yang terlibat. ITI pun nggak mengeluarkan
dana sepeserpun.
> Anggota tim nyari uang dari mroyek bareng dan
mengalokasikan
> sebagian pendapatannya untuk hal-hal alternative
beginian. Idealnya
> kalau ada uang hasil dari program ini akan terus
digulirkan dan
> sebagian dialokasikan untuk kepentingan publik
(terutama pendidikan
> anak, maunya sih dikembangkan juga ke kesehatan dan
gizi anak).
> Pamrih PWK ITI adalah mempunyai data base untuk
melontarkan konsep
> pembangunan yang bersifat alternatif (terutama untuk
ikut mengatasi
> kesenjangan social yang bersifat structural itu).
Harapannya, aset
ini
> bisa dipakai oleh individu yang terlibat untuk dapat
upah yang
memadai
> sebagai professional.
>
> Wassalam,
>
> Didit.-
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail SpamGuard - Read only the mail you want.
http://antispam.yahoo.com/tools
--
Milis Internal alumni ITB Bandung, angkatan 1977
Yayasan ITB 77-Yayasan Bhakti Ganesha
Bank Niaga Cabang Jakarta Tebet
Rekg No.025.01.23831.00.8
Webnews & Online archive:
http://itb77-news.bhaktiganesha.or.id
|