|
Iyo Moel........, gmana seafoodnya ???
----- Original Message -----
Sent: Monday, February 23, 2004 3:43
PM
Subject: [itb77] Re: Ancaman Baru Itu
Bernama Yaba
Apakah ini Bapak Amar TK 77
?? Kalau Ya ... sangat mengagumkan dan ternyata sudah berubah
menjadi pengamat masalah2 sosial. Selamat buat pak Amar. Salam dari
Bontang, Myn.
P
<amar@xxxxxxxxx>
To:
<itb77-DzvTHOYnpihaCN38hz+VB57PR6L3/7vP@xxxxxxxxxxxxxxxx>
23/02/2004 22:10
cc:
Please respond
Subject: [itb77] Ancaman Baru Itu Bernama
Yaba
to
itb77
Subject: FW: Ancaman Baru Itu Bernama Yaba
Ancaman
Baru Itu Bernama Yaba Ancaman terhadap masa depan remaja
semakin menakutkan. Musuh utama bagi generasi penerus bangsa itu adalah
narkoba. Terlebih, peredaran barang berbahaya itu mengalir semakin deras.
Kini, anak muda di Indonesia mendapat ancaman baru dari dunia drugs.
Obat terlarang itu bernama yaba.''Yaba itu sejenis ekstasi, namun
harganya murah,'' ujar Kasubdit Psikotropika Direktorat Narkotika Mabes
Polri, Kombes Pol Indriadi Tanos. Jajaran kepolisian Indonesia, kini tengah
berupaya mencegah barang berbahaya itu masuk ke
Indonesia. Bagaimanakah bentuk yaba itu? Secara ukuran dan bentuk,
obat terlarang yang satu ini memang tak jauh berbeda dengan ekstasi.
Yaba berbentuk tablet, ukurannya tak lebih besar dari penghapus di ujung
pensil. Laiknya ekstasi, tablet ini juga berwarna-warni, seperti merah,
orange, dan hijau.Untuk mengenalinya, di permukaan
tablet obat tersebut terdapat logo R atay WY. Yaba merupakan jenis
obat terlarang yang dikonsumsi dengan cara diminum. Para sindikat
biasanya memberi rasa pada yaba. Hal itu untuk mengecoh para remaja agar
tertarik mengonsumsinya.Dengan warna mencolok dan diberi rasa, seperti
rasa anggur, jeruk, dan vanila, rasa yaba seperti rasa permen. Para
sindikat narkoba internasional memang membuat yaba untuk pangsa pasar
anak muda. Yaba alias crazy medicine merupakan kombinasi dari
methamphetamine (sejenis stimulan yang kuat dan bersifat adiktif).Selain
itu, obat ini juga mengandung kafein. Obat yaba diproduksi diwilayah
segitiga emas peredaran narkoba -- perbatasan Thailand, Laos, dan
Burma.Setiap tahunnya, tak kurang dari 400 juta pil yaba
diselundupkan dari wilayah segitiga emas itu untuk diedarkan ke seluruh
dunia. Di Amerika Serikat, yaba sangat popular di kalangan komunitas
orang Asia, terutama di California Utara dan Los Angeles. Mereka
menggunakan yaba pada acara pesta. Para pengguna yaba biasanya menyimpan
tablet tersebut dalam kertas aluminium. Yaba kini semakin bertambah
populer di dunia drugs. Konsumen obat terlarang itu adalah anak muda
yang telah mencoba3,4 methylene dioxyme
thamphetamine sejenis ekstasi. Di beberapa negara Timur jauh, yaba
merupakan obat terlarang jenis baru yang lebih populer dibandingkan
heroin. Yaba sebenarnya pertama kali dibuat oleh ahli kimia
berkebangsaan Jerman atas perintah diktator Adolf Hitler. Obat
itu awalnya diproduksi agar tentara Nazi mampu bertempur sepanjang
hari tanpa merasa capek. Yaba akan membuat pemakainya mengalami
halusinasi.Obat terlarang itu juga bisa membuat pemakainya tetap melek
tanpa berhenti seharian. Obat jenis ini sangat berbahaya. Para
pemakainya akan mengalami risiko yang sama seperti
para pengguna berbagai bentuk methamphetamine.Risiko menggunakan yaba
adalah kematian. Obat ini bisa membuat detak jantung bertambah cepat.
Tak hanya itu, tekanan darah si pemakai juga akan menjadi lebih tinggi.
Sehingga, yaba dapat merusak pembuluh darah kecil
di otak pemakainya. Jika hal itu sudah terjadi, maka pemakai yaba
dapat terkena serangan stroke. Penggunaan kronis obat terlarang jenis
baru ini bisa membuat radang pada saluran darah di jantung. Penggunaan
obat yang berlebihan alias over dosis dapat menyebabkan hypertermia
(naiknya suhu tubuh) dan kematian. Secara psikologis, pengguna yaba bisa
mengalami fase perubahan perilaku. Orang yang mengonsumsinya bisa
berubah menjadi kasar, paranoia (takut berlebihan), resah, bingung, dan
insomnia atau susah tidur. Meski sebagian besar pengguna mengonsumsi yaba
lewat mulut. Namun, ada pula orang yang menggunakannya lewat jarum
suntik.Bagi pengguna yaba dengan cara suntik terancam pula terkena HIV
(human immunodeficiency virus), hepatitis B dan C, serta virus-virus
lain yang terbawa lewat darah. Indriadi Tanos menyatakan hingga kini yaba
belum beredar di Indonesia. Ketua Umum DPP Gerakan Nasional
Antinarkotika (Granat), Henry Yosodiningrat, juga menyatakan yaba belum
beredar di Indonesia. Karenanya, ia berharap yaba ataupun obat terlarang
lainnya harus dicegah masuk ke Indonesia. Kata dia, di Indonesia ada 139
pelabuhan yang memungkinkan obat terlarang jenis yaba ataupun obat
terlarang lainnya masuk dari luar negeri. ''Di bandara-bandara
pun,pencegahan harus dilakukan secara ketat,'' pintanya. Jika barang
haram itu masih tetap masuk, maka pencegahan di bandara maupun pelabuhan
telah gagal. Menurut Henry,pemerintah harus melakukan upaya pemberantasan
perdagangan gelap obat-obat itu. Henry menegaskan, mahal atau murah narkoba
para pengguna akan tetap mencari. Itu berarti, pemberantasan peredaran
narkoba di pasar gelap juga terbilang gagal. ''Maka solusi lain yang
harus ditempuh adalah menyosialisasikan bahaya obat terlarang
kepada masyarakat,'' cetusnya. Apabila masyarakat sudah sadar akan
bahaya narkoba, menurut Henry, maka dibagikan secara gratis pun masyarakat
pasti tidak mau. Namun, jika obat terlarang itu masih tetap digunakan
masyarakat, berarti sosialiasi juga telah gagal. ''Pemerintah harus tanggap
untuk membuat rumah rehabilitasi,'' paparnya. Granat menilai, pemerintah
hingga kini belum memiliki konsep yang jelas untuk memberantas bahaya
dan peredaran narkoba.Menurut dia, berbagai usulan dan konsep yang
diajukan Granat untuk membentuk Badan Kepolisian Narkotika,
polisi khusus untuk memerangi narkoba tak direspons. ''Malah banyak yang
alergi dengan usulan itu,'' ucapnya.Polisi khusus narkoba itu, lanjut
dia, idealnya dipimpin jenderal bintang tiga dan langsung bertanggung jawab
kepada presiden. Anggota polisi khusus itu diseleksi secara ketat.Jenderal
yang memimpin pasukan khusus tersebut dipilih dengan melalui tahap fit
and proper test. Masyarakat, ungkap dia, bisa menolak calon yang tidak
memiliki kredibiltas.Lambat tapi pasti, bila tidak segera diantisipasi,yaba
bisa masuk ke Indonesia. Dampaknya akan mengancam nasib dan masa depan
generasi muda Indonesia. Sebelum terlambat, lebih
baik menangkalnya. ******************************************************************** The
information contained in this transmission may contain privileged and
confidential information and is intended only for the use of the person(s)
named above. If you are not the intended recipient, any review,
dissemination, distribution or duplication of this communication
is strictly prohibited. If you received this email in error, please
contact the sender immediately by reply e-mail and destroy all copies of
the original message. This email is not intended as an offer or
solicitation for the purchase or sale of any financial
instruments. ********************************************************************
(See
attached file: att1.htm) (See attached file:
att1.htm)
|