logo       

Ancaman Baru Itu Bernama Yaba: msg#00186

Subject: Ancaman Baru Itu Bernama Yaba
Subject: FW: Ancaman Baru Itu Bernama Yaba

Ancaman Baru Itu Bernama Yaba Ancaman terhadap masa depan remaja semakin
menakutkan. Musuh utama bagi generasi penerus bangsa itu adalah narkoba.
Terlebih, peredaran barang berbahaya itu mengalir semakin deras. Kini,
anak muda di Indonesia mendapat ancaman baru dari dunia drugs. Obat
terlarang itu bernama yaba.''Yaba itu sejenis ekstasi, namun harganya murah,''
ujar Kasubdit Psikotropika Direktorat Narkotika Mabes Polri, Kombes Pol
Indriadi Tanos. Jajaran kepolisian Indonesia, kini tengah berupaya
mencegah barang berbahaya itu masuk ke Indonesia.
 Bagaimanakah bentuk yaba itu? Secara ukuran dan bentuk, obat terlarang yang
satu ini memang tak jauh berbeda dengan ekstasi. Yaba berbentuk tablet,
ukurannya tak lebih besar dari penghapus di ujung pensil. Laiknya ekstasi,
tablet ini juga berwarna-warni,
seperti merah, orange, dan hijau.Untuk mengenalinya, di permukaan tablet obat
tersebut
terdapat logo R atay WY. Yaba merupakan jenis obat terlarang yang dikonsumsi
dengan cara diminum. Para sindikat biasanya memberi rasa pada yaba. Hal itu
untuk mengecoh para remaja agar tertarik mengonsumsinya.Dengan warna mencolok
dan diberi rasa, seperti rasa anggur, jeruk, dan vanila, rasa yaba seperti rasa
permen. Para sindikat narkoba internasional memang membuat yaba untuk pangsa
pasar anak muda.
 Yaba alias crazy medicine merupakan kombinasi dari methamphetamine (sejenis
stimulan yang kuat dan bersifat adiktif).Selain itu, obat ini juga mengandung
kafein. Obat yaba diproduksi diwilayah segitiga emas peredaran narkoba --
perbatasan Thailand, Laos,
dan Burma.Setiap tahunnya, tak kurang dari 400 juta pil yaba diselundupkan dari
wilayah segitiga emas itu untuk diedarkan ke seluruh dunia. Di Amerika Serikat,
yaba sangat popular di kalangan komunitas orang Asia, terutama di California
Utara dan Los Angeles. Mereka menggunakan yaba pada acara pesta.
Para pengguna yaba biasanya menyimpan tablet tersebut dalam kertas aluminium.
Yaba kini semakin bertambah populer di dunia drugs. Konsumen obat terlarang itu
adalah anak muda yang telah mencoba3,4 methylene dioxyme thamphetamine sejenis
ekstasi.
Di beberapa negara Timur jauh, yaba merupakan obat terlarang jenis baru yang
lebih populer dibandingkan heroin. Yaba sebenarnya pertama kali dibuat oleh ahli
kimia berkebangsaan Jerman atas perintah diktator Adolf Hitler. Obat itu awalnya
diproduksi agar tentara  Nazi mampu bertempur sepanjang hari tanpa merasa capek.
Yaba akan membuat pemakainya mengalami halusinasi.Obat terlarang itu juga bisa
membuat pemakainya tetap melek tanpa berhenti seharian. Obat jenis ini sangat
berbahaya. Para pemakainya akan mengalami risiko yang sama seperti para pengguna
berbagai bentuk
methamphetamine.Risiko menggunakan yaba adalah kematian. Obat ini bisa membuat
detak jantung bertambah cepat. Tak hanya itu, tekanan darah si pemakai juga akan
menjadi lebih tinggi. Sehingga, yaba dapat merusak pembuluh darah kecil di otak
pemakainya.
Jika hal itu sudah terjadi, maka pemakai yaba dapat terkena serangan stroke.
Penggunaan kronis obat terlarang jenis baru ini bisa membuat radang pada saluran
darah di jantung. Penggunaan obat yang berlebihan alias over dosis dapat
menyebabkan hypertermia (naiknya suhu tubuh) dan kematian.
Secara psikologis, pengguna yaba bisa mengalami fase perubahan perilaku. Orang
yang mengonsumsinya bisa berubah menjadi kasar, paranoia (takut berlebihan),
resah, bingung, dan insomnia atau susah tidur.
Meski sebagian besar pengguna mengonsumsi yaba lewat mulut. Namun, ada pula
orang yang menggunakannya lewat jarum suntik.Bagi pengguna yaba dengan cara
suntik terancam pula terkena HIV (human immunodeficiency virus), hepatitis B dan
C, serta virus-virus lain yang terbawa lewat darah.
Indriadi Tanos menyatakan hingga kini yaba belum beredar di Indonesia. Ketua
Umum DPP Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat), Henry Yosodiningrat, juga
menyatakan yaba belum beredar di Indonesia. Karenanya, ia berharap yaba ataupun
obat terlarang lainnya
harus dicegah masuk ke Indonesia. Kata dia, di Indonesia ada 139 pelabuhan yang
memungkinkan obat terlarang jenis yaba ataupun obat terlarang lainnya masuk dari
luar negeri. ''Di bandara-bandara pun,pencegahan harus dilakukan secara ketat,''
pintanya.
Jika barang haram itu masih tetap masuk, maka pencegahan di bandara maupun
pelabuhan telah gagal. Menurut Henry,pemerintah harus melakukan upaya
pemberantasan perdagangan gelap obat-obat itu.
Henry menegaskan, mahal atau murah narkoba para pengguna akan tetap mencari. Itu
berarti, pemberantasan peredaran narkoba di pasar gelap juga terbilang gagal.
''Maka solusi lain yang harus ditempuh adalah menyosialisasikan bahaya obat
terlarang kepada
masyarakat,'' cetusnya.
Apabila masyarakat sudah sadar akan bahaya narkoba,
menurut Henry, maka dibagikan secara gratis pun masyarakat pasti tidak
mau. Namun, jika obat terlarang itu masih tetap digunakan masyarakat,
berarti sosialiasi juga telah gagal. ''Pemerintah harus tanggap untuk
membuat rumah rehabilitasi,'' paparnya.
Granat menilai, pemerintah hingga kini belum memiliki konsep yang jelas untuk
memberantas bahaya dan peredaran narkoba.Menurut dia, berbagai usulan dan konsep
yang diajukan Granat untuk membentuk Badan Kepolisian Narkotika, polisi khusus
untuk memerangi narkoba tak direspons. ''Malah banyak yang alergi dengan usulan
itu,''
ucapnya.Polisi khusus narkoba itu, lanjut dia, idealnya dipimpin jenderal
bintang tiga dan langsung bertanggung jawab kepada presiden. Anggota polisi
khusus itu diseleksi secara ketat.Jenderal yang memimpin pasukan khusus tersebut
dipilih dengan melalui tahap fit and proper test. Masyarakat, ungkap dia, bisa
menolak calon yang tidak memiliki kredibiltas.Lambat tapi pasti, bila tidak
segera diantisipasi,yaba bisa masuk ke Indonesia. Dampaknya akan mengancam nasib
dan masa depan generasi muda Indonesia. Sebelum terlambat, lebih baik
menangkalnya.
********************************************************************
The information contained in this transmission may contain
privileged and confidential information and is intended
only for the use of the person(s) named above. If you are
not the intended recipient, any review, dissemination,
distribution or duplication of this communication is
strictly prohibited. If you received this email in error,
please contact the sender immediately by reply e-mail and
destroy all copies of the original message. This email is
not intended as an offer or solicitation for the purchase
or sale of any financial instruments.
********************************************************************

(See attached file: att1.htm)

 
-----Original Message-----
From: Ompusunggu, Kristanto P.
Sent: Monday, February 16, 2004 7:43 AM

 
Dari Millis tetangga, semoga bermanfaat...
Ancaman Baru Itu Bernama Yaba


                   Ancaman terhadap masa depan remaja semakin menakutkan. Musuh utama bagi generasi penerus bangsa itu adalah narkoba. Terlebih, peredaran barang berbahaya itu mengalir semakin deras. Kini, anak muda di Indonesia mendapat ancaman baru dari dunia drugs. Obat terlarang itu bernama yaba.

                   ''Yaba itu sejenis ekstasi, namun harganya murah,'' ujar Kasubdit Psikotropika Direktorat Narkotika Mabes Polri, Kombes Pol Indriadi Tanos. Jajaran kepolisian Indonesia, kini tengah berupaya mencegah barang berbahaya itu masuk ke Indonesia.

                   Bagaimanakah bentuk yaba itu? Secara ukuran dan bentuk, obat terlarang yang satu ini memang tak jauh berbeda dengan ekstasi. Yaba berbentuk tablet, ukurannya tak lebih besar dari penghapus di ujung pensil. Laiknya ekstasi, tablet ini juga berwarna-warni, seperti merah, orange, dan hijau.

                   Untuk mengenalinya, di permukaan tablet obat tersebut terdapat logo R atay WY. Yaba merupakan jenis obat terlarang yang dikonsumsi dengan cara diminum. Para sindikat biasanya memberi rasa pada yaba. Hal itu untuk mengecoh para remaja agar tertarik mengonsumsinya.

                   Dengan warna mencolok dan diberi rasa, seperti rasa anggur, jeruk, dan vanila, rasa yaba seperti rasa permen. Para sindikat narkoba internasional memang membuat yaba untuk pangsa pasar anak muda.

                   Yaba alias crazy medicine merupakan kombinasi dari methamphetamine (sejenis stimulan yang kuat dan bersifat adiktif). Selain itu, obat ini juga mengandung kafein. Obat yaba diproduksi di wilayah segitiga emas peredaran narkoba -- perbatasan Thailand, Laos, dan Burma.

                   Setiap tahunnya, tak kurang dari 400 juta pil yaba diselundupkan dari wilayah segitiga emas itu untuk diedarkan ke seluruh dunia. Di Amerika Serikat, yaba sangat popular di kalangan komunitas orang Asia, terutama di California Utara dan Los Angeles. Mereka menggunakan yaba pada acara pesta.

                   Para pengguna yaba biasanya menyimpan tablet tersebut dalam kertas aluminium. Yaba kini semakin bertambah populer di dunia drugs. Konsumen obat terlarang itu adalah anak muda yang telah mencoba 3,4 methylene dioxyme thamphetamine sejenis ekstasi.

                   Di beberapa negara Timur jauh, yaba merupakan obat terlarang jenis baru yang lebih populer dibandingkan heroin. Yaba sebenarnya pertama kali dibuat oleh ahli kimia berkebangsaan Jerman atas perintah diktator Adolf Hitler. Obat itu awalnya diproduksi agar tentara Nazi mampu bertempur sepanjang hari tanpa merasa capek.

                   Yaba akan membuat pemakainya mengalami halusinasi. Obat terlarang itu juga bisa membuat pemakainya tetap melek tanpa berhenti seharian. Obat jenis ini sangat berbahaya. Para pemakainya akan mengalami risiko yang sama seperti para pengguna berbagai bentuk methamphetamine.

                   Risiko menggunakan yaba adalah kematian. Obat ini bisa membuat detak jantung bertambah cepat. Tak hanya itu, tekanan darah si pemakai juga akan menjadi lebih tinggi. Sehingga, yaba dapat merusak pembuluh darah kecil di otak pemakainya.

                   Jika hal itu sudah terjadi, maka pemakai yaba dapat terkena serangan stroke. Penggunaan kronis obat terlarang jenis baru ini bisa membuat radang pada saluran darah di jantung. Penggunaan obat yang berlebihan alias over dosis dapat menyebabkan hypertermia (naiknya suhu tubuh) dan kematian.

                   Secara psikologis, pengguna yaba bisa mengalami fase perubahan perilaku. Orang yang mengonsumsinya bisa berubah menjadi kasar, paranoia (takut berlebihan), resah, bingung, dan insomnia atau susah tidur.

                   Meski sebagian besar pengguna mengonsumsi yaba lewat mulut. Namun, ada pula orang yang menggunakannya lewat jarum suntik. Bagi pengguna yaba dengan cara suntik terancam pula terkena HIV (human immunodeficiency virus), hepatitis B dan C, serta virus-virus lain yang terbawa lewat darah.

                   Indriadi Tanos menyatakan hingga kini yaba belum beredar di Indonesia. Ketua Umum DPP Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat), Henry Yosodiningrat, juga menyatakan yaba belum beredar di Indonesia. Karenanya, ia berharap yaba ataupun obat terlarang lainnya harus dicegah masuk ke Indonesia. Kata dia, di Indonesia ada 139 pelabuhan yang memungkinkan obat terlarang jenis yaba ataupun obat terlarang lainnya masuk dari luar negeri. ''Di bandara-bandara pun, pencegahan harus dilakukan secara ketat,'' pintanya.

                   Jika barang haram itu masih tetap masuk, maka pencegahan di bandara maupun pelabuhan telah gagal. Menurut Henry, pemerintah harus melakukan upaya pemberantasan perdagangan gelap obat-obat itu.
                   Henry menegaskan, mahal atau murah narkoba para pengguna akan tetap mencari. Itu berarti, pemberantasan peredaran narkoba di pasar gelap juga terbilang gagal. ''Maka solusi lain yang harus ditempuh adalah menyosialisasikan bahaya obat terlarang kepada masyarakat,'' cetusnya.

                   Apabila masyarakat sudah sadar akan bahaya narkoba, menurut Henry, maka dibagikan secara gratis pun masyarakat pasti tidak mau. Namun, jika obat terlarang itu masih tetap digunakan masyarakat, berarti sosialiasi juga telah gagal. ''Pemerintah harus tanggap untuk membuat rumah rehabilitasi,'' paparnya.

                   Granat menilai, pemerintah hingga kini belum memiliki konsep yang jelas untuk memberantas bahaya dan peredaran narkoba. Menurut dia, berbagai usulan dan konsep yang diajukan Granat untuk membentuk Badan Kepolisian Narkotika, polisi khusus untuk memerangi narkoba tak direspons. ''Malah banyak yang alergi dengan usulan itu,'' ucapnya.

                   Polisi khusus narkoba itu, lanjut dia, idealnya dipimpin jenderal bintang tiga dan langsung bertanggung jawab kepada presiden. Anggota polisi khusus itu diseleksi secara ketat.

                   Jenderal yang memimpin pasukan khusus tersebut dipilih dengan melalui tahap fit and proper test. Masyarakat, ungkap dia, bisa menolak calon yang tidak memiliki kredibiltas.
                   Lambat tapi pasti, bila tidak segera diantisipasi, yaba bisa masuk ke Indonesia. Dampaknya akan mengancam nasib dan masa depan generasi muda Indonesia. Sebelum terlambat, lebih baik menangkalnya.


********************************************************************
The information contained in this transmission may contain
privileged and confidential information and is intended
only for the use of the person(s) named above. If you are
not the intended recipient, any review, dissemination,
distribution or duplication of this communication is
strictly prohibited. If you received this email in error,
please contact the sender immediately by reply e-mail and
destroy all copies of the original message. This email is
not intended as an offer or solicitation for the purchase
or sale of any financial instruments.
********************************************************************
<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>