logo       

Fwd: [pantau-komunitas] Gara-gara RUU Porno, aku didamprat wartawati Republ: msg#00029

org.user-groups.linux.balinux

Subject: Fwd: [pantau-komunitas] Gara-gara RUU Porno, aku didamprat wartawati Republika

Ternyata bukan dari kalangan orang2 bali saja yang tidak setuju dengan RUU
Pornographis.. :D

---------- Forwarded message ----------
From: reporter jalanan
<reporter_jalanan-/E1597aS9LSez0ei9/+7zw@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Mar 15, 2006 11:48 AM
Subject: [pantau-komunitas] Gara-gara RUU Porno, aku didamprat wartawati
Republika
To: mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx,
bizzcomm-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

*Gara-gara RUU Porno, aku didamprat wartawati Republika*
**
*Gara-gara mengkritisi REPUBLIKA karena suka memelintir berita tentang RUU
Porno, seorang wartawati Republika bernama Lili Hermawan mendampratku
habis-habisan. Berikut emailnya:*
**
*Lili Hermawan
E-mail: **elha_27-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx*
<elha_27-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
*Tanggal: Mon, 13 Mar 2006 03:51:45 -0800 (PST)
Topik: Re: Akankah Republika mengubah warna? *
**
*Siapakah Anda? Sungguh yang Anda tulis, beberapa malah, sangat menyudutkan
Republika. Namun, mudah-mudahan tidak ada rencana busuk di kepala Anda.*

*Banyak yang perlu dijernihkan dalam tulisan Anda. Tidak ada hubungan antara
naiknya Parni Hadi atau Asro Kamal Rokan dengan Republika. Sedikit pun
Republika tidak mendapatkan keuntungan apa-apa, selain fitnah dari mulut
Anda.*
**
*Kami ingin menjadi diri sendiri bukan karena disetir oleh orang lain,
apalagi Anda. Kami insya Allah selalu berubah karena dunia ini terus
berubah. Reporter Jalanan, saya sarankan Anda bertabayyun atau datanglah ke
kantor Republika. Jangan menarik kesimpulan tanpa Anda mengetahui mana
ujung dan pangkalnya.*
**
*Wass,*
**
*Lili Hermawan*
**
******

*Jawaban dari saya:*
**
*Mbak Lili,*
**
*Nggak boleh ya mengkritisi Republika? Jangan marah-marah dong. Jelek-jelek
gini, aku pembaca setia Republika lho, jadi boleh dong kasih masukan.
Kantorku berlangganan Republika lho, bukan beli eceran di pinggir jalan.
Biar kecil jumlahnya, itu income juga lho buat Republika. Amat aku
sayangkan, Anda yang pasti muslimah kok reaksinya sepertinya itu. *

*Yang non-muslim banyak lho yang lebih sopan daripada Anda. Kritikan saya
mungkin keras, tapi alangkah baiknya tidak ditanggapi dengan kemarahan
seperti itu. Apa yang Anda tulis justru tambah merusak citra Republika
juga citra muslimah Indonesia seperti Anda. Apalagi kalau Anda mengenakan
jilbab, mungkin dosa yang Anda tanggung bisa berlipat-lipat jumlahnya.
Kalau orang FPI bilang, Anda bisa masuk neraka jahanam. Orang Jawa
bilang, "Sampeyan iso mlebu intiping nroko."*
**
*Bisakah Anda bereaksi yang lebih santun agar tak tambah mencoreng-moreng
wajah Republika? Apa di Republika atau di rumah tidak diajari sopan santun
dan bagaimana memperlakukan pelanggan dengan baik? Aku yakin Anda sudah
dewasa, jadi tak perlu aku dikte bagaimana melayani kritikan pembaca,
dan bagaimana melayani pelanggan. *
**
*Anda juga tak menjawab kerisauanku selama ini: "Kenapa Republika suka
memelintir berita soal RUU Porno?" Anda kan di Redaksi, bukan di Bagian
Iklan, Promosi, Purchasing, atau Sirkulasi.
*
**
*Aku maklumi kalau Anda emosi, mungkin termakan 'gosokan' Bung Sahrudin di
Samarinda.."sang ayah yang bijaksana" ya? Hehehehe..maaf deh kalau
begitu..:))*
**
*salam,*
**
*ReJa*
**
**
******
**
*ayah yang bijaksana
e: **ayah_yang_bijaksana-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx*
<ayah_yang_bijaksana-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
*Tanggal: Sun, 12 Mar 2006 13:21:00 -0800 (PST)
Topik: Halo Republika

halo republika!

kok, republika tidak ada suaranya? apa sibuk semua orang disana? tidak
kuatir oplahnya menurun drastis? benar-benar, deh, wajah republika
lebam-lebam "dihajar" reporter_jalanan.

ada baiknya republika membuktikan bahwa ada posting reporter_jalanan yang
tidak benar. kalau posting-posting dianggap tidak benar, bisa saja kan
meminta pertanggungjawaban reporter_jalanan untuk membuktikannya. kalau
yang bersangkutan tidak bisa memberi bukti, nah, selanjutnya terserah
anda... hehehe. yang maya tidak selamanya maya, kan?

salam,

sahrudin, samarinda *
**
******
**
*Mbak Lili perlu baca juga masukan dari Sang Filsuf Raja dibawah ini.
Sepertinya beliau seorang ustadz yang sudah tercerahkan lahir dan batin.
Baca ya? Ini dia:*
**
*____________________________________________________________*
**
*Filsuf Raja
E-mail: **filsufraja-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx*
<filsufraja-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
**
*Uni Soviet saja bisa runtuh. Maka agar REPUBLIKA tidak runtuh, dan bisa
memberi manfaat bagi umat, tentu perlu perubahan kebijakan keredaksian yang
benar, yang kompromi dengan pasar. Meski ini tidak selalu bisa dibenarkan.*

*Kompromi? Agar iklan tidak semata datang dari FPI, laskar-laskar Islam,
PKS, PAN, PPP, dan kelompok sejenisnya, termasuk lembaga biro umroh haji
dll. Ikhtiar untuk itu bisa berjalan baik jika para pengambil keputusan di
HU Republika tanggap terhadap perubahan zaman. Tugas orang pintar adalah
menyadarkan pemimpinnya yang keliru dan mengembalikan ke JALAN YANG BENAR.*
**
*Perubahan besar di tubuh REPUBLIKA seharusnya membawa angin segar bagi
perubahan. Tapi sayangnya perubahan itu tak menyenangkan. Tengok saja,
kasus PHK massal 15 redaktur dan 1 wartawan September 2004 lalu.
Orang-orang terbaik Republika kok malah di-PHK.*
**
*Belakangan pihak manajemen baru menyadari betapa keputusan itu keliru, dan
tak ada faedahnya. Nah, ada banyak keputusan keliru lain yang akan
dikeluarkan jika petinggi koran Islam ini tidak mendengarkan saran,
pertimbangan dan kritik dari luar. Mereka tidak paham bagaimana menyikapi
persoalan yang berkembang di masyarakat, dan juga bagaimana memposisikan
diri terhadap persoalan itu.*
**
*Tugas orang bijak adalah menyadarkan mereka agar mereka tidak fanatik pada
IMAN, dan juga IKLAN. Kita sendiri tentu juga tak harus merasa benar atas
segala hal.*
**
*Bukankah setiap waktu dalam solat kita berdoa:*

*"Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang
yang engkau anugerahkan nikmat kepada mereka. Bukan jalan mereka yang
engkau murkai.. Dan bukan jalan mereka yang sesat."*
*Amiinn...*
**
*Penggalan Al-Fathihah ini, menunjukkan bahwa semua muslim adalah lemah
dihadapan kebenaran. Mereka tidak berhak atas kebenaran, apalagi merasa
paling benar atas yang lain. Kesadaran untuk menghormati perbedaan, termasuk
penafsiran atas kebenaran, inilah yang mesti diwacanakan ke orang-orang
REPUBLIKA. Memang tidak mudah, tapi tidak harus menyerah kan?*

*____________________________________________________________*

*Mungkin Mbak Lili dan teman-teman di REPUBLIKA perlu juga baca masukan
berikut ini:*

*____________________________________________________________*
**
*From: Dimas Supriyanto
E-mail: **tbk62-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx*
<tbk62-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
*Subject: Re: Republika: Paranoia Penolak RUU APP*
**
*Koran REPUBLIKA belakangan ini memang makin sektarian! Makin mengecewakan.
Sebagai muslim moderat, yang mengikuti awal kelahiran surat kabar ini, saya
sempat berharap banyak. Nyatanya kemudian mengecewakan.*
**
*Sejauh yang saya tahu, REPUBLIKA diproyeksikan menjadi koran nasional yang
kredibel, intelek, berwawasan modern dari kalangan Islam, sebagai
pendamping KOMPAS, koran nasional yang lahir dari Katolik dan SINAR
HARAPAN - SUARA PEMBARUAN (dari Protestan). *
**
*Nyatanya, REPUBLIKA menjadi ajang ekspresi kalangan fanatik, sektarian
fundamentalis-talibanis, seperti FPI, Majelis Mujahidin, Hisbut Tahrir,
Forum Umat Islam Indonesia. Pendeknya, pro Abubakar Ba'asyir, Habib Rizik,
Din Syamsudin dan konco-konco sealirannya. *
**
*Kalau Republika sektarian, lalu media yang terang-terangan (dan yang
malu-malu) menolak RUU Porno disebutnya apa ya? *
**
*Jelas, media lainnya adalah media modern yang mengandalkan intelektual,
akal sehat, akal budi, hidup abad 20, di Indonesia yang majemuk, plural,
bukan di abad pertengahan, di tengah suku Badui, di jazirah Arab atau di
Kandahar - Afganistan yang hanya terdiri dari satu golongan saja. *
**
*Berikut komentar seorang milister kepada seorang wartawan Republika:*

*____________________________________________________________*
**
*Eko Adi
E-mail: **penyoponye-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx*
<penyoponye-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>* *
**
*Teman-teman,*
*Kenapa mesti kasihan sama orang seperti Asan Aji? Pikiran dan pendapatnya
adalah manifestasi dari rasisme. Rasisme sekarang ini seperti diungkapkan
oleh George M. Frederikson dalam bukunya "Rasisme: Sejarah Singkat", tidak
melulu berdasarkan ciri-ciri fisik saja. Tapi juga kebudayaan. Pandangan
bahwa budayanya jauh lebih maju, peradabannya paling beradab adalah
rasisme.*
**
*Ini kembali ke masa munculnya rasisme, pada abad keenanbelas di daratan
Eropa yang memang benih rasisme tidak berdasar pada ras semata, tapi lebih
ke kepercayaan dan peradaban yang dianut orang lain dianggap lebih rendah
dari yang dianutnya. *
**
*Orang seperti Asan Aji ini sama seperti orang Eropa zaman dulu yang pertama
kali melihat orang Indian bertelanjang dada dan berkalung tulang. Kata orang
Inggris, "Sungguh tidak beradab, mari kita buat mereka lebih terpelajar,
atau binasakan saja." *
**
*Arti binasa kalau sekarang diterapkan di Indonesia bisa saja, biarlah
Irian lepas karena mereka tidak mau pakai baju, sungguh tidak agamis.*
*Mas Asan Aji Anda tidak layak tinggal di Indonesia, atau di muka bumi
mana pun yang penuh perbedaan. *
**
*Atau baca pendapat ini:
____________________________________________________________*
**
*From: JASP <jasp@...>
Date: Sat Mar 11, 2006 10:53 am *
**
*Harian Republika selalu menyiarkan seolah-olah dukungan kepada RUU APP
demikian besarnya, demikian hebatnya, demikian perlunya .... hanya saja tak
demikian halnya dengan suara-suara dari rakyat, terutama perempuan yang
selalu dipinggirkan dengan RUU APP tersebut. *
**
*Jadi apakah Republika sudah fair? Ataukah tetap saja namanya Republika yang
sangat pro negara agama dan dalam berbagai beritanya selalu mengedepankan
pemikiran-pemikiran penulis-penulis yang sangat pro Syariat Islam. Sejak
dulu Republika yang didirikan dengan beaya besar dan dikedepankan oleh ICMI
sebagai koran tandingan harian Kompas, tetapi pada kenyataannya harian
Republika cuma sekelas Harian Suara Karya yang dikedepankan oleh Golkar,
tetapi keduanya mutu serta isi cenderung untuk berpihak, cenderung untuk
kadang-kadang manipulasi kepentingan golongan. *
**
*Dalam berita-beritanya yang sangat pro RUU APP, jelas sekali Republika
tampaknya gagal menjadi media yang fair dan terkemuka, malah kita mudah
mencemohkan dengan berita-berita sepihak. Dan dengan omzet dan jumlah
langganan yang tak beranjak serta kemampuan menandingi Harian Kompas yang
terkenal dengan opini nasionalis yang jujur dan termasuk harian yang
digemari serta membuahkan keuntungan perusahaan, membuktikan bahwa Harian
Republika masih jauh dari fairness serta ketidak berpihakan. Kasus RUU APP
sekali lagi menunjukkan betapa harian Republika yang masih mengimpikan suatu
negara agama dan berlakunya Syariat, tanpa sanggup berpikir kritis ala
nasionalisme. Sayang sekali.....*
**
**
*____________________________________________________________*
**
*Dan terakhir yang ini:*
**
*From: "Ary Setijadi Prihatmanto" <asetijadi@...>
Date: Mon Mar 13, 2006 11:46 am
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Tanggapan seorang praktisi periklanan
tentang Harian Republika asetijadi2004

Republika sudah pernah merasakan pahitnya ditinggal banyak pelanggannya
ketika jadi partisan politik zaman 1998 sehingga banyak beritanya yang
ngawur. Ini bukan hanya kata-kata saya saja, tapi betul-betul diakui oleh
redaksi Republika setelah zaman itu.*
**
*Semoga memang Republika tidak terantuk lubang yang sama untuk kedua
kalinya.*
**
*____________________________________________________________*

------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo!
Indonesia<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.mail.yahoo.com/>yang
baru!

Yayasan Pantau adalah sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan meningkatkan
mutu jurnalisme di Indonesia.



SPONSORED LINKS
Business finance
training<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Business+finance+training&w1=Business+finance+training&w2=Business+finance+course&w3=Business+finance+online+course&w4=Business+finance+class&w5=Business+finance+degree+online&w6=Business+finance+schools&c=6&s=190&.sig=wD_l_6Y2OfswrtGWgcbDHg>
Business
finance
course<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Business+finance+course&w1=Business+finance+training&w2=Business+finance+course&w3=Business+finance+online+course&w4=Business+finance+class&w5=Business+finance+degree+online&w6=Business+finance+schools&c=6&s=190&.sig=3FsA4S2txEfogGQYzOBeiQ>
Business
finance online
course<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Business+finance+online+course&w1=Business+finance+training&w2=Business+finance+course&w3=Business+finance+online+course&w4=Business+finance+class&w5=Business+finance+degree+online&w6=Business+finance+schools&c=6&s=190&.sig=6U3w1z3uKxGZqDejudWKng>
Business
finance
class<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Business+finance+class&w1=Business+finance+training&w2=Business+finance+course&w3=Business+finance+online+course&w4=Business+finance+class&w5=Business+finance+degree+online&w6=Business+finance+schools&c=6&s=190&.sig=iGATuL1UBe40FpN4dsz2Rw>
Business
finance degree
online<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Business+finance+degree+online&w1=Business+finance+training&w2=Business+finance+course&w3=Business+finance+online+course&w4=Business+finance+class&w5=Business+finance+degree+online&w6=Business+finance+schools&c=6&s=190&.sig=YXaq__HFkKAarEyYBdUmrw>
Business
finance
schools<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Business+finance+schools&w1=Business+finance+training&w2=Business+finance+course&w3=Business+finance+online+course&w4=Business+finance+class&w5=Business+finance+degree+online&w6=Business+finance+schools&c=6&s=190&.sig=rHRqdYc6fiCivIN3RGLCMg>
------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS


- Visit your group
"pantau-komunitas<http://groups.yahoo.com/group/pantau-komunitas>"
on the web.

- To unsubscribe from this group, send an email to:

pantau-komunitas-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx<pantau-komunitas-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx?subject=Unsubscribe>

- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service<http://docs.yahoo.com/info/terms/>
.


------------------------------



--
---------------------------------------------------------------
TechRaya Web Solution

Diskon 15% untuk setiap paket hosting.
berlaku sampai akhir 2006

1.Startup : 50 Mb - Rp.100.000/th
2.Small : 100 Mb - Rp.150.000/th
3.Medium : 250 Mb - Rp.300.000/th
4.Large : 500 Mb - Rp.500.000/th

http://www.techraya.com
---------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise