|
Lhok Nga - 1-01: msg#00125org.region.indonesia.mahawarman
Wcds rekan sekalian, Jumat 6 Mei 2005. Sekali lagi sedikit cerita ringan selama kunjungan saya ke daerah BNA dalam rangka ngecek prototype rumah moduler pesanan Medco. Bagian inti sudah disampaikan oleh PPS, jadi biar saya lewati. Untuk pertama kali mendekati Blang Bintang dengan Adam Air nampak sebelah kanan jendela 'gunung Seulawah' yang puncaknya masih berkepul asap/awan. Pesawat melakukan manuver clock-wise, pagi sebelumnya ada heli crash di lapangan namun tidak sampai menimbulkan korban, 3 penerbangan tertunda 1,5 jam di Medan. Dari approach laut nampak sebagian besar kota yang tinggal puing. Ambil taxi pribadi 70 ribu sampai lokasi Posko Jenggala. Pemandangan kiri kanan mulai dari kota bikin 'miris', padahal sudah 4,5 bulan petaka lewat. Melewati kelompok tenda demi tenda dan barak, sampai Posko tersebut ditengah reruntuhan. Yang nyambut 'orang-orang 'medan' yang tak memberi informasi banyak soal lokasi yang saya cari. Kembali ke jalan yang sebelumnya ditempuh, cari 'AS' sebagai pimpinan Posko, sayang tidak ada. Ternyata harus kembali balik tempat semula sampai ketemu lokasinya, pas pinggir muara dan pantai laut. Wah siapa yang nempatkan disini pikirku, "agak rawan" cetusku pada TK yang masih asyik kerja. Waktu dijawab "pak AS sendiri yang tentukan ...", ya sudah, terima dan jalan terus saja. Angin tanpa henti berhembus dari barat-daya. Pemandangan sekitar memang bagus sekali, sebelah barat; laut yang membiru dengan ombak yang cukup untuk berselancar dikejauhan. Sebelah selatan; perpaduan antara bukit dengan laut dengan fokus kompleks pabrik Semen Andalas. Di timur nampak deretan perbukitan sebagai ujung utara dari Bukit Barisan, cantik dan menantang untuk didaki suatu hari! Di utara ada menara Mentari yang sedang dibangun ulang (sebelumnya ada 3 menara BS yang roboh) dan sisa-sisa lapangan golf dengan pohon cemara yang tinggi. Tadinya pandangan hanya bisa ke barat, arah lainnya tertutup oleh pepohonan dan rumah-rumah yang padat, saat ini kosong tinggal puing. Catatan; sebelum berangkat saya sedang menjalani 'self-terapi' untuk mengkondisikan badan agar sebelum ke Aceh bisa kembali seperti semula. Lengan kiri atas macam kena 'stroom' sehingga ngilu/ba'al sejak 2 bulan sebelumnya, sedang kaki kanan terkilir 1 bulan sebelum ini. Kedua kendala terjadi saat terjatuh tracking / jogging diluar kota. Bagaimana bisa 'recuperate' yang cepat? Halter ringan dan tarikan untuk lengan dan renang jarak jauh (sampai mata berkunang he-he) adalah jawabannya, maka itulah yang kulakukan 'macam orang gila' bagi orang yang bersebelahan saat exercise. Yang paling bagus adalah renang karena tapak kaki tidak mendapat tekanan namun otot yang berkembang dengan baik meski pada posisi agak berbeda. Setelah bisa mencapai 4 km dalam 80 menit aku cukup puas karena sudah melebihi kondisi normalku, tapi nanti dulu ... , aku pakai 'hard-rigid-fins' lho! Sedang untuk jogging 4 km dalam 20 menit juga sudah bisa dicapai dengan pas meskipun masih dengan tertatih-tatih. Setelah jalan keliling sekitar site dan lap. golf, jam 13 kuputuskan untuk jalan ke selatan, melihat kapal yang terbalik nun jauh disana. Dengan pakai sepatu kantor kususuri jalan menuju pepohonan tinggi yang masih tersisa, melewati bekas rumah-rumah milik orang Jepang, Australi, Jerman (umumnya penggemar olahraga air), bekas kantor kelurahan, kecamatan, bekas sekolah, bekas koramil, kompi senapan, yon zipur (ada beberapa tenda yang dijaga), masing-masing masih ada lapak dan batasnya, hanya tinggal 'bekas' nya. Di setiap tempat terpampang papan dengan catatan korban, umpama kompi senapan 118 orang, yon zipur 338 orang dst. Dibawah pepohonan (yang rata-rata diatas 30 m tingginya) terkumpul beberapa buldozer, backhoe, truck dan tenda peleton yang diduduki tentara. Lewat jembatan bailey yang serba darurat terbentang jalan lurus ke selatan. Klutak-klutuk jalan tidak sampai-sampai. Saat itu tidak ada seorangpun yang lain berjalan kaki disekitar itu. Melewati belokan kiri suatu bukit nampak terpampang ditengah jalan dua perahu besi bersebelahan; sebelah kanan arah pantai adalah perahu pendorong 'pusher' sedang sebelah kiri dekat bukit ada tongkang sebesar gajah nongkrong 'flat and at ease'. Tinggi tongkang baja ini sekitar 9 m ditambah pagar plaat baja perimeter atasnya sekitar 3-4 meter yang mana bagian yang menghadap laut sudah patah semua. Ukuran tongkang ini sekitar 25 x 70 m untuk mengangkut batu bara, supply ke pabrik semen. Hempasan ombaknya tinggi sekali, kalau tidak terhalang bukit, perahu itu bisa melu ncur lebih jauh lagi! Jalan terus melewati celah antara kedua kapal ini yang bisa dilewati sepeda motor, sampailah di kompleks pabrik yang sudah dipagari dengan seng gelombang. Pabrik ini di manage oleh La-Ferge, perusahaan berbasis Eropa. Seluruh bangunan yang tinggi masih berdiri sedang yang pendek sampai 2 lantai sudah rata tanah. Untuk berfungsi kembali perlu rehab mesin dan sarana pendukung secara besar-besaran. Lewat sedikit dibalik bukit saya masuk pelabuhan. bagian dermaga beton sudah rontok, sebuah kapal (sekitar 2.000 ton) terbalik dan sedang menjalani operasi pemotongan plaat besinya dengan bantuan dua derek besar. Kondisi air yang cukup dalam dan bening sangat menjanjikan untuk 'diving', relatif tenang. Dermaga menghadap laut ke utara sehingga praktis terhindar dari angin barat-selatan. Setelah cukup orientasi didaerah pelabuhan, kembalilah ke site. Dengan tapak kaki yang sudah panas dan tanpa sarana transport kembalilah saya menapaki 6 km pulang. terasa sepatu salon yang dipakai sampai menjadi tipis, namun tidak berani dibuka karena pasti akan terluka meliwati puing. disana sini masih terlihat beberapa kantong plastik kuning yang sudah terbuang-robek. Tidak ada pohon tersisa, bekas lubang akar pohon kelapa ribuan banyaknya. Kenapa pohon kelapa sampai tercabut dengan akarnya? Tinggi gelombang laut sudah melewati bagian dedaunan dan pangkal buahnya, berarti diatas 12 m, kalau sebatas tinggi batang yang ramping maka masih banyak pohon yang bisa 'survive'. Hempasan air pada puncak pohon kelapa yang meruntuhkan seluruh batang sampai tercabut akarnya. Kembali ditempat dengan kaki yang cukup pegal, tidak bisa membendung keinginan untuk mencoba pemandangan bawah laut, setidaknya didekat lokasi kita. Maka berbekal pada peta satelit yang pernah saya ingat pasca-tsunami, sore itu jam 16 saya rencanakan untuk menuju ke satu titik putih didepan muara (sekitar 500m dari muara) namun tidak sampai posisi dimana ombak besar berbuih putih Dari darat nampaknya seperti suatu tumpukan batu ditengah laut yang tidaklah terlalu jauh. Dengan hati yang berbinar kukeluarkan kaki katak, masker-snorkel yang sengaja kubawa. Hanya 20 meteran didepan teras bisa langsung nyemplung ke kail kecil yang menyambung ke laut. Dasar sungai maupun laut nampak datar dan berlumpur namun cukup jernih. Sesampai di bebatuan tersebut kedaan berubah, pecahan ombak cukup besar sebelah barat-nya, terlalu kocak untuk direnangi. Jadi kuputari dari utara, timur dan selatan. Meskipun dasarnya ulmpur tapi karena sudah terendap cukup lama maka lumpurnya sudah agak mengeras dan bergumpal sehingga tidak berwarna coklat lagi. Disana-sini masih nampak besi-besi barang bekas bertebaran bahkan satu perangkat sofa tanpa bantal, kompor, pecahan radio, jemuran dll menyembul dari lumpur. Meskipun tidak ada bunga karang sama sekali tetapi ikan mulai nampak, kebanyakan berkelompok; yang coklat (mada), baronang, kakap merah (1-2 kilo), bahkan sempat 3 kali papasan dengan ikan kuwe (travali) yang cukup besar (4-5 kiloan). Cukup besar untuk spear-fishing, padahal dalamnya hanya 3-4 m. Ditempat yang lebih jauh pasti lebih menarik lagi! "Ok for next time!" kata hatiku. Sejam kemudian aku kembali kepangkalan, "well what a good day" kataku. - disambung - wass, jowardi. -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: RMG berkibar di Lhok Nga - Banda Aceh .: 00125, Priyo Pribadi Soemarno |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Lhok Nga - 1-01: 00125, Priyo Pribadi Soemarno |
| Previous by Thread: | PENDIDIKAN DASAR TH 2005 ANGK 39: MOHON PERHATIAN.i: 00125, adji |
| Next by Thread: | Re: Lhok Nga - 1-01: 00125, Priyo Pribadi Soemarno |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |