|
Re: [yonsatu]Ditambahi ,... Re: Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Fw: Re: Masu: msg#00112org.region.indonesia.mahawarman
Alhamdulillah , ditambahi Cak Sodik . Kejujuran memang amat sangat penting dan dalam pola latihan hal ini sulit sekali cara penilaiannya dan barangkali akan terlihat nyata sewaktu latihan survival . Cak Sodik , maturnuwun atas imbuhane ,... Salam hangat, PriyoPS -----Original Message----- From: asodik-XNbuPGYthTOB+jHODAdFcQ@xxxxxxxxxxxxxxxx To: yonsatu-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx Date: Mon, 23 May 2005 17:43:25 +0700 (WIT) Subject: [yonsatu] Re: Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Fw: Re: Masukan buat RakorNas Menwa > > On Sat, Sun, May 22, 2005 4:58 am Pak Priyo Pribadi menulis: > > > > > Bangsa Indonesia punya tantangan besar didepan mata . > > KELANGKAAN SUMBER DAYA MANUSIA . > > Melalui berbagai "wasiat" pengalaman serta pelatihan kemampuan > > individual > > dalam latihan2 MENWA maka boleh dikatakan bahwa Resimen Mahasiswa > adalah > > salah satu "pabrik SDM" yang diharapkan oleh para pendiri republik > ini. > > Pabrik tersebut harus mengikuti standard baku (ISO, SNI, Juklak > LATSARMIL) agar secara massal, simultan dan terus menerus menghasilkan > produk SDM standard yang mudah dikenali oleh konsumen nya . > > Dengan mengacu pada pemikiran Kangmas Djoni , Hermansyah , Bima > > Hermastho, > > Bung Sharif Dayan dan banyak Rekans CORPS senior yang concern dengan > masalah ini , maka Produk SDM tersebut dapat di 'imbuhi' dengan > pelengkap optional sesuai dengan kebutuhannya . Ibarat mobil standard , > dia bisa ditambahi 4WD, PS , PW, VR, AC, R/T/CD/TV/SatCom dan bahkan > kalau > > perlu JK, AT/Triptonic, snorkel,ban radial pacul, winch, tempat > bagasi, > lampu kabut , tanduk aluminium bahkan parfum dan dipoles cantik . > Masyarakat akan memilih sesuai kebutuhannya dan sesuai pula dengan > kekuatan kantong nya . > > Bangsa Indonesia memerlukan yang komplit, serba bisa, tangguh, > powerfull > tetapi irit bahan bakar dan bersih lingkungan . > > > > > Pak Priyo, Wah lengkap amat kriterianya. Kalau boleh saya tambahkan > satu > kata (dan satu perbuatan) saja yaitu "kejujuran", karena pada dasarnya > kita ini adalah pemimpin yang lagi mencari pemimpin kan?. > > Maaf saya kutipkan: "Setiap orang dari kamu adalah pemimpin, dan kamu > bertanggung jawab terhadap kepemimpinan itu" (Al-Hadis, H.R. Tirmidzi, > Abu > Dawud, Sahih Bukhari, dan Muslim). > > Isi kutipan hadis tsb sebenarnya bukanlah abstrak, karena dalam > kehidupan > sehari-hari kita semua adalah pemimpin. Minimal adalah sebagai pemimpin > atau kepala rumah tangga. Selebihnya, kita masing-masing dapat berperan > sebagai pemimpin dalam berbagai bidang kehidupan atau profesi. Sebut > saja > sebagai ketua RT, ketua RW, ketua organisasi kemasyarakatan, ketua > organisasi profesi, kepala desa, pejabat di lingkungan BUMN/BUMD atau > perusahaan swasta, pejabat di lingkungan pemerintahan, Komandan > Batalyon > Resimen Mahasiwa, Kasmen, dsb. > > Biasanya untuk menjadi seorang kepala rumah tangga kita harus memenuhi > berbagai persyaratan. Demikian pula ketika kita harus menduduki > berbagai > jabatan dan dengan jabatan itu kita disebut sebagai pemimpin. > Persyaratan > itu tentu bermacam-macam, tetapi setidaknya (minimum) ada tiga kriteria > yang sering disebut yakni dewasa, cakap, dan bijak. Dengan demikian > kadar > kepemimpinan kita masing-masing setidaknya telah lolos dari tiga > kriteria > itu, sehingga kita pun pada dasarnya sudah dapat disebut sebagai > orang-orang atau pemimpin-pemimpin yang dewasa, cakap dan bijak. > > Hal di atas sangat relevan dengan buku "Pemimpin Dalam Diri Anda" (The > Leader in You) yang disusun oleh Stuart R. Levine dan Michael A. Crom, > keduanya adalah pimpinan Dale Carnegie & Associates, Inc. Dalam buku > tersebut antara lain ditulis: "Banyak orang masih mempunyai pemahaman > yang > sempit tentang apa sebenarnya kepemimpinan itu. Anda berbicara > ?pemimpin? > dan mereka berpikir jenderal, presiden, perdana menteri, atau ketua > suatu > badan. Jelas bahwa orang-orang dalam kedudukan yang diagungkan itu > diharapkan mampu memimpin, suatu syarat yang mereka penuhi dengan > tingkat > keberhasilan yang berbeda. Tetapi persoalan sebenarnya adalah bahwa > kepemimpinan tidak bermula dan berakhir pada kedudukan paling tinggi > itu. > Sesungguhnya kepemimpinan sangat penting, bahkan lebih penting, harus > terjadi di tempat-tempat di mana sebagian besar kita berada dan > bekerja. > Mengorganisasikan sebuah tim kerja kecil, memperkuat staf pendukung > kantor, mempertahankan kebahagiaan di rumah tangga semua itu merupakan > lini depan kepemimpinan. Kepemimpinan memang tidak pernah mudah, tetapi > syukurlah bahwa setiap orang mempunyai potensi menjadi pemimpin setiap > hari." > > Dengan kutipan "universal" tersebut mudah-mudahan memperjelas > pengertian > bahwa pada dasarnya setiap manusia adalah pemimpin, atau setidaknya > memiliki potensi menjadi pemimpin. > > Nah jika kita sepakat demikian, maka sesungguhnya kita memiliki calon > pemimpin diantara kita bangsa Indonesia ini artinya KELANGKAAN SUMBER > DAYA MANUSIA yang dimaksukan pak Priyo pada sasarnya bisa diatasi. > Apalagi, kalau saja kita mau melakukan "seleksi" seperti AFI, Indonesia > Idol, KDI, API dsb bukan tidak mungkin kita memperoleh pemimpin sesuai > (mendekati) yang kita harapkan dengan kriteria yang mungkin lebih > banyak > lagi dari yang telah disampaikan pak Priyo. Lagi-lagi saya cuma nitip > satu > kata agar tidak terlupakan "kejujuran". > > Mengapa dengan "kejujuran"? > Coba simak, survei yang telah dilakukan oleh sebuah lembaga > kepemimpinan > internasional yang bernama The Leadership Challenge dengan melakukan > survei karakteristik CEO (Chief Executive Officer) pada tahun 1987, > 1995, > dan 2002yang dilakukan di Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, > Eropa, dan Australia. Masing-masing responden diminta untuk menilai dan > memilih tujuh karakteristik CEO ideal mereka. Hasil survei tiga tahun > berturut-turut itu ternyata menempatkan sikap > 1. jujur (honest) pada peringkat pertama (tahun 1987: 83 persen, tahun > 1995: 88 persen, tahun 2002: 88 persen). > 2. berpikiran maju (forward looking), > 3. kompeten (competent), > 4. dapat memberi inspirasi (inspiring), > 5. cerdas (intelligent), > 6. adil (fair-minded), dan > 7. berpandangan luas (broad-minded). > 8. mendukung (supportive), > 9. terus terang/jujur (straight forward), > 10. bisa diandalkan (dependable), > 11. bekerja sama (cooperative), > 12. tegas (determined), > 13. berdaya imajinasi (imaginative), > 14. berambisi (ambitious), > 15. berani (courageous), > 16. perhatian (caring), > 17. matang/dewasa dalam berpikir dan bertindak (mature), > 18. setia (loyal), > 19. penguasaan diri (self-controlled), dan > 20. mandiri (independent). > > Survei tersebut telah dimuat dalam buku Rahasia Sukses Membangkitkan > ESQ > Power, Sebuah Inner Journey Melalui Al-Ihsan karangan Ary Ginanjar > Agustian (Penerbit Arga, 2003). > > Maka berdasar survei internasional tersebut, saat ini yang dibutuhkan > adalah seorang leader yang memiliki karakter, yang sekaligus > menunjukkan > bahwa karakter itu mampu membuat seseorang meraih sukses, menjadi > seorang > powerful leader sebagai pemimpin yang memiliki kekuatan dahsyat. > Karakter > tersebut terbukti secara internasional telah mengangkat mereka ke > puncak > karier bisnis dan keprofesionalan kerja. > > Bahkan dalam buku tersebut diungkapkan pula, pada tanggal 11-12 April > 2002 > para eksekutif puncak internasional dari berbagai jenis perusahaan > datang > berbondong-bondong untuk menghadiri sebuah forum diskusi kepemimpinan > yang > diadakan oleh Harvard Business School. Rangkuman hasil diskusi itu > diberi > judul Does Spirituality Drive Success? yang artinya, apakah > spiritualitas > bisa membawa seseorang pada keberhasilan? > > Para pengusaha terkemuka Amerika Serikat termasuk dari lembah silikon > (Silicon Valley) yang hadir dalam diskusi selama dua hari itu, akhirnya > sepakat menyatakan bahwa spiritualisme mampu menghasilkan lima hal > yaitu: > - integritas atau kejujuran, > - energi atau semangat, > - inspirasi atau ide dan inisiatif, > - wisdom atau bijak, serta > - keberanian dalam mengambil keputusan. > > Mereka setuju bahwa spiritualisme terbukti mampu membawa seseorang > menuju > tangga kesuksesan dan berperan besar dalam menciptakan mereka menjadi > seorang powerful leader, dengan karakter seperti tergambar dalam hasil > survei internasional tersebut. > > Bagi Indonesia kini dan di masa mendatang, selain sikap jujur tampaknya > juga sikap sederhana yang harus diprioritaskan untuk dimiliki dan > dicontohkan oleh para pemimpin. Nah, tentunya siapa yang mau menjadi > pemimpin yang hanya mengabdi kepada rakyat, bukan mengabdi kepada harta > dan kekuasaan? Jawabnya tidak mudah, tetapi moga-moga dalam raker Menwa > mendatang ditemukan pemikiran ke arah hal-hal tersebut. > > salam > Asodik > > > WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA > > > > Salam hangat, > > PriyoPS > > > > > > > > -- > --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- > Arsip : <http://news.mahawarman.net> > News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman > -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Fw: Re: Masukan buat RakorNas Menwa: 00112, asodik-XNbuPGYthTOB+jHODAdFcQ |
|---|---|
| Next by Date: | Ikut berduka cita atas wafatnya 7 balita: 00112, hudaya.taudjidi-OgnZCrYFxlldtzx+TpIdMQ |
| Previous by Thread: | Re: Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Fw: Re: Masukan buat RakorNas Menwai: 00112, asodik-XNbuPGYthTOB+jHODAdFcQ |
| Next by Thread: | Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Rakornas: 00112, Priyo Pribadi Soemarno |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |