logo       

Menwa: msg#00110

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Menwa

Resimen Mahasiswa saat ini belum mendapatkan tempat
terpandang di masyarakat. Saat ini Menwa belum
memiliki reputasi yang unggul sebagai sebuah
organisasi yang "ekslusif" dgn kualitas SDM yang dapat
diandalkan. Realita menunjukan bahwa kekuatan Menwa
berada pada orang-orangnya dan pada kelompok kelompok
komunitasnya.
Pada suatu kesempatan saya diminta bantuan Pa' IGW.
Syamsi untuk mengirimkan dua personil sebagai relawan
ke Nias pada saat gempa kembali mengguncang Nias dgn
limit waktu beberapa jam saja. Kebetulan saat ini
beliau ikut dalam Bendera PMI.

Beliau memberikan komentar pada rekan2 pmi bahwa
beliau membutuhkan orang yang siap dalam kondisi
apapun. Dan ini teruji dengan 5 orang mereka bisa
menancapkan bendera di Nias. Begitupun dengan
pengiriman satgas ke Aceh, Mahawarman mendapat
perhatian yang khusus dari dephan.

Ini menunjukan Kekuatan Menwa berada pada
orang-orangnya dan pada kelompokkelompok komunitasnya.


FOKUS

Menwa perlu memusatkan perhatian pada 3 hal :
1. Pertumbuhan Komunitas Keahlian
2. Meningkatkan nilai rata2 kemampuan SDM Menwa
3. Memantapkan kedudukan organisasi

PERTUMBUHAN KOMUNITAS KEAHLIAN
Pada saat bencana nasional Tsunami bagaimana kita
menyiapkan SDM yang memiliki kemampuan dalam manajemen
bencana? Lalu . . .Bagaimana menggerakan mereka dan
siapa saja mereka?

Komunitas keahlian menwa ini harus dibangun dari level
yang paling rendah yaitu mulai dari batalyon atau
satuan menwa. Komunitas Dalam level yang tertinggi
terorganisasikan dalam Lembaga tingkat Nasional,
apapun sebutannya "CRMI,Pusat Komando Menwa".

MENINGKATKAN NILAI RATA2 KEMAMPUAN SDM

Pada Pendidikan Dasar saya mengalami pendidikan yang
dikelola skomenwa. Pada saat yang sama dan ditempat
yang sama ada Komando Latihan yang mengadakan dikdasar
di luar skomenwa.

Cara berpikir yang ada pada waktu dari pihak skomenwa
adalah bagaimana menyiapkan sdm yang memiliki sikap
dan mental sebagai seorang prajurit, tidak menjadi
menwa yang memble.

Paradigma berpikir ini memang tidak menjadikan menwa
kearah yang lebih baik. Dalam pengembangan kemampuan
olah pikir terasa masih sangat kurang.

Kedepan pembinaan potensi kemampuan menwa dari
pendidikan dasar sudah diarahkan kepada keahlian
dibidangnya dengan tidak mengurangi kemampuan dasar
dasar kemiliterannya.


MEMANTAPKAN KEDUDUKAN ORGANISASI

Ada beberapa permasalahan tentang kedudukan Menwa
dalam lembaga kemahasiswaan. Sebenarnya bagi saya
bukan ditempatkan dimana tetapi bagaimana kita
menempatkan diri. Kedudukan menwa ini dalam perguruan
tinggi dalam surat yang disampaikan oleh Mendiknas,
bahwa pengaturannya diserahkan kepada perti dengan
memperhatikan aturan2 yang ada tentang lembaga
kemahasiswaan.

Dalam lingkup perti (Surat mendiknas) dan propinsi
(Surat Mendagri dan Otda) kedudukan menwa sudah jelas.


Lalu bagaimana kedudukan Menwa sebagai organisasi
tingkat nasional? Menginduk ke Dephan ??????? Kasubdit
binpotmenwa kini sudah tidak ada. Kita usulkan saja
supaya ada lagi dgn peran pro aktif lembaga menwa
tingkat nasional.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Mari kita mulai benahi dari level yang rendah. Apapun
aspirasi yang akan ada nanti semua itu diarahkan untuk
membuat pedoman tentang pengaturan menwa bukan
penyeragaman sebab masing2 satuan memiliki warna
lokalnya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

S. Yakobus Muda
Resimen Mahawarman

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

-- Binary/unsupported file stripped by Listar --
-- Type: message/rfc822


--
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise