|
Re: [rakornas-menwa-2005] Keadaan Riil dan Fakta: msg#00108org.region.indonesia.mahawarman
On Sun, 22 May 2005 17:30:03 -0000 Bung Gumaran menulis tentang Subject: [rakornas-menwa-2005] Keadaan Riil dan Fakta dan diantaranya memberikan tanggapan atas : > > > On 16 May 2005 13:39:14 -0700 Pak Sharif wrote : > > > Yang menjadi 'pemicu' utama adalah penilaian saya bahwa pemerintah > > telah menyianyiakan simpanan nasional, ketika tidak mengumumkan > > mobilisasi umum untuk membantu para saudari dan saudara kita yang > dihantam bencana pada 26 Desember 2004. > > > On 17 May 2005 10:54 Priyo Pribadi Soemarno <priyo.psoemarno@...> > wrote: > > (PPS) > > Sepakat dengan dasar pemikiran anda dan perlu ada "re-position" > > dari MENWA Indonesia dalam konteks yang lebih luas dan bermartabat . > > Saya juga sepakat, junior-junior kita dari Resimen Mahasiswa > Suryanata Kalimantan Selatan, sudah mempersiapkan diri dan satuan- > satuan siap berangkat membantu masyarakat Aceh korban bencana > Tsunami, tapi apa daya, begitu menghadap para Pimpinan Daerah, > pertanyaan sinis, yang mereka dengar, "LHO KAMI KIRA MENWA SUDAH > DIBUBARKAN,...!" bayangkan kalau anda yang mengalami ini. (PPS) Nampaknya Resimen Mahassiswa Suryanata punya masalah dengan Pimpinan Daerah yang merasa belum paham betul situasi MENWA Indonesia . Perlu ada komunikasi intens dan bilamana perlu salurkan komunikasi kita ini kepada beliau melalui jaringan internet mereka . (information warfare) . > > Untuk melaksanakan kegiatan, tak bisa tidak, dibutuhkan uang. > > Darimana uang diperoleh? Dari APBN/APBD?, dari Alumni?, dari > > iuran?, dari Yayasan? Ini perlu dibicarain dengan sungguh2. > Jangan bermimpi bikin program bombastis kalau duit tidak mendukung. > > Nah ini, usul saya dan usulan Alumni dan Anggota yang masih oad di > Kalsel, selain yang di tulis pak Hermansyah di atas, kita membentuk > semacam usaha profit, dengan tujuan dan sasaran : > 1. Mempekerjakan, anggota Menwa yang lulus tapi belum bekerja (mengurangi pengangguran). SDM MENWA khan lengkap hampir semua disiplin ilmu > 2. Salah satu sumber pendanaan kegiatan pembinaan Resimen Mahasiswa Bgaimana?? (PPS) Sebaiknya dibuat pertemuan alumni untuk mengatasi hal ini . Kalau alumni ikut nyumbang rasanya perjuangan MENWA akan tetap exist . > Keadaan sekarang j a u u u u u h dengan keadaan bapak dahulu. Kondisi > negara juga tidak seperti keadaan bapak dahulu. > keadaan riil di Kalimantan Selatan. Tahun 1999 Mahasiswa begitu ada > penerimaan Menwa, yang daftar ratusan, hasil seleksi tiap satuan > mencapai 80an orang (bahkan alumni ikut turun tangan karena kewalahan > dengan antusias para pendaftar). Setelah itu mereka siap Latsarmil, > tapi apa lacur, dana tidak ada, jadi dibuatlah quota. Sehingga > mereka yang tidak kebagian menunggu, bahkan sebagian besar sampai > lulus tetap tidak kebagian yang namanya latihan DASAR bela Negara > walaupun mau membayar sendiri. Meski begitu ketika ada kasus-kasus > yang membangkitkan rasa nasionalisme (perbatasan, TKI, perusahaan > asing, bencana alam dan lain-lain). Para mahasiswa mendirikan posko. > Tapi lihatlah, banyak yang tidak tersalurkan. (PPS) Luar biasa juga kondisi minat para mahasiswa di Kalsel . Kalau dukungan nya banyak begitu mestinya masalah pendanaan bisa diatasi . > Ini cerita lain semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua, > Pengalaman saya sewaktu kerja magang di tengah tengah belantara hutan > kalimantan (1998), tepatnya di Wilayah Barito Hulu di wilayah tana' > Siang (tepat di daerah perbatasan antara Kalbar, Kalteng dan Kaltim), > sebagai Tim Road Survey, dan Pembinaan Masyarakat Desa Hutan, manager > workshop tempat saya nginap adalah seorang warga negara Malaysia > (yang buta huruf, namun, maaf, lebih rajin dan lebih baik > dibandingkan karyawannya, orang Indonesia) dan orang Korea yang > setiap hari ganti-ganti teman wanitanya. Dari dalam hutan Saya > hampir setiap hari melihat helikopter melintas dengan membawa beban > di bawahnya. Ketika saya tanya dengan masy. Setempat, mereka katakan > itu adlah helikpter Australia yg ngangut emas (padahal helikopter PT. > Indo Muro), mungkin karena banyak orang Australia yang lewat jalan > kami menuju ke `atas', dan sering singgah dengan helikopter mengambil > ransum. seWaktu berada di Base Camp induk. kami sekamar dengan > seorang prajurit TNI AD berpangkat (kalau tdk salah) kopral kepala > anggota salah satu batalyon di Kalimantan, dia cerita katanya > tugasnya adalah mengamankan perusahaan tambang emas, dan bergilir > setiap bebrapa bulan bayarannya adalah 10 x lipat gajinya di > Batalyon. Di meja berhamburan peluru tajam standar dan senapan serbu > SS-1. saya tanya tugasnya mengamankan apa? Ya mengamankan perusahaan > dan orang2 perusahaan termasuk orang asing dari gangguan penambang > ilegal (rakyat), pernah dia melakukan `evakuasi' penduduk suku > setempat yg sudah mendiami ratusan tahun sejak leluhurnya yg tanahnya > termasuk wilayah konsesi perusahaan, dengan cara menembaki mereka > sehingga lari ke hutan, yg dia tembaki adalah rumah panggung > berdinding kulit kayu yg di dlmnya ada orang tua suku setempat yg > sudah bertongkat!!!. Saya tanya bgm perasaan dia waktu menembaki > itu? Dia bilang sebenarnya kalau bicara nurani, menolak, tapi kalau > bicara tugas dan penghasilan....... Di sana yang berlaku bukanlah > hukum negara, tapi siapa yang kuat(duitnya) dan mampu membayar > aparat. Kalau di kalangan penambang ilegal, siapa yang sakti (kebal) > punya banyak senjata dan peluru serta pengikut jadi saingan > perusahaan. Masalah lingkungan jangan tanya (silakan ke sana melihat > sendiri, kalau punya dana). Jadi ke mana posisi yang punya kemampuan > otak (SDM)???? (PPS) Masak sih sampai sebegitunya para oknum TNI tersebut ?? Nembak2in rakyat nya sendiri ?? Indomuro kayaknya konsesinya di KalTeng dan yang dibawa pakai heli biasanya konsentrat yang mengandung butiran logam mulia . > juga mhasiswa2 yang ikut mendaftar jadi Camenwa (tapi masuk dlm > daftar tunggu, dan sudah lama mengabdi di Menwa sebagai Camen tapi > tidak ada realisasi Latsarmil sampai mereka lulus, dengan alasan tdk > ada dana dari kamawil). > Saya tanya kepada mereka, kenapa mau dibubarkan??? Jawab mereka, utk > apa toh status hukumnya tdk jelas, pembinaannya juga, seperti kerakap > tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau, mereka khawatir kondisi > pada saat itu hanya akan dimanfaatkan oknum aparat utk menekan para > mahasiswa. (PPS) Saya ikut prihatin , perlu segera pencerahan agar tidak terlanjur menjadi "pasukan desertir" ...he,he,he ... > > Namun, sampai saat ini tdk terjadi pembubaran menwa di KalSel!!! > Malah bertambah jumlah satuannya dari tiga satuan saja (Yon 601, 602, > dan 603) menjadi sampai ada Satuan 610. meski dengan jumlah anggota > sekitar 60 an orang. Kebanyakan dari Sekolah Tinggi Agama Islam yang > membentuk satuan baru, tanpa Latsarmil, tanpa Danmenwa, tanpa Kasmen > definitif (yang definitif hanyalah IKA Menwa), tanpa pembinaan yg > berarti dari para Pimpinan Perguruan tinggi dan perhatian dari > Pimpinan daerah. Mereka masih semangat, bahkan mengadakan Latihan > Bersama selama 3 hari sekaligus latsar bagi anggota yg baru masuk > dengan dana seadanya mengundang para alumni utk mendampingi mereka > (95% kgiatan mereka tangani sendiri, alumni hanya 5%). Sewaktu ada > bencana Tsunami, Ambalat, Nias dan berbagai persoalan2 perbatasan dan > penindasan rakyat indonesia terhadap negara lain mereka membentuk > semacam kelompok (SatGas) yang siap setiap saat meski harus > mengorbankan kuliah bahkan bertempur sekalipun. > Saya pikir semangatnya, rohnya, tdk jauh berbeda dengan pendahulu > mereka dari daerah ini, Bapak Hasan Basri (Kalsel) dan Cilik Riwut > (Kalteng), sewaktu perjuangan mempertahankan kemerdekaan > > Nah sekarang, bagaimana kita menyikapi hal ini??? > (PPS) Bung Gumaran, kita semua sedang mencoba membuat konsep dasar yang bisa berlaku umum bagi semua MENWA di Indonesia . Untuk itu Bung Sharif sejak dua bulan ini mengingatkan kita akan pokok permasalahan dan perlunya kita semua bicara . Saran Bima Hermastho tentang "virtual Batalyon" atau "virtual Resimen" pada organisasi kita perlu segera diwujudkan . Ini sangat menarik , bagaimana kita yang tidak pernah saling mengenal dan berbeda latar belakang bisa bersatu dalam komunikasi yang intens . Perlu ada motornya , dalam hal ini peran Bung Sharif dan Bung Gumaran serta perlu seseorang yang bisa menjadi "pengatur lalulintas" sehingga pembicaraan akan terarah . Saya akan mencoba mengusulkan agar Bung Syafril Hermansyah dengan fasilitas komunikasi canggihnya bisa ikut mengatur traffic ini . Salam hangat , PriyoPS -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Rakornas: 00108, Bima Hermastho |
|---|---|
| Next by Date: | Re: VIRTUAL BATALYON COMBAT Re: Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Rakornas: 00108, Priyo Pribadi Soemarno |
| Previous by Thread: | Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Rakornasi: 00108, Priyo Pribadi Soemarno |
| Next by Thread: | Ikut berduka cita atas wafatnya 7 balita: 00108, hudaya.taudjidi-OgnZCrYFxlldtzx+TpIdMQ |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |