logo       

Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Rakornas: msg#00106

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Rakornas



-----Original Message-----
From: "Priyo Pribadi Soemarno"
<priyo.psoemarno-htT58Lpzl+O75oZsimaj59HuzzzSOjJt@xxxxxxxxxxxxxxxx>
To: rakornas-menwa-2005-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
Date: Sun, 22 May 2005 06:18:09 +0700
Subject: Re: [rakornas-menwa-2005] Rakornas

On Mon, 16 May 2005 18:06:17 -0700 (PDT) Sahrul Romadan menulis :

Subject: [rakornas-menwa-2005] Rakornas


> Struktur organisasi, jangan setengah-setengah, kalau mau mengadop
> istilah militer sekalian militer, kalau mau sipil (seperti ormas) ya
> sipil sekalian. Sebagai contoh ada Danmen/Kasmen/Ass, lantas
> di Kabupaten apa istilahnya?? siapa yang melakukan pembinaan??. Apakah
> alumni? Kalau alumni bagaimana struktur organisasi antara Danmen dan
> Ketua Ika Menwa???

(PPS)
Tidak setengah-setengah bisa dijawab dengan konsep yang dikuatkan
Undang2.
Justru saat ini tantangan kita adalah merumuskan konsep MENWA (re-posisi
dan re-building) .
Kalau kita menyebut Resimen Mahasiswa tentu selanjutnya ada Batalyon ada
Kompie dstnya sesuai urutan . Tetapi nampaknya kita tidak mengacu pada
Kabupaten , lantas Kecamatan dstnya , ..lah nanti ada tingkat Kelurahan
segala ??? KHan jadi amburadul namanya . Yang benar, kita mengacu pada
Universitas/Perguruan tinggi yang merupakan sumber anggota2 kita.

> Sistem rekrutmen anggota menwa harus mempunyai standar yang baku dan
> jelas termasuk tata cara dan tim seleksi.
(PPS) Cukup jelas .

> Posisikan menwa sebagai organisasi yang terhormat dan mempunyai nilai
> tambah serta dikenal dimasyarakat. Dikenal tidak harus menunjukkan diri
> dengan menjaga pertandingan sepak bola, festival musik, dsb. Tapi
> tunjukkan dengan kegiatan serta peran aktif yang lebih positif,
misalnya
> mengikuti kegiatan TNI masuk desa, penanggulangan bencana alam, bakti
> sosial, dsb.

(PPS)
Kuncinya ada pada kualifikasi .
MENWA bukan "satuan pemukul" yang bisa digunakan oleh isntitusi lain
diluar struktur MENWA . Tempo hari ada info tentang MENWA yang ikut
menjaga di salah satu acara pesta rumah Rektor , nah , ini sudah
merupakan
penyimpangan .
Di ITB sekitar tahun 60'an , Batalyon I ITB mengadakan "malam Bhakti"
mengundang Band Dara Puspita dsbnya dan mengorganisir acara tersebut
termasuk menjaga agar acara berjalan tertib . Batalyon I juga pernah
kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Mesin ITB mengadakan "balap
'Go'kart"
di kampus ITB , yang menjaga adalah Batalyon I ITB , tetapi semuanya
adalah di organisir oleh anggota Batalyon I ITB dan merupakan
"kreatifitas" mencari dana latihan .
Kedua pengalaman Batalyon I ITB tidak termasuk dalam "Penjagaan
keamanan" yang dimaksud Sahrul Romadan .

> Membangun bargaining position yang cukup baik di pemerintahan maupun
non
> pemerintah. (kalau alumni/menwa punya potensi mengapa tidak untuk
> menduduki posisi cukup baik).
(PPS)
Menurut pengamatan saya , alumni MENWA tidak mengejar pangkat atau
jabatan. Banyak sekali alumni yang bekerja di"lapangan" dengan predikat
baik, bahkan "supra-prima" karena memang mereka adalah pekerja
profesional yang tangguh . Diantaranya memang terpilih dan menjadi
pejabat
penting , tetapi tidak karena mereka minta2 jabatan , apalagi membeli
jabatan . Sampai sejauh ini saya yakin belum pernah mendengar ada kasus
yang menimpa rekan alumni .
Kalau Bung Sahrul berharap agar lebih punya peran dalam tingkatan
Nasional, maka lembaga Alumni harus mengibarkan bendera tinggi2, jangan
main duit dan nyaman dengan "establishment" mengatas namakan ratusan
ribu
alumni . Hal ini memang serious .

> Untuk menghindari friksi dengan para mahasiswa di kampus, menwa tidak
> perlu setiap hari berpakaian ala militer, namun siap digunakan untuk
> kegiatan-kegiatan tertentu, misalnya pada saat latihan, upacara besar,
> penugasan dsb.
(PPS)
Lho, apa masih pada pakai pakaian militer?? Khan sudah ada PDH warna krem
yang keren ? Friksi hanya terjadi kalau kita hanya petantang-petenteng
keberatan baju , padahal kita hanya "tong kosong" . Tugas Senior Pelatih
untuk "mengisi" kualifikasi adik2nya .
Kemampuan MENWA adalah bertumpu pada leadership dan kemampuan memecahkan
masalah . Kita bisa melatih mahasiswa untuk belajar mountaineering,
out-bound, SAR, Pemadam Kevakaran dan perencanaan sistim keamanan .
Bahkan
di ITB alumninya turun memberikan pelatihan2 Emotional Inteligence
kepada adik2nya digabungkan dengan mahasiswa lainnya . Mahasiswa ITB
sudah
tahu , siapa dan bagaimana Batalyon I ITB , mengapa harus ada friksi ??

> Sumber Dana :
> Untuk melaksanakan kegiatan dan menghasilkan sesuatu tentu perlu dana,
> sehingga kita tidak perlu ragu-ragu dan malu-malu untuk menggandeng dan
> bermitra secara penuh dengan pemerintah (Dephankam,Depdagri dan
Diknas).
> Coba bayangkan kalau Danmen dari Papua mau ikut Rakornas ke Palembang
> siapa yang menanggung dana? Tetap saja akan minta bantuan ke lembaga
tsb
> diatas.
(PPS)
Pendanaan akan tuntas kalau UU sudah mencantumkan tentang Pembinaan MENWA
dalam sistim Ketahanan Nasional . Tetapi kreatifitas tetap harus
dijalankan, karena merupakan ciri2 organisasi kemahasiswaan yang bebas
aktif dan tidak cocok untuk menjadi orang bayaran.
>

Masih banyak lagi yang harus dibenahi, karena itu alumni harus ikut
turun.
Masalah pembinaan MENWA akan lebih sempurna bila dimatangkan alumninya .
Sangat aneh bahwa selama lebih dari 30 tahun kehidupan MENWA dan Ikatan
Alumni , belum ada konsep yang lebih sempurna dari Konsep buatan senior
yang telah mendirikan MENWA (founding father MENWA) dengan segala
keterbatasannya pada masa itu dan tidak dibayar oleh siapapun !!!

Berbeda dengan TNI yang mengikuti aturan dinas aktif dan masa pensiun,
maka pada organisasi MENWA, mereka aktif akan berhenti dan pensiun
sebagai MENWA ketika menjadi alumni .Justru 'pensiunan MENWA' yang
lagi seger2nya .. Masa aktif menjadi MENWA hanya sekitar 4-5 tahun
tetapi selanjutnya akan menjadi alumni dengan masa aktif SEUMUR HIDUP ,
sampai hayat dikandung badan !!!
Nampak sekali pembinaan nya berbanding terbalik dengan TNI .
Mau dikemanakan itu tuh ,....alumni yang 400,000 , SDM terlatih yang
sudah tersebar diseluruh Indonesia . Berapa sih kira-kira jumlah
anggota
aktif TNI ??? Berapa jumlah anggota Pengurus NU dan para Kyainya ??
Berapa jumlah anggota pengurus PDIP dan para dedengkotnya ???
Padahal Bangsa Indonesia kekurangan SDM handal , padahal alumni adalah
bala cadangan Nasional yang berada di lini pertama setelah TNI ,
padahal
negara kita masih sangat memerlukan tenaga ahli dalam jajaran TNI
untuk
bisa mengoperasikan sistim komunikasi canggih saat ini , untuk
mengoperasikan sistim radar serangan udara , untuk membantu perawatan
serta pengoperasian peralatan perang yang super canggih dsbnya .

Masalah diatas bukan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh MENWA
aktif , juga bukan hanya urusannya TNI atau DepHan . Ini 'homework'
kita
, alumni MENWA .
Adik2 kita yang di Kampus masih menghadapi kurikulum yang berat dan
tantangan untuk bisa mencetak MENWA2 baru dan meningkatkan kualifikasi
ditengah cercaan mahasiswa lain kepada Menwa
SKOMEN (kecuali Mahawijaya) entah sibuk mengerjakan apa saja ,...
Ikatan Alumni MENWA entah apa lagi yang dikerjakan , ataukah hanya
'exuse' karena banyak mendapat tantangan 'anti MENWA' di beberapa
Kampus ??
Penggabungan kekuatan MENWA aktif dengan Alumni dalam Forum CORPS agak
menolong sedikit situasi khsusnya di ITB

Jadi, yang di Palembang barulah acara Mahawijaya yang seyogyanya
diikuti
Resimen2 lain dan mengarah pada pembahasan tingkat Nasional .

WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA ,

Salam hangat,
PriyoPS





--
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise