logo       

Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Fw: Re: Masukan buat RakorNas Menwa: msg#00105

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Fwd: Re: [rakornas-menwa-2005] Fw: Re: Masukan buat RakorNas Menwa



On Sat, 21 May 2005 12:02:17 +0700 Kangmas Djoni menulis :
Subject: [rakornas-menwa-2005] Fw: [yonsatu] Re: Masukan buat RakorNas
Menwa


> Tanpa itu lebih dulu kita upayakan dan pastikan, maka usaha
> me-revitalisasi menwa secara bottom up, dalam bentuk sekedar kegiatan
> mahasiswa bermain tentara-tentaraan, adalah menegakkan benang basah!
>
(PPS)
Kangmas Djoni benar , kita tidak boleh kerja sis-sia.
Selama ini yang kita lihat hanya dunia kampus dan sibuk mikirin jumlah
anggota yang makin sedikit . Padahal dunia luar sudah berubah, organisasi
lain masih terus melakukan pengkaderan anggota dan sudah masuk
"jalur-cepat" dalam upaya mengisi kekosongan SDM tingkat Nasional .

Dalam merumuskan pola pembinaan kedepan , nampaknya kita harus
memilah-milah , antara pembinaan MENWA (yang masih mahasiswa di
Kampus2)
kemudian pembinaan kekuatan ALUMNI (yang setelah jadi sarjana malah
seperti pensiunan , ..alias gak kepakai lagi) serta pembinaan SDM
terlatih yang punya wawasan kebangsaan yang tinggi dan berjiwa
"merah-putih" .
Sependapat lagi dengan Kangmas Djoni, janganlah kegiatan ke-MENWA-an ini
terlalu didominasi Alumni nya . MENWA yang masih aktif justru jadi
penonton doang . Tugas kita para ALUMNI adalah membuat mereka
terlindungi agar bisa bermain dan berlatih . Bukan kita yang main .
Kalau sekarang MENWA yang dikampus ciut karena desakan pembubaran dan
tidak punya payung hukum yang otomatis juga gak punya kantong dana , maka
menjadi tugas kita2 sebagai alumni untuk ngeberesinnya .

Mengapa kesan tentang peranan Alumni terlalu menonjol atau mengemuka dan
peran MENWA nya tertutup oleh Alumni ??
Saya berpendapat bahwa sinyalemen Bima Hermastho tentang peran KASMEN
atau organisasi SKOMEN memang sangat beralasan dan masalah SKOMEN patut
dipertanyakan karena masih jauh dari harapan . Padahal semestinya para
pejabat SKOMEN adalah yang terpilih dari Batalyon2 (maaf, saya lebih
suka
istilah Batalyon daripada Satuan meskipun jumlahnya dikit) . Saya rasa
hal ini berlaku umum terkecuali yang kita dengar dari Bung Sharif Dayan
karena barusan saya sangat terkesan dengan Mahawijaya .
Dalam jenjang karier ke MENWA-an , maka jabatan di SKOMEN adalah setara
dengan jabatan DanYon .
Kemungkinan besar kelambanan gerak SKOMEN adalah karena terpola dengan
kegiatan DANMEN yang juga PAMEN TNI (KODAM) yang juga sibuk dengan
tugas2nya di Kesatuannya . Dahulu di Mahawarman DANMEN adalah figur dan
akses untuk mendapat fasilitas latihan . Penentu utama kegiatan adalah
KASMEN beserta Staf yang mahasiswa semua . Kreatifitas SKOMEN sangat
ditentukan oleh para Staf yang membawakan peran wilayah .
Dulu juga ada Forum Komando yang terdiri dari DanYon2 dan Asisten di
SKOMEN yang berkoordinasi melaksanakan program . Kalau semua tergantung
DANMEN , maka dapat dipastikan gerakan nya akan lamban sekali .

Bagaimana pula dengan Ikatan Alumni ???
Sebagai alumni MENWA selama lebih dari 20 tahun (Kangmas Djoni lebih dari
30 tahun) saya merasa belum ada manfaatnya kita punya Ikatan Alumni .
Organisasi Ikatan Alumni lebih banyak membina "keatas" , alias bekerja
dengan pejabat "diatas" dengan mengatas namakan Alumni yang sudah
400.000 an jumlah anggotanya . Saya rasa pengurus Ikatan Alumni harus
mulai terjun kebawah , jangan cuma "nengok2" aja dari atas awan
cummulus .
Persoalan yang diceritakan Bung Sharif Dayan tentang matinya beberapa
Batalyon dan saya kira dialami oleh Resimen2 lain di daerah adalah
kenyataan riil yang berbahaya untuk organisasi dan belum tersentuh oleh
Ikatan Alumni . Karena itu sewaktu ada usulan "penyegaran" Ikatan
Alumni dengan masuknya mas Budiono , saya sangat bersemangat dan
mendukung
terpilihnya beliau (padahal tidak punya hak pilih) .
Kini, saatnya kita membenahi Ikatan Alumni .
Tantangannya sangat banyak , ...mulai dari peranan dalam penyusunan
Undang2 , penyediaan fasilitas latihan untuk mencetak kader2 baru ,
menghidupkan kembali Batalyon2 didaerah , mengumpulkan para Alumni2
potensial , pejabat2 SKOMEN , Staf Batalyon beserta Danyon2 nya dan
mantan pejabat2 SKOMEN untuk memikirkan sosok MENWA masa mendatang yang
memenuhi syarat2 utama sebagai organisasi pencetak SDM terlatih yang
berwawasan kebangsaan , para pemimpin generasi muda yang akan
memperbaiki
kualitas generasi bobrok di masa lalu dsbnya . Rumuskan segera .

Kalau kemudian Mas Tjipto Sukardhono bersama-sama beberapa senior alumni
MENWA di Jakarta sekitar 3 tahun yang lalu membentuk Forum CORPS MENWA
Indonesia , mari kita melihatnya bukan dalam rangka menyaingi Ikatan
Alumni yang sudah ada . Walaupun memang ada rasa kecewa terhadap
kurangnya
peranan Ikatan Alumni tersebut .
FORUM CORPS adalah organisasi yang mempersatukan MENWA aktif dengan
para Alumni nya . Forum CORPS didirikan untuk menjawab tantangan dan
ancaman pembubaran MENWA dimana saat itu perlindungan hukum terhadap
keberadaan MENWA sudah goyah dan kehidupan MENWA tergantung hanya pada
Rektor Perguruan Tinggi yang juga menghadapi masalah restrukturisasi
menjadi BHMN (PT negeri). Kita di ITB beruntung karena Rektornya sama
sekali tidak terpengaruh dengan desakan pembubaran MENWA dan para
alumninya cepat membuat program Re-posisi (Indradjaya Dalel) dan
Re-building(Susilo) . Kedua program tersebut menyebabkan alumni Batalyon
I
"turun gunung" menyelamatkan organisasi ini dari kepunahan .
Bagaimana keadaan Batalyon2 lain atau Resimen2 lainnya ??
Dimanakah engkau Ikatan Alumni MENWA ???

Bangsa Indonesia punya tantangan besar didepan mata .
KELANGKAAN SUMBER DAYA MANUSIA .
Melalui berbagai "wasiat" pengalaman serta pelatihan kemampuan
individual
dalam latihan2 MENWA maka boleh dikatakan bahwa Resimen Mahasiswa
adalah
salah satu "pabrik SDM" yang diharapkan oleh para pendiri republik ini.
Pabrik tersebut harus mengikuti standard baku (ISO, SNI, Juklak
LATSARMIL) agar secara massal, simultan dan terus menerus menghasilkan
produk SDM standard yang mudah dikenali oleh konsumen nya .
Dengan mengacu pada pemikiran Kangmas Djoni , Hermansyah , Bima
Hermastho,
Bung Sharif Dayan dan banyak Rekans CORPS senior yang concern dengan
masalah ini , maka Produk SDM tersebut dapat di 'imbuhi' dengan
pelengkap optional sesuai dengan kebutuhannya . Ibarat mobil standard ,
dia bisa ditambahi 4WD, PS , PW, VR, AC, R/T/CD/TV/SatCom dan bahkan
kalau
perlu JK, AT/Triptonic, snorkel,ban radial pacul, winch, tempat bagasi,
lampu kabut , tanduk aluminium bahkan parfum dan dipoles cantik .
Masyarakat akan memilih sesuai kebutuhannya dan sesuai pula dengan
kekuatan kantong nya .
Bangsa Indonesia memerlukan yang komplit, serba bisa, tangguh, powerfull
tetapi irit bahan bakar dan bersih lingkungan .

WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA

Salam hangat,
PriyoPS





Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/rakornas-menwa-2005/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
rakornas-menwa-2005-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/







--
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise