|
Dimana Dikau Kasmen ?: msg#00103org.region.indonesia.mahawarman
[SD] Namun sampai saat ini, belum ada pemberitahuan dari Pak Yakob (KasmenMahawarman), ...mengenai perkembangan di daerah masing-masing.... [B] Semenjak saya aktif, jika orang masuk skomen saya amati kreativitas, inovasi dan keberaniannya dalam mengambil sikap (sedikit) menurun.Saya teringat ketika terjadi kasus di mahawarman manakala saya mengubah dg 'paksa' kurikulum dan waktu diksar dari 3 minggu ke 2 minggu. Tuntutan kuliah 4 tahun dan adanya pola semester pendek menjadikan 'keberanian' utk membuat diksar Gaya Baru yang 'tidak disetujui' skomen dan dianggap bukan 'menwa'. Dengan tanpa surat dari skomen ternyata batalyon bisa mendapatkan barak latihan, senjata lengkap setelah 4 tahun terakhir latihan tdk lagi bersenjata, dan uniknya dalam satu barak ada 2 latihan diksar. Yang satu diksar ilegal bersenjata (batalyon), satunya lagi diksar legal tak bersenjata (skomen). Meski akhirnya. Dari sini saya berfikir bahwa hal tsb sebenarnya tdk perlu terjadi bila skomen dpt berpikir dan bertindak cepat utk mengakomodasi perubahan yg ad a di kampus. Sudah saatnya Kasmen lebih 'tegas' dan 'berani' dalam mengambil inisiatif, b! ukan Danmen. Perubahan dibidang organisasi mewa harus menyentuh level Kasmen dan Asmen-nya. Orang yg duduk pada kepemimpinan resimen harus teruji memiliki kinerja di satuan, punya potensi (kalau perlu dilakukan assessment), dan kompetensi yg memadahi, dan seterusnya hingga level nasional. Organisasi menwa bukan model HMI atau ormas lainnya yg proses suksesi-nya dg votting dan semacamnya, tetapi harus dibangun dg 3 aspek utama mengembangkan manusia unggulan: performance, potential & competency. 3 aspek tsb diaplikasikan di bisnis dg mengadopsi ilmu dan manajemen militer, dan assessment center untuk mengetahui hal tersebut pertama kali ya dibuat oleh tentara amerika, siapa yg bikin? Ya orang-2 kampus. Saya berharap isyu organisasi pada level pembinaan menwa berfokus pada 3 aspek utama pegembangan SDM menwa yg bertumpu pada pengukuran dan pencapaian standar kinerja, potensi dan kompetensi satuan. 3 hal tersebut akan menjembatani visi misi makro organisasi terkait dg perubahan! hierarchy, sertifikasi dll. Btw, kenapa sih selama ini skomen tdk berani bermain dg angka?? Kenapa tdk pasang target yg bikin ereksi. Istilah keren-nya managing with numbers....in god we trust but everyone must bring data, what get measure get done. Sampai saat ini semenjak 7 tahun lalu meninggalkan aktivitas batalyon saya belum pernah dengar telgram dari skomen (Mahawarman) yang 'berani' mentargetkan jumlah kader dlm 'angka' yang harus 'dicari' oleh satuan, dan untuk kepentingan strategic recruitment itu kasmen dan staf 'turun' ke satuan memberikan support dan coaching. Sampai saat ini gak pernah ada proses Cascade dari resimen ke batalyon, semua berjalan dewe-2. Tidak ada strategic link antara program skomen dg batalyon. Ini PR yang harus dipecahkan sebagai isyu organisasi. Masak skomen hanya terima siswa dg angka jadi dan melempar ke rindam, mending gratis....bayar sih iya, dan akhirnya menwa jadi obyekan rind am. So, jika internal organisasi tdk berubah, sulit bagi menwa untuk mengakomodasi kepent! ingan customer seperti yg dikatakan Pak Mansyah, apalagi utk membentuk national character building-nya Pak Priyo, boro boro da.... Nah, terlepas dari customer dll, kita memang butuh organisasi yg kuat, system, dan orang yg kompeten agar at the end nilai ekonomis menwa terbentuk secara otomatis dan customer datang kepadanya. Saya yakin organisasi kader dan organisasi ideologis itu sulit dimatikan. Apalagi jika sebuah organisasi tsb mampu mencetak kader militan. Dimana dikau Kasmen?? Bima -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Filosofis sebagai dasar (dh: TNI di Bawah...): 00103, Sharif Dayan |
|---|---|
| Next by Date: | Laporan dari Mahawijaya: 00103, Sharif Dayan |
| Previous by Thread: | Filosofis sebagai dasar (dh: TNI di Bawah...)i: 00103, Sharif Dayan |
| Next by Thread: | Laporan dari Mahawijaya: 00103, Sharif Dayan |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |