|
Re: Masukan buat RakorNas Menwa: msg#00101org.region.indonesia.mahawarman
Saya agak sedikit beda ,.. Pembinaan MENWA bukan sekedar mengikuti pola -"customer-producer relation" . Pembinaan MENWA termasuk dalam kategori "Nation and Character building" . Semestinya dia sudah punya standard baku yang tidak bisa ditawar-tawar . Kalau soal gaya atau model MENWA dapat dimasukkan sebagai "bumbu2" nya agar sedap dipandang dan dirasakan . Karena itu , kita mesti berjuang agar ada ketentuan legal yang mendukung keberadaan MENWA , bukan karena harus mengikuti mode , tetapi karena memang diperlukan oleh Bangsa dan Negara dan dilindungi oleh Undang2 . Upaya pembubaran MENWA jangan dilihat hanya karena "salah gaya" di kampus2 . Upaya pembubaran MENWA adalah termasuk usaha strategis untuk menghancurkan masa depan SDM Indonesia . Ini sangat serious . Kangmas Djoni bisa membuka catatannya , siapa saja sesungguhnya yang sangat bernafsu untuk membubarkan MENWA . Tugas kita sekarang adalah membantu Pemerintah dalam perumusan UU Pertahanan , UU Cadangan Nasional dsbnya . Apabila MENWA sudah masuk dalam UU sebagai suatu "missi" tugas Nasional , maka masalah tentang pelatihan tambahan atau penyesuaian "Gaya MENWA" agar disukai teman2 mahasiswa lainya adalah pelengkap yang mengikuti pola konsumer-producer yang disampaikan Hermansyah . Salam hangat , PriyoPS -----Original Message----- From: hermansyah-qiVc+BLglCs@xxxxxxxxxxxxxxxx To: yonsatu-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx Date: Fri, 20 May 2005 13:35:11 +0200 Subject: [yonsatu] Masukan buat RakorNas Menwa > Rekan Sharif, > Seperti usul anda, saya sudah subskripsi ke milis RakorNasMenwa (sampai > 2x > ), tapi belum di approve-approve tuh oleh anda. > Berikut saya submit sumbang pikiran lewat milis Yon I, karena submit > lewat > milis RakorNasMenwa nggak berhasil (barangkali karena keanggotaan saya > yang belum diapprove itu). > > Salam hangat, > HermanSyah. > > > ---Begin Quote--- > > Pak ABS, Bima, dan rekans ysh., > > Contoh2 yang disampaikan oleh pak ABS menurut saya menunjukkan bahwa > memang betul 'The Customer is King'. Bubarnya suatu organisasi (entah > itu > perusahaan, Unit Kegiatan Mahasiswa, organisasi politik, dlsb.) menurut > saya tak lain tak bukan disebabkan oleh ketidak mampuan > pengurus/pengelolanya memprovide services/products yang dibutuhkan > customers mereka. > > Siapakah Customers itu? > > Kalau kita mengacu kepada prinsip Customer-Producer Relation, maka yang > namanya Customers mencakup orang2 yang berada didalam organisasi itu > sendiri, maupun orang2 yang berada diluarnya yang menerima 'services' > atau > 'products' secara langsung dari organisasi itu. > > Kalau definisi Customer diatas kita terapkan pada Menwa, maka so jelas > bahwa customers Menwa adalah anggota2nya sendiri dan masyarakat > disekelilingnya. Selama si Customers happy, maka existensi Menwa akan > aman. Kalau nggak, ya apa boleh buat, gulung tikar bukanlah opsi yang > 'haram' untuk dipikirkan. Kenyataan sekarang ini bahwa Menwa megap2, > ini > jelas akibat disamping Outside Customersnya (masyarakat Indonesia) > tidak > happy sama Menwa (kalau happy ngapain mereka rame2 demonstrasi menuntut > agar Menwa dibubarkan, bukan?), juga akibat Inside Customersnya > (anggota > Menwa) tidak satisfied. > > Maka tak heran kalau dalam dunia bisnis orang mencari berbagai upaya > agar > Customer Satisfaction dapat terpelihara, sehingga kita kenal konsep2 > (dan > 'business' tools) yang disebut pak Bhima itu, yaitu TQM, TPM, JIT, > Balanced Scorecard, Six Sigma, dsb. Sementara untuk membuat Inside > Customers happy, diterapkanlah style management yang partisipatif, > birokrasi yang ringkas, authority layers yang pendek, remuneration > system > yang chalenging dan authority yang terdistribusi ke group2 kecil yang > autonomous. > > Semua itu adalah upaya, tools, teknik, metoda, atau apalah namanya yang > lain, untuk mempertahankan 'Customer Satisfaction' tadi. Namun > disamping > itu, ternyata ada hal yang lebih penting lagi sebenernya, yaitu > cita-cita > si organisasi itu sendiri, alias Visi. Kalau Visi nggak ada, maka > upaya > apapun yang dilakukan si organisasi, so pasti arah yang dituju kemana, > nggak akan jelas. > > Maka, saya setuju sekali dengan kalimat terakhir pak ABS, yang > menekankan > perlunya Visi yang jelas tentang Menwa 'Gaya Baru' yang akan di > RakorNas > kan ini. Demikian juga halnya mengenai upaya2 apa saja yang akan Menwa > lakukan, alias Misi apa saja yang akan Menwa jalankan dalam rangka > menuju > Visi tsb. Jadi, Visi, Misi dan satu lagi Values, menurut saya adalah > syarat pokok yang harus dituntaskan kalau kita ingin RakorNas Menwa > yad. > membuahkan hasil yang berguna. > > Bisa saja salah satu Visi yang dihasilkan berbunyi: 'Menjadi mahasiswa > yang keren, bergaya GI dan jantan seperti Rambo', karena seperti pak > ABS > katakan, ternyata banyak juga mahasiswa yang masuk Menwa karena > kepingin > gaya seperti penampilan tentara US. > > Visi semacam itu sah2 saja, karena Visi kan memang harus disesuaikan > dengan situasi yang senantiasa berubah, persis seperti cell yang > beradaptasi dengan lingkungannya, seperti dikatakan pak Bhima. > > Namun, karena Customers Menwa adalah juga masyarakat Indonesia, yang > requirementsnya malah sudah dilegalkan melalui UU No. 3/2003 Tentang > Pertahanan Negara (khususnya pasal 8 dan 9) yang berbunyi: > > > Pasal 8 > > (1) Komponen cadangan, terdiri atas warga negara, sumber daya alam, > sumber > daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang telah disiapkan > untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat > komponen utama. > > (2) Komponen pendukung, terdiri atas warga negara, sumber daya alam, > sumberdaya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang secara > langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan > komponen utama dan komponen cadangan. > > (3) Komponen cadangan dan komponen pendukung, sebagaimana dimaksud > dalam > ayat (1) dan ayat (2), diatur dengan undang-undang. > > Pasal 9 > > (1) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela > negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara. > > (2) Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana > dimaksud dalam ayat (1), diselenggarakan melalui: > > a. pendidikan kewarganegaraan; > > b. pelatihan dasar kemiliteran secara wajib; > > c. pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara > sukarela > atau secara wajib; dan > > d. pengabdian sesuai dengan profesi. > > (3) Ketentuan mengenai pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar > kemiliteran secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi diatur > dengan undang-undang. > > > maka Visi Menwa tentu harus mengakomodasi juga kebutuhan Customers yang > satu ini. > > Melalui UU no. 3/2002 itu (yang khusus untuk pasal 8 dan 9 masih > memerlukan UU tersendiri mengenai Cadangan Nasional), Rakyat Indonesia > menurut saya bukan saja menjadi Outside Customers Menwa, melainkan juga > sekaligus menjadi Stake-Holdersnya, sehingga sebener-benernya existensi > Menwa memang harus ada. > > Maka dengan UU no. 3/2002 itu (dan dengan SKB 3 Mentri yang baru?), > Menwa > boleh dan berhak meminta dukungan dana dan fasilitas kepada negara agar > ia > dapat exist. > > Sekalipun begitu, tetap saja 'Customer Satisfaction' harus nomor satu, > karena 'The Customer is King', dan 'Long Live the King', disamping > Stake > Holderspun juga harus memperoleh 'Return of Investment' atas investasi > yang telah mereka tanam ke Menwa. > > Oleh karena itu, adalah tugas kita semua, baik alumni, apalagi anggota > Menwa -terlebih lagi pengurus Satuan/Batalyon/Resimen-, untuk memahami > betul kebutuhan (Inside dan Outside) Customers dan Stake-Holders Menwa, > sehingga kita dapat memformulasikan Visi, Misi dan Values Menwa 'Gaya > Baru' yang pas, yang memuaskan semua pihak yang terkait tersebut. > > Seperti apa Visi, Misi, Values dan akhirnya Produk Menwa yang bisa > ditawarkan ke Customers Menwa?, silakan RakorNas mendiskusikannya. > Masukan > tentu bisa juga dimintakan kepada Panitia Pengarah yang telah dibentuk > dan > yang saya yakin seluruh anggotanya sangatlah qualified dalam > permasalahan > Menwa. Namun, barangkali perlu pula dipertimbangkan untuk mengadakan > angket di kampus2 dan Ormas2, guna mengetahui apa harapan mereka > terhadap > Menwa. > > Hasil yang diperolah tentu akan sangat bermanfaat dalam diskusi2 dan > dalam > proses2 pengambilan keputusan yang akan terjadi didalam Rakornas nanti. > > Salam hangat, > HermanSyah. > > > --- End Quote --- > > -- > --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- > Arsip : <http://news.mahawarman.net> > News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman > -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Masukan buat RakorNas Menwa: 00101, hermansyah-qiVc+BLglCs |
|---|---|
| Next by Date: | Filosofis sebagai dasar (dh: TNI di Bawah...): 00101, Sharif Dayan |
| Previous by Thread: | Masukan buat RakorNas Menwai: 00101, hermansyah-qiVc+BLglCs |
| Next by Thread: | Masukan buat RakorNas Menwa: 00101, hermansyah-qiVc+BLglCs |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |