logo       

Masukan buat RakorNas Menwa: msg#00100

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Masukan buat RakorNas Menwa

Rekan Sharif,
Seperti usul anda, saya sudah subscribe sampai 2x ke milis RakorNasMenwa,
tapi belum di approve-approve tuh (oleh anda).
Berikut saya submit sumbang pikiran lewat milis Yon I, karena submit lewat
milis RakorNasMenwa nggak berhasil (barangkali karena keanggotaan saya
yang belum diapprove itu).

Salam hangat,
HermanSyah.


---Begin Quote---

Pak ABS, Bima, dan rekans ysh.,

Contoh2 yang disampaikan oleh pak ABS menurut saya menunjukkan bahwa
memang betul 'The Customer is King'. Bubarnya suatu organisasi (entah itu
perusahaan, Unit Kegiatan Mahasiswa, organisasi politik, dlsb.) menurut
saya tak lain tak bukan disebabkan oleh ketidak mampuan
pengurus/pengelolanya memprovide services/products yang dibutuhkan
customers mereka.

Siapakah Customers itu?

Kalau kita mengacu kepada prinsip Customer-Producer Relation, maka yang
namanya Customers mencakup orang2 yang berada didalam organisasi itu
sendiri, maupun orang2 yang berada diluarnya yang menerima 'services' atau
'products' secara langsung dari organisasi itu.

Kalau definisi Customer diatas kita terapkan pada Menwa, maka so jelas
bahwa customers Menwa adalah anggota2nya sendiri dan masyarakat
disekelilingnya. Selama si Customers happy, maka existensi Menwa akan
aman. Kalau nggak, ya apa boleh buat, gulung tikar bukanlah opsi yang
'haram' untuk dipikirkan. Kenyataan sekarang ini bahwa Menwa megap2, ini
jelas akibat disamping Outside Customersnya (masyarakat Indonesia) tidak
happy sama Menwa (kalau happy ngapain mereka rame2 demonstrasi menuntut
agar Menwa dibubarkan, bukan?), juga akibat Inside Customersnya (anggota
Menwa) tidak satisfied.

Maka tak heran kalau dalam dunia bisnis orang mencari berbagai upaya agar
Customer Satisfaction dapat terpelihara, sehingga kita kenal konsep2 (dan
'business' tools) yang disebut pak Bhima itu, yaitu TQM, TPM, JIT,
Balanced Scorecard, Six Sigma, dsb. Sementara untuk membuat Inside
Customers happy, diterapkanlah style management yang partisipatif,
birokrasi yang ringkas, authority layers yang pendek, remuneration system
yang chalenging dan authority yang terdistribusi ke group2 kecil yang
autonomous.

Semua itu adalah upaya, tools, teknik, metoda, atau apalah namanya yang
lain, untuk mempertahankan 'Customer Satisfaction' tadi. Namun disamping
itu, ternyata ada hal yang lebih penting lagi sebenernya, yaitu cita-cita
si organisasi itu sendiri, alias Visi. Kalau Visi nggak ada, maka upaya
apapun yang dilakukan si organisasi, so pasti arah yang dituju kemana,
nggak akan jelas.

Maka, saya setuju sekali dengan kalimat terakhir pak ABS, yang menekankan
perlunya Visi yang jelas tentang Menwa 'Gaya Baru' yang akan di RakorNas
kan ini. Demikian juga halnya mengenai upaya2 apa saja yang akan Menwa
lakukan, alias Misi apa saja yang akan Menwa jalankan dalam rangka menuju
Visi tsb. Jadi, Visi, Misi dan satu lagi Values, menurut saya adalah
syarat pokok yang harus dituntaskan kalau kita ingin RakorNas Menwa yad.
membuahkan hasil yang berguna.

Bisa saja salah satu Visi yang dihasilkan berbunyi: 'Menjadi mahasiswa
yang keren, bergaya GI dan jantan seperti Rambo', karena seperti pak ABS
katakan, ternyata banyak juga mahasiswa yang masuk Menwa karena kepingin
gaya seperti penampilan tentara US.

Visi semacam itu sah2 saja, karena Visi kan memang harus disesuaikan
dengan situasi yang senantiasa berubah, persis seperti cell yang
beradaptasi dengan lingkungannya, seperti dikatakan pak Bhima.

Namun, karena Customers Menwa adalah juga masyarakat Indonesia, yang
requirementsnya malah sudah dilegalkan melalui UU No. 3/2003 Tentang
Pertahanan Negara (khususnya pasal 8 dan 9) yang berbunyi:


Pasal 8

(1) Komponen cadangan, terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber
daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang telah disiapkan
untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat
komponen utama.

(2) Komponen pendukung, terdiri atas warga negara, sumber daya alam,
sumberdaya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang secara
langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan
komponen utama dan komponen cadangan.

(3) Komponen cadangan dan komponen pendukung, sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) dan ayat (2), diatur dengan undang-undang.

Pasal 9

(1) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela
negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara.

(2) Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), diselenggarakan melalui:

a. pendidikan kewarganegaraan;

b. pelatihan dasar kemiliteran secara wajib;

c. pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara sukarela
atau secara wajib; dan

d. pengabdian sesuai dengan profesi.

(3) Ketentuan mengenai pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar
kemiliteran secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi diatur
dengan undang-undang.


maka Visi Menwa tentu harus mengakomodasi juga kebutuhan Customers yang
satu ini.

Melalui UU no. 3/2002 itu (yang khusus untuk pasal 8 dan 9 masih
memerlukan UU tersendiri mengenai Cadangan Nasional), Rakyat Indonesia
menurut saya bukan saja menjadi Outside Customers Menwa, melainkan juga
sekaligus menjadi Stake-Holdersnya, sehingga sebener-benernya existensi
Menwa memang harus ada.

Maka dengan UU no. 3/2002 itu (dan dengan SKB 3 Mentri yang baru?), Menwa
boleh dan berhak meminta dukungan dana dan fasilitas kepada negara agar ia
dapat exist.

Sekalipun begitu, tetap saja 'Customer Satisfaction' harus nomor satu,
karena 'The Customer is King', dan 'Long Live the King', disamping Stake
Holderspun juga harus memperoleh 'Return of Investment' atas investasi
yang telah mereka tanam ke Menwa.

Oleh karena itu, adalah tugas kita semua, baik alumni, apalagi anggota
Menwa -terlebih lagi pengurus Satuan/Batalyon/Resimen-, untuk memahami
betul kebutuhan (Inside dan Outside) Customers dan Stake-Holders Menwa,
sehingga kita dapat memformulasikan Visi, Misi dan Values Menwa 'Gaya
Baru' yang pas, yang memuaskan semua pihak yang terkait tersebut.

Seperti apa Visi, Misi, Values dan akhirnya Produk Menwa yang bisa
ditawarkan ke Customers Menwa?, silakan RakorNas mendiskusikannya. Masukan
tentu bisa juga dimintakan kepada Panitia Pengarah yang telah dibentuk dan
yang saya yakin seluruh anggotanya sangatlah qualified dalam permasalahan
Menwa. Namun, barangkali perlu pula dipertimbangkan untuk mengadakan
angket di kampus2 dan Ormas2, guna mengetahui apa harapan mereka terhadap
Menwa.

Hasil yang diperolah tentu akan sangat bermanfaat dalam diskusi2 dan dalam
proses2 pengambilan keputusan yang akan terjadi didalam Rakornas nanti.

Salam hangat,
HermanSyah.


--- End Quote ---

--
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise