logo       

Re: Menwa: msg#00094

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Re: Menwa

Widya Çastrena Dharma Siddha !

At 12:42 PM 5/16/05 +0700, "Bima Hermastho" wrote:

>Gregetan rasanya melihat kebodohan yang terjadi,

Menurut Jayabaya, kita tidak usah ikut bodoh...mereka mau bodoh, yo karepe
dhewe...
:-)


>appreciate dengan upaya Cak Sharif yg pantang menyerah

Mentang-mentang saya rajin menulis, lalu sayalah yang dianggap pantas
disemati hal itu ? Bukankah sebenarnya itu suara hati dan kerja kita semua ?
Kalau digali lebih dalam, sebenarnya ini kan campur tangan Dia sendiri,
melalui tanda yang diberikan-Nya pada 26 Desember 2004 di NAD, Nias dan
Sumatera Barat ?

Selain itu, ada rekan purnawira yang menyampaikan dalam rangkaian panjang
diskusi kami, bahwa sekaranglah saatnya yang paling tepat untuk bergerak.
Kita tidak tahu apakah ini akan terulang lagi. Beliau mengacu pada sosok
Juwono, yang sekarang sebagai Menhan. Saya sependapat dengan beliau mengenai
orang ini.


Certified professional in ROTC yang diakui secara nasional perlu didirikan.

Tahunan silam, pada awal berkuliah, saya sudah mengetahui mengenai ROTC.
Waktu itu sumbernya adalah TVRI, satu-satunya stasiun televisi yang ada,
ketika stasiun-stasiun tv swasta masih belum ada.

Namun yang mengesankan bagi saya, mengacu pada rerata tingkat mutu daya
manusia di Indonesia, adalah "US National Guard" (USNG). Secara kasar, ia
dapat disamakan dengan Pertahanan Sipil. Asal usulnya pun hampir serupa
dengan kita, yaitu laskar (militia).

Pasukan Nasional -kalau saya dapat menyebutnya demikian- dapat dibentuk
dengan mudah, karena pranata-pranatanya sudah ada. Yang kurang -sangat-
adalah orang-orang (warga masyarakat) yang bisa menangani hal itu denagn
benar walau mereka mempunyai pekerjaan utama. Lalu apa hubungannya dengan
Menwa ? Apakah kembali akan menggunakan okol alih-alih otak ?

Salah satu hal yang mengesankan saya -ini untuk ke-sekian kalnya saya
ajukan- adalah ketika menyelesaikan untuk yang ke-2 kalinya novel "Perintah
Eksekutif" karangan Tom Clancy. Kita semua sependapat bahwa orang ini
senantiasa melakukan pengamatan mendalam dan menggunakan sumber-sumber
tangan pertama sebelum menulis, sehingga cerita khayalnya berdasarkan pada
kenyataan.

Di dalamnya antara lain ditunjukkan, bahwa satu satu pasukan kavaleri USNG
-pada suatu pelatihan- dapat mengalahkan secara telak sebuah pasukan
berpengalaman dari Angkatan Darat AS, karena mereka tangkas menggunakan
peranti elektronik dan sejenisnya yang terdapat pada peralatan baru. Kolonel
komandan kavaleri USNG tersebut dalam kesehariannya adalah seorang pengacara.

Kekurangan negeri kita saat ini adalah uang untuk membeayai berbagai macam
hal, termasuk alutsista. Kelebihan kita adalah dalam hal jumlah. Tugas kita
adalah memberdayakan kemampuan empiris, konseptual, strategis dan
keprofesonalan berdasarkan disiplin keilmuan kita masing-masing, untuk ikut
serta dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai pembelaan, penjagaan
dan pertahanan negeri.

Dengan demikian -merujuk pada pidato almarhum Nugrogo Nosotusanto dalam Dies
Natalis di UI, tahunan silam- perguruan tinggi menjadi Menara Air, berguna
terutama bagi masyarakat sekitarnya, bukan Menara Api apalagi Menara Gading.


>Sertifikasi pendidikan dari tingkat kadet, officers, spesialisasi, yang
disesuaikan dg keunikan
>di masing-2 kampus.

TNI masih par-no (paranoid), sehingga masih saja enggan menerima kenyataan
bahwa ilmu kemiliteran sebaiknya dibuka. Mungkin, kewenangan itu secara
berangsur -entah seberapa kecepatan dan laju percepatannya- sudah diambil
alih oleh Dephan. Belum lagi kita musti menyadari betapa rendahnya tingkat
pemahaman para warga 'terhormat' di DPR mengenai siapa sebenarnya yang
bertanggung jawab mengenai pembelaan negeri.


>mulai dari rektor dan pangdam misalnya, yg saya yakin bisa memberikan
sertifikasi

Di tengah hiruk-pikuk mengenai BHMN (badan hukum milik negara), swadana dan
swadaya serta masih berjaraknya sebagian besar perguruan tinggi dengan
pranata di luar dirinya -d.h.i TNI- maka hal semacam sertifikasi bukanlah
menu utama bagi mereka, setidaknya dalam 5 tahun ke depan.


>sertifikasi setingkat perwira diberikan mendiknas dan menhankam.

Tetap saja ini konsep yang menarikm yang sewajarnya dibahas oleh Pusmenwa
-atau apalah namanya nanti- sehingga terrasakan dan terterangkan benar bagi
semua pihak.


>gladian berkala dilakukan untuk memastikan skill tetap terjaga

Anggota USNG yang biasanya disebut "part time soldier" dan "week end
soldier", biasanya melakukan pelatihan gabungan selama 14~30 hari kerja
setiap tahun.


>awards kepada purnawira / alumni yg mampu membuktikan prestasi/kontribusi
bagi bangsa dan negara

Artinya kita pun musti menyusun dan merancang sendiri -oada akhirnya akan
diakui oleh negara- mengenai tanda-tanda jasa, tanda-tanda kesetiaan dan
lain sebagainya.


>Saya masih menyimpan optimisme,sekali lagi ini tinggal waktu,

"At last we are all in the same boat, compendre !"


>mudah-an 2009 hal ini akan terealisir.

Cukup masuk akal. Pada 2020 -atau 2010 ?- kita sudah lumayan siap menghadapi
AFTA.


>Asalkan dari sisi konsep dan eksekusi+project management-nya tertangani
dengan baik.

Tampaknya Pak Bima bisa berpran banyak di situ.


>di NASA aja ada purnawira/alumni yg mengabdi disana,

Siapa saja, Pak ?


>Dan jangan kaget bila 2009 Cak Sharif
>namanya menjadi Sharif Dayan, CPROTC. Why not??

Jadi, sebenarnya pengambangan nasib kita didasarkan pada keinginan
pemerintah mendewasakan kita, membuat kita berkesempatan menyejajarkan diri
dengan para profesional di bidang kesehatan (dokter), hukum (pengacara) dan
rekayasawan bangunan (construction engineer), Tak iye ?!
:-)


Sharif Dayan
Resimen Mahawijaya



--
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise