|
Re: Peran Rill Menwa: msg#00070org.region.indonesia.mahawarman
Bung Sharif , Kita boleh merasa risau dengan masa depan MENWA apabila semua orang sudah tidak peduli lagi pada pembinaan generasi muda terlatih . Melihat kepada semangat anda dalam membicarakan pembinaan MENWA maka saya pikir kita boleh bernafas lega . Dan saya sangat menghargai hal itu secara tulus bukan ber-pura2 . Saat ini baik Ikatan Alumni maupun dengan Forum CORPS kita sama searah setujuan . Saya dan beberapa tokoh CORPS tidak pernah memungkiri diri kami bahwa kami juga alumni MENWA yang punya tanggung jawab yang sama dalam melanjutkan cita2 pembangunan Sistim Pertahanan Rakyat Semesta . Cuma bedanya , saya bukanlah anggota pengurus Ikatan Alumni dan tidak terikat untuk mengikuti program2 pengurus . Saya tetap berkewajiban melakukan pembinaan CORPS minimal untuk kalangan terbatas , yaitu di ITB . Karena itu saya boleh menitipkan harapan pada Pengurus baru , agar bisa menjalankan program kerja dan meng-goal kan konsep2 Bela Negara , Sishankamrata dan konsep Cadangan Nasional agar MENWA mempunyai kekuatan legal dan bahkan merupakan "kebutuhan Nasional" . Tetapi bilamana diperlukan oleh organisasi Ikatan Alumni dan sesuai dengan hati nurani maka dengan senang hati saya bersedia membantu . Salam hangat , PriyoPS -----Original Message----- From: Sharif Dayan <bimasena-AqI0QrfIOka8rHFcjEY/OA@xxxxxxxxxxxxxxxx> To: Yon 1 Mahawarman <yonsatu-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx> Date: Thu, 12 May 2005 15:58:48 +0700 Subject: [yonsatu] Re: Peran Rill Menwa > Widya Çastrena Dharma Siddha ! > > At 04:46 AM 5/12/05 +0700, "Priyo Pribadi Soemarno" wrote: > > >Karena anda sudah ditetapkan sebagai pengurus Ikatan Alumni Resimen > >Mahasiswa Indonesia, > > Lho, memangnya PP sudah mengumumkan secara resmi ? Berdasarkan rapat > staf > Komenwa Mahawijaya, Danmen sudah menyampaikan pada utusan PD Ika > Sumsel, > bahwa ia keberatan 'melepas' saya. Secara pribadi -terlepas dari adanya > ketidakberesan yang disampaikan di sini, FCMI dan sebagainya- sejak > pertama > kali nama saya diumumkan, saya merasa tempat saya masih di daerah, > setidaknya hingga saat ini. > > > >Kalau mereka tiarap ketika dihantam > >oleh issue anti militerisme adalah karena memang mereka sudah bukan > lagi > >militer seperti di awal kemerdekaan. > > Hal seperti ini lebih tepat dipikirkan oleh DPR dan sejenisnya, karena > TNI > adalah pranata negara. Akan diarahkan ke mana serta dibuat seperti apa, > rakyatlah -melalui DPR- yang menentukan. Saya berpikir bahwa saat ini > perhatian sudah cukup terkuras untuk menjaga kelangsungan dan > keberadaan > korps kita. > > > >Kalau kita menganggap keberadaan MENWA terkait dengan militerisme maka > >sebenarnya kita sudah mati. > > Berdasarkan sejumlah pembicaraan panjang dengan sejumlah rekan dari > sejumlah > komenwa, sesungguhnya kami sudah bersepakat bahwa Rakornas 2005 > merupakan > titik awal untuk mengubah pola pikir bintara menjadi pola pikir > perwira. Itu > adalah pembandingan untuk menyatakan bahwa selama ini pembinaan dan > pemolaan > pikiran para wira tidak dilaksanakan sebagai mustinya keberadaan mereka > sebagai MAHAsiswa. > > > >Semestinya dia tetap ada dalam sistem dan jelas > >ada anggaran pembinaannya dan karena itu harus sisp digunakan bila > negara > >memanggil. > > 'Proyek' seperti apa yang bisa didapatkan oleh para maling pada > sejumlah > pranata pemerintahan ? Buat apa mereka capai memikirkan seberapa > sebaiknya > dialokasikan, bila bisa digunakan untuk 'kepentingan' saat ini ? > Hedonisme, > itu yang terbersit dalam benak saya. > > > >Ketika banyak pihak menuntut pembubaran MENWA , tidak ada secuil pun > >penjelasan mengenai hal ini oleh para pejabat yang berwenang , hanya > >karena takut dituduh menyuburkan militerisme. > > Melalui sejumlah perbincangan panjang dengan rekan-rekan dari beberapa > komenwa, sebenarnya sudah ada kesepahaman mengenai bagaimana dengan > benar > menepatkan dan mengarahkan (alignmentation) korps kita ini. > Sederhananya, > pada umumnya selama ini pola bentuk dan pola pikir -saya pernah menjadi > bagiannya- wira adalah bintara ke bawah. Yang turut berperan besar > dalam > kekeliruan ini -bahasa halus memperalat- adalah yang pernah berada > dalam > Dephankam, hingga tingkatan tertinggi. > > Ketika pada 1994 Rudini (Mendagri) mencerca Menwa -saya baca dalam > majalah > Sinar, yang sekarang sudah tidak terbit- maka dalam hati saya langsung > berujar, "Orang ini brengsek". Bukankah. Bukankah dia pernah menjadi > salah > satu pembina Menwa ? > > Namun, itu semua masa silam. Yang penting sekarang adalah bagaimana > kita > menegakkan kembali panji-pnaji kita, sehingga ia berkibar dan kita > menatapnya dengan bangga. Bangga yang dimaksud bukan karena kepongahan, > namun karena denga beraninya menyatakan diri sejajar sebagai > penyelenggara > kehidupan berbangsa dan bertanah air. > > > >Khan hal ini membuktikan > >bahwa organisasi kita ini tidak dijamin oleh asas legalitas yang > memadai . > > Ini salah satu hal utama yang harus kita bicarakan -dan perjuangkan- > dalam > tataran dan forum yang lebih luas. > > > >Bung Sharif yang baik, > > Setidaknya, sudah 2 orang -termasuk- Anda yang menyebutkan hal itu. > Bedanya, > saat Anda yang melakukan justru saya merasa kurang pas, sementara > ketika > seseorang lain menyebutkan itu mengakibatkan saya tersipu dan > 'bahagia'... > ;-) > > Maaf, anggap sebagai selingan. > > > >maka menjadi bagian dari tugas anda untuk membuat > >Resimen Mahasiswa Indonesia benar2 sebagai bagian dari kekuatan > >SISHANKAMRATA, > > Lha, kok cuma saya yang disebut ? Yang benar -menurut saya- adalah > justru > sayalah yang menjadi bagian tugas itu. Pak Priyo dan rekan-rekan di > sini pun > demikian... > > > >yang bisa berhadapan sama tinggi dengan CORPS Cadangan > >dari Malaysia , Singapore atau Australia yang sudah membuktikan > dengan > >gagahnya upaya penyelamatan dan bantuan pada masayarakat Aceh yang > ditimpa > >bencana. > > Rasanya saya pernah menyampaikan dalam [hankam], mengenai kekesalan > mengapa > Presiden tidak memerintahkan mobilisasi umum ketika telah tergambar > betapa > dahsyatnya peristiwa itu. Perguruan-perguruan tinggi memberangkatkan > sendiri diri mereka, Akademi TNI dan Akademi Polri juga demikian, > seperti > halnya para Nindya Praja IPDN. Lalu apa gunanya Latsitarda yang sudah > sekian > kali itu dilakukan ? > > Pak Akhmad "Joni" Bukhari dan Pak Andreas rasanya dapat memberikan > penegasan > mengenai hal itu, termasuk pembicaraan cukup menarik mengenai ROTC dan > Garda > Nasional. Bukankah di sini pun kita sudah panjang dan lebar > membicarakan > mengenai itu ? Namun bagaimana lagi cara yang lebih baik dibandingkan > bermufakat bersama dengan rekan-rekan lain yang kebetulan tidak bisa > berinternet seperti kita ? Mari kita dukung dan persiapkan bersama > Rakornas > Menwa 2005. Ini pekerjaan kita semua ! > > > Sharif Dayan > PS: bahan-bahan tertulis yang pernah Pak Priyo kirimkan termasuk yang > saya > cermati. > <rakornas-menwa-2005-subscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx> > > > > -- > --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- > Arsip : <http://news.mahawarman.net> > News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman > -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: The Comprehension of Menwa Handbook RE: Re: Peran Rill Menwa: 00070, Iwan.Munajat-RKpVh4QGGKtBDgjK7y7TUQ |
|---|---|
| Next by Date: | Re: RAKORNAS: 00070, Sharif Dayan |
| Previous by Thread: | Re: Peran Rill Menwai: 00070, Sharif Dayan |
| Next by Thread: | Re: Peran Rill Menwa: 00070, Bima Hermastho |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |