logo       

Re: Peran Rill Menwa: msg#00063

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Re: Peran Rill Menwa

Widya Çastrena Dharma Siddha !

At 04:46 AM 5/12/05 +0700, "Priyo Pribadi Soemarno" wrote:

>Karena anda sudah ditetapkan sebagai pengurus Ikatan Alumni Resimen
>Mahasiswa Indonesia,

Lho, memangnya PP sudah mengumumkan secara resmi ? Berdasarkan rapat staf
Komenwa Mahawijaya, Danmen sudah menyampaikan pada utusan PD Ika Sumsel,
bahwa ia keberatan 'melepas' saya. Secara pribadi -terlepas dari adanya
ketidakberesan yang disampaikan di sini, FCMI dan sebagainya- sejak pertama
kali nama saya diumumkan, saya merasa tempat saya masih di daerah,
setidaknya hingga saat ini.


>Kalau mereka tiarap ketika dihantam
>oleh issue anti militerisme adalah karena memang mereka sudah bukan lagi
>militer seperti di awal kemerdekaan.

Hal seperti ini lebih tepat dipikirkan oleh DPR dan sejenisnya, karena TNI
adalah pranata negara. Akan diarahkan ke mana serta dibuat seperti apa,
rakyatlah -melalui DPR- yang menentukan. Saya berpikir bahwa saat ini
perhatian sudah cukup terkuras untuk menjaga kelangsungan dan keberadaan
korps kita.


>Kalau kita menganggap keberadaan MENWA terkait dengan militerisme maka
>sebenarnya kita sudah mati.

Berdasarkan sejumlah pembicaraan panjang dengan sejumlah rekan dari sejumlah
komenwa, sesungguhnya kami sudah bersepakat bahwa Rakornas 2005 merupakan
titik awal untuk mengubah pola pikir bintara menjadi pola pikir perwira. Itu
adalah pembandingan untuk menyatakan bahwa selama ini pembinaan dan pemolaan
pikiran para wira tidak dilaksanakan sebagai mustinya keberadaan mereka
sebagai MAHAsiswa.


>Semestinya dia tetap ada dalam sistem dan jelas
>ada anggaran pembinaannya dan karena itu harus sisp digunakan bila negara
>memanggil.

'Proyek' seperti apa yang bisa didapatkan oleh para maling pada sejumlah
pranata pemerintahan ? Buat apa mereka capai memikirkan seberapa sebaiknya
dialokasikan, bila bisa digunakan untuk 'kepentingan' saat ini ? Hedonisme,
itu yang terbersit dalam benak saya.


>Ketika banyak pihak menuntut pembubaran MENWA , tidak ada secuil pun
>penjelasan mengenai hal ini oleh para pejabat yang berwenang , hanya
>karena takut dituduh menyuburkan militerisme.

Melalui sejumlah perbincangan panjang dengan rekan-rekan dari beberapa
komenwa, sebenarnya sudah ada kesepahaman mengenai bagaimana dengan benar
menepatkan dan mengarahkan (alignmentation) korps kita ini. Sederhananya,
pada umumnya selama ini pola bentuk dan pola pikir -saya pernah menjadi
bagiannya- wira adalah bintara ke bawah. Yang turut berperan besar dalam
kekeliruan ini -bahasa halus memperalat- adalah yang pernah berada dalam
Dephankam, hingga tingkatan tertinggi.

Ketika pada 1994 Rudini (Mendagri) mencerca Menwa -saya baca dalam majalah
Sinar, yang sekarang sudah tidak terbit- maka dalam hati saya langsung
berujar, "Orang ini brengsek". Bukankah. Bukankah dia pernah menjadi salah
satu pembina Menwa ?

Namun, itu semua masa silam. Yang penting sekarang adalah bagaimana kita
menegakkan kembali panji-pnaji kita, sehingga ia berkibar dan kita
menatapnya dengan bangga. Bangga yang dimaksud bukan karena kepongahan,
namun karena denga beraninya menyatakan diri sejajar sebagai penyelenggara
kehidupan berbangsa dan bertanah air.


>Khan hal ini membuktikan
>bahwa organisasi kita ini tidak dijamin oleh asas legalitas yang memadai .

Ini salah satu hal utama yang harus kita bicarakan -dan perjuangkan- dalam
tataran dan forum yang lebih luas.


>Bung Sharif yang baik,

Setidaknya, sudah 2 orang -termasuk- Anda yang menyebutkan hal itu. Bedanya,
saat Anda yang melakukan justru saya merasa kurang pas, sementara ketika
seseorang lain menyebutkan itu mengakibatkan saya tersipu dan 'bahagia'...
;-)

Maaf, anggap sebagai selingan.


>maka menjadi bagian dari tugas anda untuk membuat
>Resimen Mahasiswa Indonesia benar2 sebagai bagian dari kekuatan
>SISHANKAMRATA,

Lha, kok cuma saya yang disebut ? Yang benar -menurut saya- adalah justru
sayalah yang menjadi bagian tugas itu. Pak Priyo dan rekan-rekan di sini pun
demikian...


>yang bisa berhadapan sama tinggi dengan CORPS Cadangan
>dari Malaysia , Singapore atau Australia yang sudah membuktikan dengan
>gagahnya upaya penyelamatan dan bantuan pada masayarakat Aceh yang ditimpa
>bencana.

Rasanya saya pernah menyampaikan dalam [hankam], mengenai kekesalan mengapa
Presiden tidak memerintahkan mobilisasi umum ketika telah tergambar betapa
dahsyatnya peristiwa itu. Perguruan-perguruan tinggi memberangkatkan
sendiri diri mereka, Akademi TNI dan Akademi Polri juga demikian, seperti
halnya para Nindya Praja IPDN. Lalu apa gunanya Latsitarda yang sudah sekian
kali itu dilakukan ?

Pak Akhmad "Joni" Bukhari dan Pak Andreas rasanya dapat memberikan penegasan
mengenai hal itu, termasuk pembicaraan cukup menarik mengenai ROTC dan Garda
Nasional. Bukankah di sini pun kita sudah panjang dan lebar membicarakan
mengenai itu ? Namun bagaimana lagi cara yang lebih baik dibandingkan
bermufakat bersama dengan rekan-rekan lain yang kebetulan tidak bisa
berinternet seperti kita ? Mari kita dukung dan persiapkan bersama Rakornas
Menwa 2005. Ini pekerjaan kita semua !


Sharif Dayan
PS: bahan-bahan tertulis yang pernah Pak Priyo kirimkan termasuk yang saya
cermati.
<rakornas-menwa-2005-subscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx>



--
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise