logo       

Re: Korupsi akibat suka makan babi ?Re: Ilmu Kesehatan: Why the M: msg#00055

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Re: Korupsi akibat suka makan babi ?Re: Ilmu Kesehatan: Why the Muslim can't eat pork

> AWW.
>
> Saya juga ikutan ah,.... dihapus........


Maaf baru nimbrung lagi. Wah diskusi ini jadi mirip "Game Zone" yang di TV
swasta itu yah...seru, dengan topik pertama "Ilmu Kesehatan....", disambar
bang Hendry Akbarputra Nasution dengan tambahan topik "Korupsi akibat suka
makan babi?", yang isinya tentang menyikapi 'larangan' dalam suatu aturan
dengan contohnya siswa merembes melewati tali pembatas yang ditentukan
pelatih dalam latihan survival Mahawarman. Yah ndak apa-apa (kata mbak
Evy) judul dan isi berbeda, biar tambah seru diskusinya bang!.

> Saya agak sangsi bahwa faktor babi secara fisik mempengaruhi
> seseorang untuk korupsi.

Saya sependapat, karena saya tidak mengatakan bahwa pemakan daging babi
akan korupsi. Lha wong banyak koruptor, kesehariannya banyak yang makan
selain daging babi kok.

Karena itu saya sampaikan sebuah ungkapan yang menyatakan "Manusia itu
tergantung dari apa yang dimakan", apalagi jika makanan yang dimakan
diperoleh dengan cara yang haram (maling, merampok, korupsi dsb). Nah dari
pada kita repot-repot mengkaji dan membuktikan ungkapan tersebut, yah
lebih baik dari diri kita, mulai dari yang kecil dan mulai sekarang (kata
AA Gym) jangan kita beri makan keluarga kita dari harta yang berasal dari
merampok, korupsi dsb. Bukan tidak mungkin keturunan kitapun kelak akan
mengikuti tabiat kita, seperti pribahasa "buah jatuh tidak jauh dari
pohonnya = kacang ora ninggalno lanjaran = air cucuran jatuhnya ke
pelimbahan juga".

Jadi lebih baik saya sampaikan "TERIMA KASIH UNTUK ANDA YANG TIDAK KORUPSI".


> Kalau yang dimaksud "babi" (dalam arti
> sifat-sifat jelek yang sering dinisbatkan kepada babi), mungkin
> ya. Seperti juga telah ditulis oleh rekan-rekan yang lain,
> korupsi di kita banyak terjadi karena banyak hal. Secara garis
> besar terjadi karena terpaksa, dipaksa, dan sukarela. Saya
> tidak akan obyektif untuk membahas kategori terpaksa karena
> saya sendiri terlibat, mungkin rekan-rekan yang lain bisa
> memberi komentar. Karena dipaksa jelas lepas dari sanksi hukum,
> namun yang menjadi masalah sudah pasti korupsi yang dilakukan
> secara sukarela.
> Mengapa ada yang melakukan sukarela bahkan dengan bersukacita
> pula? tentu saja banyak faktornya, beberapa di antaranya juga
> sudah pernah dibahas, misalnya:-ongkos KKN lebih murah daripada
> benefitnya.
> -relatif tidak ada sanksi yang signifikan, bahkan dalam banyak
> kasus proses hukumnya bisa "dibeli".-mereka yang terlibat tetap diakui
sebagai warga masyarakat
> terhormat, tidak ada sanksi moral.-dilakukan secara bersama-sama
(berjamaah), bukan saja dalam
> lingkup proyek bahkan dalam lingkup Ditjen dan departemen.-sudah tidak
ada
> rasa malu (konon ini sifat babi)
> -serakah (ini juga katanya sifat babi),
> -hedonisme, memuja kemewahan dan kenikmatan duniawi, sehingga
> ukuran kemuliaan orang ditentukan oleh "dunia"-nya.
> Dan sudah pasti banyak lagi yang lainnya. Modusnya dilakukan
> dengan berbagai cara. Insya Alloh nanti saya coba paparkan.
> Wassalam. DZArifin.


Saya juga sependapat, karena sifat-sifat jelek yang dinisbatkan kepada
babi(jorok, serakah dsb), dikhawatirkan unsur-unsur babi tsb sedikit demi
sedikit terakumulasi dalam diri kita yang tentu sangat berbeda kalau kita
mengkonsumsi madu yang berasal dari bunga-bunga harum yang dihisap lebah
(lebih sehat).

Seperti halnya "falsafah babi" (selalu BERTENTANGAN dengan norma umum),
yang mau MAJU kalau ekornya DITARIK (bukan pantatnya yang didorong ketika
seekor babi akan dimasukkan dalam sangkarnya berupa gorong-gorong bambu).

Bahkan ada juga yang berpendapat dengan memakan daging babi, seseorang
akan berkurang sifat cemburu dan hilang rasa malu. Karena itu kita lihat
kehidupan budaya barat sebagai hal yang biasa-biasa saja bertukar pasangan
dan "kumpul kebo", yang hal tersebut kini justru menular ke negeri
tercinta kita ini.

Saya punya "file" sebagai gambaran tidak adanya rasa malu di negara maju
seperti Canada beberapa tahun lalu, yaitu ribuan orang laki dan perempuan
bertelanjang bulat sambil telentang di sepanjang jalan besar di tengah
kota, sementara beberapa panitia berpakaian lengkap sambil membawa seekor
anjing yang tentu saja telanjang. Apa perilaku semacam ini sebagai dampak
makanan atau kemajuan jaman atau justru kemunduran? wallahu alam

salam
Asodik


>
>
>
>> Ass. Wr. Wb.,
>> Ikut nimbrung nich...
>> Kalau betul bahwa makanan mempengaruhi behaviour orang yang
>> memakannya, Apakah ini juga ada hubungannya dengan negeri
>> cina yang penduduknya lebih dari 1 milyar, karena penduduk
>> disana sangat hobby makan daging babi, dimana kalau kita
>> perhatikan babi mempunyai mata agak sipit dan banyak anak
>> dalam sekali melahirkan dibandingkan dengan binatang
>> kambing atau pun sapi. Saya juga pernah dengar cerita
>> seseorang, menurutnya seseorang yang suka makan daging
>> anjing, maka bila orang tersebut berpapasan dengan anjing,
>> maka anjing tersebut, dari bau keringatnya pun akan langsung
>> mengenalinya dan akan lari ketakutan untuk menghindar.
>> Thank's
>> Agus Y
>




--
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise