|
Re: Mari kita mulai !: msg#00042org.region.indonesia.mahawarman
Widya Çastrena Dharma Siddha ! At 08:10 AM 5/6/05 -0700, "Rifki Muhida" wrote: Pak Rifki, Anda masih berada di Jepang ? >Waktu saya jadi komandan yon I ITB, saya dulu pernah di tunjuk >mengetuai diskusi tentang renstra Menwa Indonesia pada Rakornas >sekitar tahun 95 atau 96 (saya lupa pastinya). Kami yang berada di luar Pulau Jawa -setidaknya di Sumsel- kurang begitu mengetahui bagaimana perkembangan yang terjadi. Pada kurun yang Pak Rifki sebutkan tersebut, saya baru 'masuk' ke internet. Apakah Anda tidak berkeberatan bercerita mengenai diskusi renstra tersebut, antara lain mengenai siapa dan apa saja yang terlibat, di mana dan apa saja dinamika serta dialektika yang berkembang / terjadi. >Waktu itu isue >pembubaran menwa sudah mulai hangat dan perlunya revitalisasi >dan restrukturisasi, hal ini saya lemparkan keforum, yang aneh >hanya beberapa yang merespon, seperti banyak yang nggak ambil >perduli. Menurut Anda, apa saja perkiraan yang menyebabkan terjadinya kejanggalan tersebut ? Siapa saja yang menyambutnya ? >Banyak peserta lebih tertarik pada disksusi tentang >lambang-lambang, baju, baret, emblem dan materi diklatsar, >suskalak dan suskapin. Artinya mereka tidak / kurang begitu perduli / paham mengenai apa yang sedang bergejolak di luar Menwa ? Apa alasan mengenai lebih menariknya mereka pada diskusi menyangkut lambang dan sebagainya itu ? >Mungkin sebaiknya sebelum diskusi, mas >Syarif dayan menjelaskan dahulu seperti apasih kondisi menwa >sekarang ini, terutama satuan-satuan, apa sih maunya orang-orang >ini. Hmmm...cukup sulit bagi saya untuk menjadi wakil rekan-rekan utusan sejumlah komenwa, yang hadir dalam pertemuan 15-16 April 2005. Sebenarnya saya sudah bercerita sedikit mengenai ini 2 mingguan silam, namun karena Pak Yakob (Kasmen Mahawarman) juga berada dalam milis ini dan merupakan salah satu peserta pertemuan tersebut, mungkin beliau bisa memberikan pandangan mengenai hal itu. Menurut pengamatan sekilas saya, secara umum rekan-rekan utusan tidak begitu merasakan bahwa secara hukum organisasi Menwa bagai potongan kain yang benangnya sudah terurai. Yang dikemukakan adalah masalah-masalah setempat. Saya tidak tahu apakah hal-hal yang disampaikan tersebut dapat dikatakan mewakili atau tidak mewakili perasaan tidap-tiap satuan dalam wilayah komenwa masing-masing, namun secara umum semuanya sepakat mengenai kebutuhan untuk merasa sebagai satu keluarga besar, yang selama ini tampaknya putus entah di mana dan kapan tepatnya hal itu mulai terjadi. >Mudah-mudahan reformasi dan perubahan yang terjadi di >republik beberapa tahun ini, membuat banyak perubahan. Saat ini, kitalah yang musti berbuat menyangkut perubahan tersebut, menyangkut bagaimana bentuknya serta ke mana arahnya. Tentu saja hal tersebut bergantung pada peran masing-masing yang dapat kita sumbangkan, serta rerambuan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Sementara itu dulu menurut saya. Terima Kasih sehubungan tanggapan Pak Rifki. Sekiranya berkesempatan, dengan senang hati saya menantikan surat berikut dari Anda, sehingga bisalah kita saling memperkaya dan -pada akhirnya- dijadikan masukan bagi kelangsungan organisasi yang sudah memebesarkan kita. Sharif Dayan Resimen Mahawijaya -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Korupsi akibat suka makan babi ?Re: Ilmu Kesehatan: Why the Muslim can't eat pork: 00042, Bima Hermastho |
|---|---|
| Next by Date: | Agus Widjoyo RE: Mari kita mulai !: 00042, Bima Hermastho |
| Previous by Thread: | Re: Mari kita mulai !i: 00042, Rifki Muhida |
| Next by Thread: | Agus Widjoyo RE: Mari kita mulai !: 00042, Bima Hermastho |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |