osdir.com
mailing list archive
Mozy Online Backup: 2GB Free. Automatic. Secure.

Subject: Permohonan Tulisan - msg#00079

List: org.region.indonesia.mahawarman

Date: Prev Next Index Thread: Prev Next Index
KOMANDO RESIMEN MAHASISWA MAHAWARMAN
JAWA BARAT
JL. SURAPATI 29 BANDUNG 40132 TLP.02291151175
=============================================

PEMBERITAHUAN

Sehubungan dengan rencana penerbitan Media Mahawarman
pada tanggal 12 Maret 2004, ada berapa thema yang akan
dimuat a.l :
1. Pemberantasan Judi di Jawa Barat "Komitmen
Pemerintah Jabar thd
Pemberantasan Judi"
2. Masalah Punclut
3. Tiga Bulan SBY di Bidang Pertahanan dan Keamanan
(Strategi
Perundingan dgn Pimpinan GAM,Strategi Penanganan
Keamanan Aceh Pasca
Tsunami), Bidang Pendidikan dan Bidang Pemerintahan
daerah.
4. Rubrik Khusus : Seputar Kampus, Pena Ungu.
5. Lain2 : Pengelolahan Sampah berbasis ekologis



Atas perhatian dan kesediaanya diucapkan terima kasih.


An. Komandan Menwa Mahawarman
Kepala Staf

ttd

Y. S. Muda
NBP.97750833585





NB : Redaksi menerima tulisan artikel opini. Untuk
artikel maksimal 4
halaman kuarto dua spasi, opini 2 halaman kuarto dua
spasi. Tulisan
disertai identitas pribadi.
Al. Redaksi : Jl. Surapati 29 Bandung 40132, Email :
mediamahawarman-/E1597aS9LRfmgfxC/sS/w@xxxxxxxxxxxxxxxx

Susunan Pengurus :
Pemimpin Umum/PJ : Kasmenwa Mahawarman
Pemimpin Redaksi : Martika Edison (Alumni)
Pemimpin Perusahaan : Agus Winarno (Aslog)
Wakil P. P : Nanik Kurniawati
Wakil Pemred : Irma Widiastuti
Staf Redaksi : Ardhy Gumilar, Dian Vita A,
Fajarudin,Abdul, Yayat
Hidayat.

Mohon saran dan ktitiknya ke alamat redaksi.





__________________________________
Do you Yahoo!?
Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
http://promotions.yahoo.com/new_mail


--
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
Info Aceh : <http://acehmediacenter.or.id>

Sumbangan melalui Corps. Menwa utk bencana Aceh
Bank : BCA KCU Dago, Bandung
Rekening # : 777-052-4118 a/n Teti Indriati




Was this page helpful?
Yes No
Thread at a glance:

Previous Message by Date: click to view message preview

BBM

Pak Herman, Ini lah yang saya nggak mengerti dari proses diskusi ini. Beberapa rekan sudah mencoba menerangkan (karena beliau-beliau punya sumber informasi yang lebih akurat daripada saya), tapi kita cenderung untuk memilih menggunakan asumsi lain yang cenderung favorable buat mendukung opini kita. Kebetulan kerjaan saya adalah mencari minyak alis kerja di bagian hulunya, jadi soal hilir (produksi dan pemasarannya) saya hanya tahu kulit-kulitnya. Tapi secara garis besar saya setuju dengan yang sudah dijelaskan oleh beberapa rekan sebelumnya (Pak Oetomo dan pak WIdharto). Jadi marilah dengan kepala dingin kita simak fakta-fakta tersebut dengan sikap terbuka. Kita tidak menutup mata bahwa ada masalah-masalah lain selain harga BBM ini yang menyebabkan beban kita sebagai rakyat menjadi sangat berat: korupsi, ketidak efisienan dll.dll. Dengan itu kita mudah-mudahan bisa mencerna penjelasan rekan yang lain dengan lebih baik dan jelas. Menjawab pertanyaan anda yang terakhir soal kenapa kita ekspor, tapi kok masih impor juga..? Itu adalah cara klasik pemerintah untuk mendapatkan "selisih harga jual" yang dimasukan sebagai "pendapatan". Karena minyak mentah kita kualitasnya jauh lebih baik, jadi harganya lebih tinggi dibanding dengan minyak yang kita impor. Ibaratnya kita nanam padi rojolele, tapi kita "nrimo" untuk makan beras kelas IR saja. Jadi rojolelenya kita jual, dan hasilnya sebagian kita pakai untuk beli beras IR yang harga dan kualitasnya lebih murah. Selisih harga jualnya kita pakai untuk modal.... salam, Listar <listar-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:Msg: #2 in digest Subject: [yonsatu] Re: Mencabut Subsidi BBM atau Menaikkan Harga Bens From: hermansyah-qiVc+BLglCs@xxxxxxxxxxxxxxxx Date: Fri, 25 Feb 2005 15:17:58 +0100 Senang anda bereaksi demikian, karena inilah point saya yang sebenarnya mas Noor, yaitu agar pemerintah itu mbok ya transparant dan jujur. Kasih informasi yang lengkap dong kepada rakyat. Jangan menciptakan situasi dimana rakyat jadi berandai-andai. Kalau biaya tenaga kerja Indonesia hanya 1% dari total biaya penyedotan minyak, saya akan mengerti kalalu biaya produksi BBM mustinya akan lebih dari Rp. 540.-/liter seperti yang di klaim oleh KKG. Tapi berapa nilai sebenarnya? Mengapa nggak ada seorangpun orang pemerintah maupun Pertamina mau menjelaskannya? Kalaupun sudah dijelaskan, muncul pertanyaan kedua, mengapa kok harga instalasi pemboran mencapai 99% dari komponen biaya? Apakah ini hasil kongkalingkong dengan kontraktor, yang menyebabkan biaya peralatan menggelembung dan menguap sampai 40%?, misalnya. Dan kalau anda bilang bahwa 30% pos pendapatan APBN berasal dari sektor Migas, dan memang betul, terus terang saja, saya sebenarnya agak binung. Kenapa ya, kok kita bisa export Migas, tapi dilain pihak kita juga masih mengimport 40% dari kebutuhan BBM kita? Lucu banget rasanya. Apa ini cuma taktik dagang saja supaya kita bisa dapat pemasukan tanpa terlalu banyak mengutang, seperti jual beli Valas? Atau, yang diexport adalah produk Migas yang bukan BBM, tapi oli dan gas yang kebetulan sudah melebihi kebutuhan kita? Sementara BBMnya sendiri kita memang masih kekurangan? Lagi2, apakah ada orang pemerintah atau Pertamina yang menjelaskan hal ini? Jadi sekali lagi, point saya adalah transparansi pemerintah itu, sekaligus edukasi kepada masyarakat. Kalau ini nggak mereka lakukan, maka saya nggak akan heran kalau semakin banyak penonton yang cuma duduk enak2 sambil makan keju asap seperti anda bilang itu :-), penonton yang akan mengambil kesempatan dalam kesempitan sampai dengan penonton yang melempar batu dari balik pohon, karena sebagai salah seorang dari 36 juta rakyat miskin Indonesia, nggak pernah bisa ngerti mengapa hidup mereka hanya dipenuhi oleh penderitaan saja. Salam hangat, HermanSyah. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Sports - Sign up for Fantasy Baseball. -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Info Aceh : <http://acehmediacenter.or.id> Sumbangan melalui Corps. Menwa utk bencana Aceh Bank : BCA KCU Dago, Bandung Rekening # : 777-052-4118 a/n Teti Indriati

Next Message by Date: click to view message preview

Re: BBM

Hallo mas Noor, noor syarifuddin <noorsyarifuddin-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> 02/28/2005 01:36 PM wrote: >Ini lah yang saya nggak mengerti dari proses diskusi ini. Beberapa rekan sudah mencoba menerangkan (karena beliau-beliau punya sumber informasi >yang lebih akurat daripada saya), tapi kita cenderung untuk memilih menggunakan asumsi lain yang cenderung favorable buat mendukung opini kita. Saya nggak nyetel2 data kok supaya hasil hitungan saya kemarin favourable buat saya. Saya ambil asumsi cost di Indonesia yang 10% dari di US, karena saya melihat bahwa harga bahan pokok di Indonesia kira2 1/10 kalinya harga di NL (1 liter susu di NL=Rp. 11.000.-, di Indonesia = Rp. 1.350,-). Dengan asumsi yang rendah sekali ini saja, kesimpulan saya sudah berlawanan dengan kesimpulan KKG, bahwa memang betul kita musti import BBM. Apalagi kalau cost tsb. saya naikkan. Dengan demikian menurut saya nggak tepat kalau anda katakan bahwa data2 yang saya ambil itu faourable buat kesimpulan saya. >Dengan itu kita mudah-mudahan bisa mencerna penjelasan rekan yang lain dengan lebih baik dan jelas. Ya, setuju, mudah2an demikian untuk masa2 yad. Tapi menurut hemat saya, sampai saat ini, informasi yang disampaikan oleh para rekan itu, buat saya yang awam ini, masih belum jelas. Informasi itu baru akan jelas, kalau ia dapat mencounter secara rinci hitung-hitungan yang disampaikan KKG. >Menjawab pertanyaan anda yang terakhir soal kenapa kita ekspor, tapi kok masih impor juga..? >Itu adalah cara klasik pemerintah untuk mendapatkan "selisih harga jual" yang dimasukan sebagai "pendapatan". Karena minyak mentah kita kualitasnya >jauh lebih baik, jadi harganya lebih tinggi dibanding dengan minyak yang kita impor. Ibaratnya kita nanam padi rojolele, tapi kita "nrimo" untuk >makan beras kelas IR saja. Jadi rojolelenya kita jual, dan hasilnya sebagian kita pakai untuk beli beras IR yang harga dan kualitasnya lebih murah. >Selisih harga jualnya kita pakai untuk modal.... Nah, penjelasan anda ini membuat saya yang tadinya sudah nggak bingung lagi, sekarang jadi bingung kembali nih, karena penjelasan mas Widaryanto berbunyi begini: >Indonesia memang export crude & LNG tapi juga import crude & BBM, tapi >spesifikasi crude yang diexport & diimport tidak sama. >Kenapa demikian? karena masing-masing kilang minyak itu dirancang untuk >mengolah crude dengan spesifikasi & komposisi tertentu, menggunakan >teknologi proses yang berbeda antara satu dengan yang lain, untuk >mendapatkan komposisi produk olahan yang berbeda juga antara satu >kilang dengan lainnya. >Jadi jawabannya, tidak semua crude Indonesia bisa diolah di kilang >minyak di Indonesia sehingga masih ada yang di export, >dan harus import crude (salah satu alasan) karena untuk mendapatkan >lube base (bahan dasar oli) kita harus mengolah crude dari timur tengah >di kilang Cilacap yang dirancang untuk itu (sebagai contoh). Salam hangat, HermanSyah XIV. noor syarifuddin <noorsyarifuddin-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> 02/28/2005 01:36 PM Please respond to yonsatu To: yonsatu-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx cc: Subject: [yonsatu] BBM Pak Herman, Ini lah yang saya nggak mengerti dari proses diskusi ini. Beberapa rekan sudah mencoba menerangkan (karena beliau-beliau punya sumber informasi yang lebih akurat daripada saya), tapi kita cenderung untuk memilih menggunakan asumsi lain yang cenderung favorable buat mendukung opini kita. Kebetulan kerjaan saya adalah mencari minyak alis kerja di bagian hulunya, jadi soal hilir (produksi dan pemasarannya) saya hanya tahu kulit-kulitnya. Tapi secara garis besar saya setuju dengan yang sudah dijelaskan oleh beberapa rekan sebelumnya (Pak Oetomo dan pak WIdharto). Jadi marilah dengan kepala dingin kita simak fakta-fakta tersebut dengan sikap terbuka. Kita tidak menutup mata bahwa ada masalah-masalah lain selain harga BBM ini yang menyebabkan beban kita sebagai rakyat menjadi sangat berat: korupsi, ketidak efisienan dll.dll. Dengan itu kita mudah-mudahan bisa mencerna penjelasan rekan yang lain dengan lebih baik dan jelas. Menjawab pertanyaan anda yang terakhir soal kenapa kita ekspor, tapi kok masih impor juga..? Itu adalah cara klasik pemerintah untuk mendapatkan "selisih harga jual" yang dimasukan sebagai "pendapatan". Karena minyak mentah kita kualitasnya jauh lebih baik, jadi harganya lebih tinggi dibanding dengan minyak yang kita impor. Ibaratnya kita nanam padi rojolele, tapi kita "nrimo" untuk makan beras kelas IR saja. Jadi rojolelenya kita jual, dan hasilnya sebagian kita pakai untuk beli beras IR yang harga dan kualitasnya lebih murah. Selisih harga jualnya kita pakai untuk modal.... salam, -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Info Aceh : <http://acehmediacenter.or.id> Sumbangan melalui Corps. Menwa utk bencana Aceh Bank : BCA KCU Dago, Bandung Rekening # : 777-052-4118 a/n Teti Indriati

Previous Message by Thread: click to view message preview

BBM

Pak Herman, Ini lah yang saya nggak mengerti dari proses diskusi ini. Beberapa rekan sudah mencoba menerangkan (karena beliau-beliau punya sumber informasi yang lebih akurat daripada saya), tapi kita cenderung untuk memilih menggunakan asumsi lain yang cenderung favorable buat mendukung opini kita. Kebetulan kerjaan saya adalah mencari minyak alis kerja di bagian hulunya, jadi soal hilir (produksi dan pemasarannya) saya hanya tahu kulit-kulitnya. Tapi secara garis besar saya setuju dengan yang sudah dijelaskan oleh beberapa rekan sebelumnya (Pak Oetomo dan pak WIdharto). Jadi marilah dengan kepala dingin kita simak fakta-fakta tersebut dengan sikap terbuka. Kita tidak menutup mata bahwa ada masalah-masalah lain selain harga BBM ini yang menyebabkan beban kita sebagai rakyat menjadi sangat berat: korupsi, ketidak efisienan dll.dll. Dengan itu kita mudah-mudahan bisa mencerna penjelasan rekan yang lain dengan lebih baik dan jelas. Menjawab pertanyaan anda yang terakhir soal kenapa kita ekspor, tapi kok masih impor juga..? Itu adalah cara klasik pemerintah untuk mendapatkan "selisih harga jual" yang dimasukan sebagai "pendapatan". Karena minyak mentah kita kualitasnya jauh lebih baik, jadi harganya lebih tinggi dibanding dengan minyak yang kita impor. Ibaratnya kita nanam padi rojolele, tapi kita "nrimo" untuk makan beras kelas IR saja. Jadi rojolelenya kita jual, dan hasilnya sebagian kita pakai untuk beli beras IR yang harga dan kualitasnya lebih murah. Selisih harga jualnya kita pakai untuk modal.... salam, Listar <listar-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:Msg: #2 in digest Subject: [yonsatu] Re: Mencabut Subsidi BBM atau Menaikkan Harga Bens From: hermansyah-qiVc+BLglCs@xxxxxxxxxxxxxxxx Date: Fri, 25 Feb 2005 15:17:58 +0100 Senang anda bereaksi demikian, karena inilah point saya yang sebenarnya mas Noor, yaitu agar pemerintah itu mbok ya transparant dan jujur. Kasih informasi yang lengkap dong kepada rakyat. Jangan menciptakan situasi dimana rakyat jadi berandai-andai. Kalau biaya tenaga kerja Indonesia hanya 1% dari total biaya penyedotan minyak, saya akan mengerti kalalu biaya produksi BBM mustinya akan lebih dari Rp. 540.-/liter seperti yang di klaim oleh KKG. Tapi berapa nilai sebenarnya? Mengapa nggak ada seorangpun orang pemerintah maupun Pertamina mau menjelaskannya? Kalaupun sudah dijelaskan, muncul pertanyaan kedua, mengapa kok harga instalasi pemboran mencapai 99% dari komponen biaya? Apakah ini hasil kongkalingkong dengan kontraktor, yang menyebabkan biaya peralatan menggelembung dan menguap sampai 40%?, misalnya. Dan kalau anda bilang bahwa 30% pos pendapatan APBN berasal dari sektor Migas, dan memang betul, terus terang saja, saya sebenarnya agak binung. Kenapa ya, kok kita bisa export Migas, tapi dilain pihak kita juga masih mengimport 40% dari kebutuhan BBM kita? Lucu banget rasanya. Apa ini cuma taktik dagang saja supaya kita bisa dapat pemasukan tanpa terlalu banyak mengutang, seperti jual beli Valas? Atau, yang diexport adalah produk Migas yang bukan BBM, tapi oli dan gas yang kebetulan sudah melebihi kebutuhan kita? Sementara BBMnya sendiri kita memang masih kekurangan? Lagi2, apakah ada orang pemerintah atau Pertamina yang menjelaskan hal ini? Jadi sekali lagi, point saya adalah transparansi pemerintah itu, sekaligus edukasi kepada masyarakat. Kalau ini nggak mereka lakukan, maka saya nggak akan heran kalau semakin banyak penonton yang cuma duduk enak2 sambil makan keju asap seperti anda bilang itu :-), penonton yang akan mengambil kesempatan dalam kesempitan sampai dengan penonton yang melempar batu dari balik pohon, karena sebagai salah seorang dari 36 juta rakyat miskin Indonesia, nggak pernah bisa ngerti mengapa hidup mereka hanya dipenuhi oleh penderitaan saja. Salam hangat, HermanSyah. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Sports - Sign up for Fantasy Baseball. -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Info Aceh : <http://acehmediacenter.or.id> Sumbangan melalui Corps. Menwa utk bencana Aceh Bank : BCA KCU Dago, Bandung Rekening # : 777-052-4118 a/n Teti Indriati

Next Message by Thread: click to view message preview

Re: BBM

Hallo mas Noor, noor syarifuddin <noorsyarifuddin-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> 02/28/2005 01:36 PM wrote: >Ini lah yang saya nggak mengerti dari proses diskusi ini. Beberapa rekan sudah mencoba menerangkan (karena beliau-beliau punya sumber informasi >yang lebih akurat daripada saya), tapi kita cenderung untuk memilih menggunakan asumsi lain yang cenderung favorable buat mendukung opini kita. Saya nggak nyetel2 data kok supaya hasil hitungan saya kemarin favourable buat saya. Saya ambil asumsi cost di Indonesia yang 10% dari di US, karena saya melihat bahwa harga bahan pokok di Indonesia kira2 1/10 kalinya harga di NL (1 liter susu di NL=Rp. 11.000.-, di Indonesia = Rp. 1.350,-). Dengan asumsi yang rendah sekali ini saja, kesimpulan saya sudah berlawanan dengan kesimpulan KKG, bahwa memang betul kita musti import BBM. Apalagi kalau cost tsb. saya naikkan. Dengan demikian menurut saya nggak tepat kalau anda katakan bahwa data2 yang saya ambil itu faourable buat kesimpulan saya. >Dengan itu kita mudah-mudahan bisa mencerna penjelasan rekan yang lain dengan lebih baik dan jelas. Ya, setuju, mudah2an demikian untuk masa2 yad. Tapi menurut hemat saya, sampai saat ini, informasi yang disampaikan oleh para rekan itu, buat saya yang awam ini, masih belum jelas. Informasi itu baru akan jelas, kalau ia dapat mencounter secara rinci hitung-hitungan yang disampaikan KKG. >Menjawab pertanyaan anda yang terakhir soal kenapa kita ekspor, tapi kok masih impor juga..? >Itu adalah cara klasik pemerintah untuk mendapatkan "selisih harga jual" yang dimasukan sebagai "pendapatan". Karena minyak mentah kita kualitasnya >jauh lebih baik, jadi harganya lebih tinggi dibanding dengan minyak yang kita impor. Ibaratnya kita nanam padi rojolele, tapi kita "nrimo" untuk >makan beras kelas IR saja. Jadi rojolelenya kita jual, dan hasilnya sebagian kita pakai untuk beli beras IR yang harga dan kualitasnya lebih murah. >Selisih harga jualnya kita pakai untuk modal.... Nah, penjelasan anda ini membuat saya yang tadinya sudah nggak bingung lagi, sekarang jadi bingung kembali nih, karena penjelasan mas Widaryanto berbunyi begini: >Indonesia memang export crude & LNG tapi juga import crude & BBM, tapi >spesifikasi crude yang diexport & diimport tidak sama. >Kenapa demikian? karena masing-masing kilang minyak itu dirancang untuk >mengolah crude dengan spesifikasi & komposisi tertentu, menggunakan >teknologi proses yang berbeda antara satu dengan yang lain, untuk >mendapatkan komposisi produk olahan yang berbeda juga antara satu >kilang dengan lainnya. >Jadi jawabannya, tidak semua crude Indonesia bisa diolah di kilang >minyak di Indonesia sehingga masih ada yang di export, >dan harus import crude (salah satu alasan) karena untuk mendapatkan >lube base (bahan dasar oli) kita harus mengolah crude dari timur tengah >di kilang Cilacap yang dirancang untuk itu (sebagai contoh). Salam hangat, HermanSyah XIV. noor syarifuddin <noorsyarifuddin-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> 02/28/2005 01:36 PM Please respond to yonsatu To: yonsatu-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx cc: Subject: [yonsatu] BBM Pak Herman, Ini lah yang saya nggak mengerti dari proses diskusi ini. Beberapa rekan sudah mencoba menerangkan (karena beliau-beliau punya sumber informasi yang lebih akurat daripada saya), tapi kita cenderung untuk memilih menggunakan asumsi lain yang cenderung favorable buat mendukung opini kita. Kebetulan kerjaan saya adalah mencari minyak alis kerja di bagian hulunya, jadi soal hilir (produksi dan pemasarannya) saya hanya tahu kulit-kulitnya. Tapi secara garis besar saya setuju dengan yang sudah dijelaskan oleh beberapa rekan sebelumnya (Pak Oetomo dan pak WIdharto). Jadi marilah dengan kepala dingin kita simak fakta-fakta tersebut dengan sikap terbuka. Kita tidak menutup mata bahwa ada masalah-masalah lain selain harga BBM ini yang menyebabkan beban kita sebagai rakyat menjadi sangat berat: korupsi, ketidak efisienan dll.dll. Dengan itu kita mudah-mudahan bisa mencerna penjelasan rekan yang lain dengan lebih baik dan jelas. Menjawab pertanyaan anda yang terakhir soal kenapa kita ekspor, tapi kok masih impor juga..? Itu adalah cara klasik pemerintah untuk mendapatkan "selisih harga jual" yang dimasukan sebagai "pendapatan". Karena minyak mentah kita kualitasnya jauh lebih baik, jadi harganya lebih tinggi dibanding dengan minyak yang kita impor. Ibaratnya kita nanam padi rojolele, tapi kita "nrimo" untuk makan beras kelas IR saja. Jadi rojolelenya kita jual, dan hasilnya sebagian kita pakai untuk beli beras IR yang harga dan kualitasnya lebih murah. Selisih harga jualnya kita pakai untuk modal.... salam, -- --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Info Aceh : <http://acehmediacenter.or.id> Sumbangan melalui Corps. Menwa utk bencana Aceh Bank : BCA KCU Dago, Bandung Rekening # : 777-052-4118 a/n Teti Indriati
Sign up for updates to this mailing list. email:
Loading Comments...
Home | News | Patents | Sitemap | FAQ | advertise

Advertising by