|
Fw: Meulaboh Nyaris Terkubur, Puluhan Ribu warga belum diketahui hidup atau: msg#00118org.region.indonesia.mahawarman
berita lanjutan Aceh. Subject: Fw: Meulaboh Nyaris Terkubur, Puluhan Ribu warga belum diketahui hidup atau mati > > Message Rabu, 29 Desember 2004 > > NASIONAL > > > > Meulaboh Nyaris Terkubur > > a.. Puluhan Ribu Warga Belum Diketahui Hidup atau Mati > > > TIDAK ADA KEHIDUPAN: Situasi Kota Meulaboh dilihat dari udara. Di > kota di pesisir selatan Aceh itu, sebagian besar bangunan rusak berat dan > masih tergenang air. Selain itu, tidak terlihat ada tanda-tanda kehidupan > hingga Selasa (28/12), setelah diterjang gelombang Tsunami. Di kota itu > sedikitnya tinggal 40.000 jiwa. (55a) > > > > ACEH - Kota Meulaboh dilukiskan seperti tidak ada kehidupan > lagi setelah diamuk gempa dan badai tsunami. Sementara itu, 76.000 warga > yang mendiami Pulau Simeuleu belum diketahui nasibnya, apakah masih ada yang > tersisa atau habis semua. Karena pulau yang terletak di Samudera Hindia, > tepatnya barat Kabupaten Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan ini, berdekatan > dengan pusat gempa. > > > > Wartawan Suara Merdeka Rukardi dari Aceh Selasa kemarin > melaporkan belum ada keterangan detail tentang kondisi terakhir pulau > tersebut. Menurut keterangan Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irjen > Pol Bahrumsyah, Pulau Simeuleu sudah tidak berbentuk lagi. > > > > Kini sedang diupayakan untuk mendata jumlah korban di pulau > tersebut. Luas Pulau Simeuleu 2.052 km2 yang terbagi menjadi delapan > kecamatan dan 81 desa. Berdasarkan hasil Pendaftaran Pemilih dan Penduduk > Berkelanjutan (P4B) yang diselenggarakan KPU dan BPS pada 2003, jumlah > penduduknya 76.000 jiwa. > > > > Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan KRI > Sibolga segera berangkat ke kota Meulaboh di pesisir selatan Aceh untuk > meninjau situasi di ibu kota Kabupatan Aceh Barat itu yang sudah tidak ada > tanda-tanda kehidupan. Kota ini berpenduduk sekitar 40.000 jiwa, sedangkan > total penduduk Aceh Barat lebih kurang 195.000 jiwa. > > > > Kalla yang juga Kepala Badan Koordinasi Nasional untuk > Penanggulangan Bencana Alam dan Pengungsi melakukan pemantauan dengan > menggunakan pesawat Boeing-737. > > > > Melihat situasi Meulaboh yang terlihat tidak ada tanda-tanda > kehidupan dan semua bangunan rusak parah, Kalla meminta KRI Sibolga segera > merapat ke Meulaboh untuk memastikan jumlah korban serta mengupayakan > evakuasi jenazah yang belum tertangani. > > > > Penjabat Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul > Sembiring mengatakan, jalur komunikasi dari dan menuju ke Meulaboh > benar-benar terputus. Dia melihat masalah utama yang saat ini dihadapi > adalah bagaimana mengevakuasi jenazah yang masih berserakan di jalan-jalan > untuk diangkut dan segera dikuburkan. Sembiring mengemukakan, karena jalur > komunikasi yang terputus maka proses evakuasi jenazah akan mengalami > kesulitan. > > > > Dia menggambarkan, kalaupun 10.000 sukarelawan dikerahkan, > evakuasi jenazah baru dapat diselesaikan paling cepat dalam satu minggu. > > > > Mengenai nasib ribuan jenazah yang diangkut dari beberapa > tempat di Banda Aceh dan kini menumpuk di pinggir jalan sepanjang 500 meter > di wilayah Lambaro, 25 km barat Banda Aceh, jenazah akan dimakamkan secara > massal. > > > > Pemda setempat telah menyiapkan satu lubang besar di Aceh > Besar yang tidak jauh dari Kecamatan Lambaro untuk menguburkan > jenazah-jenazah tersebut. > > > > Puluhan ribu warga di Ulele di dekat Banda Aceh juga belum > diketahui nasibnya. Ulele adalah kota pelabuhan yang sehari-harinya ramai > dengan kegiatan ekonomi karena menjadi salah satu titik penting lalu lintas > perdagangan dari Aceh ke Sabang dan sebaliknya. Kota tersebut padat dengan > penduduk dan jumlahnya diperkirakan 40.000 orang. > > > > Di Medan, Sumatera Utara, arus pengungsi besar-besaran dari > wilayah-wilayah di Provinsi NAD masih berlangsung. Hingga kemarin, > setidaknya sudah dua rombongan besar pengungsi -masing-masing berjumlah > ratusan- tiba di Medan dari Aceh. > > > > Mereka diangkut dengan pesawat Hercules. Banyak di antara > warga Aceh yang mengungsi merasa khawatir soal kemungkinan gempa susulan > akan terjadi. Karena itu, mereka berupaya menyelamatkan diri. Di Propinsi > NAD, kegiatan pengungsian masih terlihat di berbagai tempat. > > > > Banyak penduduk yang bahkan pergi ke hutan-hutan untuk > mengungsi. > > > > Kekurangan Makan > > > > Dua hari setelah gempa dan gelombang tsunami > memorak-porandakan Aceh, masyarakat sangat membutuhkan bahan makanan. Meski > bantuan sudah mulai datang, jumlahnya masih terlalu sedikit. Banyak warga > yang histeris berteriak, "Makan, makan!" > > > > Kondisi seperti ini betul-betul membuat hati trenyuh bagi > siapa saja yang melihatnya. Mereka berteriak seperti itu karena sudah tiga > hari ini tidak makan. Bila ada makanan, mereka mementingkan anak-anak > mereka. > > > > Pemandangan ini dapat dilihat di lokasi penampungan > pengungsi di Masjid Baiturrahman di jantung kota Banda Aceh. Ribuan orang > dikumpulkan di sini. Suasana masjid bersejarah itu juga tampak tidak keruan. > Mayat-mayat masih berserakan di halaman dan sekitar masjid. > > > > Para pengungsi di masjid tampak memprihatinkan. Selain belum > ada bantuan bahan makanan, mereka juga tidak mendapatkan pasokan air bersih. > Mereka buang hajat di mana saja karena fasilitasnya betul-betul tidak ada. > Listrik pun masih padam. > > > > Situasi seperti ini tidak hanya terjadi di Masjid > Baiturrahman. Di tempat-tempat penampungan, pengungsi juga bernasib sama. > Mereka betul-betul memerlukan bantuan pangan, obat-obatan, dan air bersih. > > > > Jehinda Ingan Muhuli Ketaren (41), warga Kampung Mulia Kota > Banda Aceh mengatakan belum menerima bantuan apa pun. Selama ini, Jehinda > dan ribuan pengungsi lain hanya makan mi instan bantuan warga sekitar Aceh. > Itu pun tanpa dimasak karena tidak ada posko-posko dan dapur umum. > > > > Dalam situasi kekurangan bahan makanan, para korban gempa > melakukan penjarahan di sejumlah kompleks pertokoan untuk mengambil bahan > makanan, obat-obatan, dan pakaian. > > > > Bendahara PMI Cabang Aceh Besar, Rahmawati menyebutkan, > sedikitnya 1.200 mayat korban dikuburkan secara massal oleh PMI, TNI, dan > Polri, di Desa Bada, Kecamatan Inginjaya, Kabupaten Aceh Besar. Mayat-mayat > itu dimasukkan ke dalam lubang besar. Sebagian mayat dibungkus kafan namun > sebagian lainnya dikuburkan dalam kondisi seadanya. Mayat-mayat itu tampak > sudah menggelembung dan mengeluarkan bau busuk. Di depan kantor PMI ratusan > mayat masih dikumpulkan untuk segera dimakamkan. Tiga buah tenda besar yang > disediakan tak mampu menampung ratusan mayat tersebut. PMI mengaku kesulitan > menangani mayat karena keterbatasan armada serta kurangnya relawan. > > > > ''Saat ini kami masih berkonsentrasi untuk mengevakuasi dan > menguburkan semua mayat agar tidak menebarkan penyakit. Namun peralatan > seperti sarung tangan, masker, dan alat berat masih sangat kurang,''kata > Rahmawati. > > > > Sementara itu, bantuan mulai berdatangan ke Bandara Iskandar > Muda. Bantuan dibawa dengan pesawat Hercules dari Jakarta dan Medan. Namun > bantuan ini juga belum banyak, masih sangat terbatas. Menurut rencana, > bantuan dalam jumlah besar tiba pada hari ini. > > > > Di Banda Aceh juga kekurangan pasokan BBM. Dari sekian SPBU > yang masih berdiri, hanya satu yang memiliki pasokan BBM. Itu pun sudah > diserbu masyarakat pada Senin (27/12) malam. Antrean sepanjang satu > kilometer sebelum premium habis. > > > > Akibat tidak ada pasokan BBM, kini di Banda Aceh minim > transportasi. Hanya sedikit mobil pribadi yang melewati jalan raya. Yang > sering terlihat hanya mobil ambulans dan mobil TNI dan SAR. > > > > Para wartawan yang meliput juga harus berjalan kaki. > > > > Hingga pukul 12.00, aparat TNI, tim SAR, tim relawan, dan > masyarakat masih terus mengevakuasi mayat-mayat yang berada di pinggir > jalan. Evakuasi berjalan lambat karena keminiman peralatan dan > transportasi.(H6,dtc-33j) > > > > (Sumber : Suara Merdeka Online) > > > > > > -- > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG Anti-Virus. > Version: 7.0.298 / Virus Database: 265.6.6 - Release Date: 12/28/2004 > -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Anti-Virus. Version: 7.0.298 / Virus Database: 265.6.6 - Release Date: 12/28/2004 --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Other Info : <http://www.mahawarman.net> |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: FW: [anggota] FW: SATGAS ACEH BATALYON I/ITB: 00118, Andoko |
|---|---|
| Next by Date: | Tanya Keberangkatan SATGAS YON I/ITB ke Meulaboh ?: 00118, Rio Andreas |
| Previous by Thread: | Fw: Tsunami (was:: Merry Christmas everyone!)i: 00118, Syafril Hermansyah |
| Next by Thread: | Re: Fw: Meulaboh Nyaris Terkubur, Puluhan Ribu warga belum diketahui hidup atau mati: 00118, Syafril Hermansyah |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |