logo       

Ucapan Selamat Hari Raya Keagamaan (II), FYI: msg#00089

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Ucapan Selamat Hari Raya Keagamaan (II), FYI

WCDS,
Berikut ini bagian ke 2.

Salam hangat,
HermanSyah XIV.


From: hermansyah-qiVc+BLglCs@xxxxxxxxxxxxxxxx
Date: Thu Dec 23, 2004 11:44 am
Subject: Re: Lagi2 ke agama Re: [CaniSosPol] sedikit komentar awal [Email
Checked - APAC]


Sodera Alex, TT, Jos, Sambas, Bisma, Pinudya, Nurmansjah, Johan, Ignace
dan rekan Kanisians,

Acungan jempol untuk sodera Johan. Tanggapan anda benar2 mencerminkan
seorang moderator yang baik. Dua pendapat utama dalam topik 'corrupted
mind' ini yang terkesan saling bertentangan anda lihat secara jernih. Ini
membuat diskusi dan perdebatan yang terjadi di milis kita ini menjadi
hidup. Sekali lagi Bravo buat sodera moderator Johan.

Pun tanggapan sodera Sambas menurut saya turut membangunkan kita bahwa di
abad kini tengah terjadi perkembangan dimana manusia sedang bergumul
dengan pikiran2 dan keterbatasan2 akibat keimananan mereka untuk membentuk
kehidupan yang rukun dan lebih baik. Seperti dikatakan oleh sodera Sambas
bahwa ini adalah tugas yang sangat besar dan baru, saya merasa amat
berbahagia karena di CaniSospol hal itu justru sudah menjadi bagian dari
visi kita bersama. Dengan demikian, tanpa kita sadari, kita secara
langsung telah turut serta membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan
Indonesia yang gemilang. Apalagi kalau segala kesimpulan2 diskusi kita
itu dapat sampai ke masyarakat luas, seperti yang kita inginkan bersama.

Tulisan sodera Aulia juga sangatlah berharga buat kita semua. Tulisan itu
sedikit banyak telah memberikan gambaran kepada kita bagaimana sebenarnya
saudara2 kita yang muslim bersikap terhadap keimanan Islami yang mereka
anut, yang mendapat contoh oleh tulisan saya yang -mudah2an dapat
dianggap- mewakili kaum muslim moderat.

Kalaupun tulisan saya terkesan 'mau ngajak debat', seperti kata sodera
Johan, barangkali itu akibat kekhawatiran saya yang agak berlebih terhadap
adanya sebagian masyarakat Indonesia yang memiliki keimanan yang 'sempit',
dan khawatir terhadap meningkatnya Islam fundamentalisme di Indonesia.
Sementara benak saya masih diisi oleh lagu 'Indonesia Tanah Air Beta' dan
'Rayuan Pulau Kelapa'. Oleh mimpi pada sebuah negeri yang aman, makmur,
adil dan sentosa. Yang penduduknya beragam namun bersatu.

Andaikata isi benak saya tak serumit itu, barangkali saya dapat bersikap
lebih santai seperti yang dilakukan oleh sodera Bisma, sodera Yoyo dan
sodera Ignace.

Memang, buat kita yang sudah mengerti HAM maka masalah timbulnya sikap2
individu maupun sosial yang diakibatkan oleh suatu keyakinan merupakan hal
yang biasa saja, tidak aneh. Oleh karena itu, tidak dapat diartikan
sebagai akibat dari 'corrupted mind', sekalipun kalau dilihat dari sudut
pandang yang universal, seperti telah saya tuliskan di email sebelumnya,
tercabutnya salah satu sifat baik yang inherent didalam diri manusia
akibat suatu didikan atau pikiran, dapat diartikan bahwa mind ybs. telah
corrupted. Corrupted berarti 'cacat'. Jadi, kalau biasanya utuh dan
indah, sekarang ada goresan atau retakan. Itulah corrupted. Biasanya
kita turut menyatakan rasa gembira atas apa saja peristiwa yang membuat
saudara kita gembira, misalnya ulang tahun, naik kelas, perkawinan, dan
hari raya keagamaan, sekarang dengan adanya didikan atau pikiran baru,
keturut gembiraan kita itu berkurang satu, yaitu dalam kegembiraan
keagamaan. Kekurangan yang kecill inilah goresan itu, cacat itu. Jadi,
'corrupted'.

Segalanya tergantung kepada kita, mau melihat dari sudut pandang yang
mana. Kalau dilihat dari sudut pandang HAM, maka it is not a problem at
all kalau tak mengucapkan selamat hari raya keagamaan. Itu hal yang biasa
saja. Take it easy. Everything will be allright. Tapi kalau kita melihat
dari sudut pandang universalisme yang dikaitkan dengan cita2 kemerdekaan
Indonesia, maka 'masalah sepele' itu menurut saya 'terlalu sembrono' kalau
kita lihat dengan sebelah mata, terlebih lagi ditengah kenyataan
meningkatnya Islam fundamentalisme di Indonesia.

Tapi, akhirnya ini terpulang kepada para rekans yang berada di tanah air,
karena walau bagaimanapun juga anda sendiri yang akan langsung merasakan
segala perkembangan dan perubahan sosial yang terjadi. Pengalaman pribadi
sodera Nurmansjah menurut saya amat perlu direnungkan oleh kita semua, dan
para pemeluk agama di negeri ini.

Cheers,
HermanSyah



--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
Other Info : <http://www.mahawarman.net>




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise