logo       

Re: [anggota] Re: Pengalaman Buruk dengan ADSL Speedy Telkom: msg#00069

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Re: [anggota] Re: Pengalaman Buruk dengan ADSL Speedy Telkom

On Mon, 20 Dec 2004 10:47:07 +0100
hermansyah-qiVc+BLglCs@xxxxxxxxxxxxxxxx wrote:

> Kenapa sih kok bayarnya tergantung dari besar kecilnya nya download? Sudah
> itu pake acara pembulatan lagi. Download cuman 34kB, ditagihnya 1 MB.
> Kalau itu bener, maka ini sih menurut saya namanya 'lintah darat'.

Saya baru dengar soal "issue" itu, dari dulu yg saya tahu hitungannya adalah
MB/download (itu saya lihat dari hasil print out monthly usage adsl
kantor saat masih pakai limited version) sementara mb/upload baru saya tahu stl
melihat billing onlinenya telkom.

> Di NL, saya cuma bayar 19.95 Euro (+/- 240 ribu rupiah) per bulan, dgn
> pemakaian yang bebas: 24 jam per hari, 7 hari perminggu, download
> unlimited, speed 850/260 kbit/s, plus anti virus dan spam-filter buat
> email. Ini adalah paket yang paling murah, tapi saya happy. Speed
> 850/260 ternyata O.K, dan tagihannya no surprises. Memang internet
> koneksi saya lewat cable, tapi kalau saya pilih ADSL juga aturan main dan
> bayarannya nggak jauh beda. Malah speednya, untuk paket yang sepadan,
> lebih lambat sedikit dari Cable.

Beda harganya ADSL dg Cable (teknologinya beda, looses dan time laggingnya juga
jauh berbeda), saya punya banyak teman di Benelux (Europe) dan UK, mrk bilang
rata-2x bilang bayar sekitar USD 30 -40 /month for unlimited 512/64 (uk paling
mahal, berikutnya de (Jerman) dan at (Austria)). Benelux (khususnya be, nl)
relatif murah, dan sdh lama pakai pppoe dibanding id yg masih pakai pppoa.

> Apakah karena konkurensi yang kurang maka harga di RI (dengan contoh paket
> yang paling murah) masih lebih tinggi dari di NL, yaitu: Rp.300.000,- vs
> 19.95 Euro (+/- Rp. 240.000,-)? Atau apakah ini juga ada urusannya dengan
> mental para pelaku bisnis di RI yang cenderung kepingin cepat untung tapi
> dengan cara merugikan konsumen?

Bukan, melainkan dampak dari monopoli (saat ini hanya Telkom yg punya layanan
adsl). Teman di my (Malaysia) cerita bhw dulupun disana layanan adsl sama
mahalnya dg id, tp stl pemerintah my membuka proteksi utk Telco dan ISP maka
dalam tempo 4 bulan segalanya berubah, layanan adsl menjadi murah (walaupun ada
sisi buruknya y.i. bbr ISP kukut).
Ini bandingkan dg harga layanan di my dan au dibandingkan dg disini :

<http://www.jaring.my/wireless/home_user.html?cont=user_package>
<http://www.tm.net.my/html/htm/product_streamyx/packages.htm>
<http://www.bigpond.com/internet-plans/broadband/adsl/>
<http://www.plasa.com/speedy/infoproduk.php>

di Jepang juga sangat murah (sayang saya lupa linknya shg tdk bisa disertakan),
juga di sg biaya ini tdk mahal-2x amat.

> Di negara kaya seperti NL, yang penduduknya mampu untuk membayar lebih
> mahal, malah bayar internet ternyata lebih murah dari Indonesia. Sementara
> di RI, yang standard hidupnya lebih sederhana eeee, bayar internet kok
> bisa lebih mahal dari negara kaya. Anomali apakah ini?

Bukan juga, disamping masalah monopoli juga masalah infrastruktur yg masih mahal
di Indonesia.
Teman saya yg tinggal di Jamaica dan Afrika Selatan cerita bhw biaya adsl disana
kira-2x juga setinggi di Indonesia, dan teknologinya juga masih pakai pppoa.

--
syafril
-------
Syafril Hermansyah




--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
Other Info : <http://www.mahawarman.net>




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise