|
Cr-406 Evakuasi-sambungan-: msg#00054org.region.indonesia.mahawarman
Wcds rekan-rekan, . Risih rasanya kalo ganti pakaian 'wet-suit' ditonton orang banyak, tidak ada tempat untuk sembunyi ditengah massa, itulah yang terjadi dimana seolah-olah harapan ditangan kita saja, kemana kita pergi anak-anak pada 'ngintil'. Faktanya bahwa korban belum ditemukan semalam membuat segala issue beredar. Yang menarik selalu mendengar 'orang-pinter' yang datang bergilir, dari Cibitung, Tangerang yang diselingi bau kemenyan dilokasi ditambah 'police-line', membuat suasana penuh misteri, tegang, 'what next?' Bukan uji-nyali, tapi uji-mental nih kataku, dan inilah yang sudah dijejalin selama kiprah awal di Yon-1. Ada yang bilang; 'masih dipegang dibawah', 'ditarik sama biawak putih .', dst dst, pokoknya saya manggut-manggut aja ngimbangi seriusnya mereka menjelaskan, meski dalam hati senyum simpul saja. Namun untuk kebaikan diri selalu ada gunanya mendengar apa kendala masuk didalam kali ini, daripada langsung nyemplung, eh bisa kesangkut akar dibawah! Bathin-pun harus selalu merenung agar langkah yang kita ambil didasarkan pada rasio, kesiapan fisik, keamanan dan timing yang tepat. Tidak ada tempat untuk kesalahan, keteledoran atau mengulangi suatu action! Do-it or not, get-it or cancel! Meskipun skala kejadian-nya kecil, tapi apa yang akan dilakukan harus satu kali. Nah setelah memastikan diri sendiri, baru kita gandeng orang dan info-kan langkah dan prosedur kita kepada koordinator team SAR. Makanya 'doa' dulu, 'pejamkan mata' untuk meresapkan dan minta diberi bimbingan agar langkah yang diambil bisa tepat. Dengan bekal itu, segera saya periksa rekan 'volunteer' dari penc.alam, kelihatannya ok dari cara memakai BCD dan Scuba set. Masalah bisa timbul karena kita berdua belum pernah nyelam bersama sebagai sesame 'buddy' atau berpasangan, apalagi dalam satu team SAR. Tapi ok-lah dengan kesepakatan bahwa saya selalu sebelah kanan dan 'kamu' di-kiri saya! Dari perahu karet kami berdua di-'drop' di-lokasi pertama; depan rimbunan pohon bamboo. Sebagai gambaran selintas, pepohonan bambu yang lebat ini tumbuh dipinggir sungai sepanjang 50 meteran dengan sebagian akar masuk sungai. Didalam air masih ada sisa-sisa potongan 'dapur' bamboo tanpa batang bekas tebangan yang tadinya dipinggir sungai namun kena erosi. Nah, 20 meter sebelumnya kami turun dengan pertimbangan akan terbawa arus sehingga memudahkan pemeriksaan. Air sungai keruh, kebawah lagi sangat keruh,coklat susu. Untuk adaptasi kami mulai dari pinggir bantaran kali, tapi buseet tidak ada tempat berpijak. Pinggiran sungai (bagian lengkung-dalam) ternyata curam alias etgak lurus bahkan ada yang 'kerowak' kedalam, tinggal runtuh atasnya! Ada 2,5 m baru terasa tanah, jadi saya berpijak diantara akar yang masih kokoh. Wah ini tempat ideal untuk sangkutan mayat dibawah pikirku. Setelah masing-masing memberi tanda jempol bundar, kami berdua turun dengan formasi punggung didarat, menghadap tengah dengan berpegangan tali 5 m, masuk di 1 m sudah 'bureng', 1,5 mulai gelap, 2 m gelap, 3 m total black. Dikedalaman ini senter and cahaya matahari sudah tidak bisa tembus, perasaan hanya dengan menjamah tangan. Namun mulai 4 meteran praktis arus berkurang, yang terasa hanyalah permukaan tanah yang tadinya lunak, menjadi gempal, menjadi keras dan disekitar dasar menjadi berlubang-lubang sebesar 30-50 cm, mungkin bekas hantaman arus putar pada saat air deras. Sambil membiasakan diri dengan suasana yang gelap-'peteng', sekali-sekali masih terasa tarikan dari buddy sebelah kiri. Saya tidak mengharap nemuin apa-apa disini karena medan praktis rata meskipun curam, tidak ada elemen yang bisa menyangkut di medan seperti ini. Jadi kuputuskan untuk nyelam santai ketengah sekalian saja, agar perasaan 'keder' bisa berkurang dulu. Karena sudah menjadi 'rule' untuk cari yang susah dulu baru yang enteng, artinya yang paling dalam ditengah, baru di-'lereng' bantaran. Dalam posisi merayap ini (bukan melayang lho!) tiba-tiba tali kiri ditarik, saya beri sinyal akan turun lebih dalam, rupanya dia berpikir beda, mau naik! Jadi setelah kuberi sinyal 2, dia balas 3 tarikan kejut, maka dia melepas pegangan talinya. Sekitar 5 menit-an membiasakan diri sendiri didasar, arus hampir tidak ada, sampai terasa 'comfortable' dengan kegelapan dan sentuhan tanahnya, mulailah saya naik. Agak jauh dari perahu, arus tengah dipermukaan terasa sekali, maka buru-buru kami kumpul dan membicarakan langkah selanjutnya; mencari 'the real-thing' disekitar pohon bambu. - disambung - jowardi. --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Other Info : <http://www.mahawarman.net> |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Cr-405 Evakuasi: 00054, Priyo Pribadi Soemarno |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Cr-406 Evakuasi-sambungan-: 00054, harry . kusna-1yanIRX81Q0N+BqQ9rBEUg |
| Previous by Thread: | Cr-405 Evakuasii: 00054, josef wardi |
| Next by Thread: | Re: Cr-406 Evakuasi-sambungan-: 00054, harry . kusna-1yanIRX81Q0N+BqQ9rBEUg |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |