logo       

Cr-405 Evakuasi: msg#00047

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Cr-405 Evakuasi

Wcds rekan sekalian,
Ada cerita dikit yang dibuang sayang, so let's share with our mates,
maybe we can get something out of it.
Ini adalah suatu sequence / urutan kejadian yang 'pas' dilakoni belum
lama ini, begini;
Senin malam 14 Juni'04 abis pulang dari jogging ditengah hujan lebat di
Sentul Selatan, kami kedatangan tamu 2 orang yang mengaku sebagai
ponakan / paman salah satu tetangga. Singkat cerita saudara lakinya
belum muncul abis mandi di kali Bekasi sore tadi, dekat jembatan Kemang
Pratama. Polisi sudah dilaporin termasuk team SAR. Ya sudah pikirku,
namun ybs melas tetap minta saya untuk nengok.
Langsung saya katakan bahwa kemungkinan kecil masih ditempat. Alasanku;
kali yang di Sentul adalah pangkal/hulu dari kali Bekasi, di selatan
airnya sudah besar karena baru saya dari 'atas', sedang di Bekasi yang
masih kering/tidak hujan akan turun luapan airnya sebentar lagi, belum
lagi kalau pintu air jalan A.Yani dibuka. Jadi pasti akan terbawa dan
untuk yang mencaripun akan kesulitan.
Lepas dari logika itu, saya tetap siapkan peralatan yang diperlukan; 2
set Scuba, tali temali, Echosounder dll. Yang terakhir ini sudah
beberapa tahun tidak dipakai. Setelah dites, 60% fungsinya masih jalan,
cukup untuk dapat 'melihat' dasar sungai.
Jam 22 ke lokasi, yang ngumpul sudah berjubel, termasuk 'Orang-pinter',
Kapolsek, Sar, Pencinta alam dari Cikarang, pemuda Warga perumahan Delta
Pekayon dst. Selama mengumpulkan lebih banyak info itu, betul juga air
yang sebelumnya tenang mulai beriak dan naik permukaannya. Saya katakan
tidak tepat untuk turun malam itu juga, namun semua peralatan saya
tinggal untuk besok pagi.
Setelah sepakat dan diskusi pulanglah aku untuk istirahat dan kumpulin
tenaga.
Sudah terbayang apa yang harus dilakukan esok subuh; yang paling penting
menyadari apakah secara mental dan fisik diri sendiri sudah siap atau
tidak!
Selasa pagi, dengan 3 perahu karet menyusuri lokasi sungai sampai dekat
pintu air. Saya ikut dengan yang agak besar karena bawa peralatan,
menghabiskan waktu cukup lama. Sambil membawa catatan bentuk aliran
sungai, vegetasi, rintangan dan mencatat bentuk-bentuk 'mencurigakan'
berwarna merah di dasar, kami menemukan 4 spot yang perlu diperiksa
kebawah langsung. Sekembali dari survey permukaan ini, waduh yang nonton
sepanjang sepanjang sungai menjadi begitu banyak, belum lagi anak-anak
yang baru pulang sekolah.
Kami dapat info bahwa jam 24 malam sebelumnya pintu air sempat dibuka 1
jam untuk mengurangi peningkatan permukaan. Waduh pikirku, saya
sampaikan pada team pencari agar 1 perahu dipindah ke hilir untuk survey
dan stand-bye sampai muara sungai. Dalam hati kecil kemungkinan kecil
masih dilokasi dengan melihat gerakan air yang cukup besar ini.
Keluarga korban semua lengkap ada ditempat. Sekali lagi mereka minta
untuk Bantu dicarikan. Karena saya yang kebetulan ada peralatan siap
pakai, ya sudahlah pikirku. Dengan mengajak salah satu anggauta pencinta
alam yang katanya pernah belajar scuba, saya bersiap untuk turun di air
yang coklat tua ini.
Jam 13, setelah menunggu matahari tinggi kami berdua bersiap dengan
perahu, rencananya untuk turun/menyelam di 4 spot yang sebelumnya kami
survey dan tandai.
Pertama depan rimbunan pohon bambu, kedua depan pohon jamblang, ketiga
depan perlintasan/ penyeberangan perahu dan keempat dekat pintu air.
Kedalaman rata-rata 6-9 meter.
. disambung .
wass, jowardi

--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
Other Info : <http://www.mahawarman.net>




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise