logo       

Fw: SBY, Berkah atau Bencana?: msg#00179

org.region.indonesia.mahawarman

Subject: Fw: SBY, Berkah atau Bencana?


Begin forwarded message:

Date: Wed, 28 Apr 2004 18:01:00 +0700
From: Abdullah Sodik <asodik-XNbuPGYthTOB+jHODAdFcQ@xxxxxxxxxxxxxxxx>
To: 'Syafril Hermansyah' <syafril-OWdeXufdmv3Nl5DuOh8T8A@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Subject: FW: SBY, Berkah atau Bencana?


Email yang tidak tayang, mungkin server lagi ngadat kali

-----Original Message-----
From: Abdullah Sodik
Sent: Wednesday, April 28, 2004 10:12 AM
To: yonsatu-PA9+dxvo8yQi5wvc6DhUiQ@xxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: SBY, Berkah atau Bencana?

Mumpung menjelang Pemilu Presiden 5 Juli 2004, berikut ini dari milis
tetangga "SBY, Berkah atau Bencana?" , mungkin ada yang memerlukan. Jika
"bocoran" ini betul, tentu akan timbul pertanyaan: Mau dibawa kemana
Indonesia ini oleh SBY yang sudah menerbitkan buku "Sang Demokrat"?. Tetapi
jika "bocoran" ini tidak betul, pertanyaan yang sama: Mau dibawa kemana
Indonesia ini oleh lawan-lawan politik SBY?

Nah kita yang konon sebagai milis yang kritis dan berpandangan luas dan nota
bene rakyat Indonesia, mungkin punya pendapat lain.

Salam
Asodik

-----Original Message-----
From: Jay Laduma [mailto:jayladuma-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx]
Sent: Monday, April 26, 2004 11:04 AM
Subject: Fw: SBY, Berkah atau Bencana?

FYI

-----Original Message-----
From: Susanto Aji [mailto:susantoaji-CQ1bKfPHQFDpnLaOS36uoQ@xxxxxxxxxxxxxxxx]
Sent: Saturday, April 24, 2004 2:39 AM
To: <mailto:Kebangkitan_Bangsa-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx>
Kebangkitan_Bangsa-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx;
<mailto:partai-keadilan-sejahtera-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx>
partai-keadilan-sejahtera-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx;
<mailto:pan-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx>
pan-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [PAN] FW : Hacker ikut bermain dalam Pemilu Presiden 5 Juli
2004

--- In <mailto:padhang-mbulan-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx>
padhang-mbulan-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "nyekakak" <
<mailto:nyekakak-xwqmd6nRcvY@xxxxxxxxxxxxxxxx>
nyekakak-F5Bj5G+ccuY@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:

Assalamu'alaikum Wr. Wr.
Di bawah ini bocoran dari diskusi Team Sukses Salah Satu Capres 2004 di
websitenya yang penuh password yang berhasil dijebol oleh hackers
nasionalis.
Waspadalah...!, Waspadalah.... !

*********************************************************************

SBY, Berkah atau Bencana?

Menengok ke Belakang

Sebetulnya sebuah majalah berita mingguan ternama sudah mengendus geliat
mengusung SBY ke RI 1 sejak Juli 2001, tepatnya sejak SBY gagal menjadi
wapres menggantikan MSP yang naik ke RI 1. Kegagalan yang kemudian disikapi
dengan rapat-rapat intensif di berbagai tempat untuk sebuah tujuan besar,
RI-1.

Lewat Subur Budhisantoso (Kepala Pusat Penelitian Pranata Pembangunan UI)
dan pentolan-pentolan GMKR (Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat) seperti
Irsan Tanjung dan Sri Soemantri (keduanya Guru Besar UI), serta di back up
oleh jenderal-jenderal loyalis SBY, diantaranya Sudi Silalahi dan Ma'ruf,
serta jaringan pengusaha "hitam' (contoh kecil, S.P.M Yong, Adik Aseng,
seseorang yang disebut-sebut pengelola togel KUDA LARI yang beredar luas di
Jawa tengah setiap hari), dan juga memperoleh aliran dana dari luar
negeri yang disebut-sebut berasal dari dua organisasi yang sangat
berpengaruh di AS yaitu AIPAC (American-Israeli Public affairs Comittee)
dan ADL (Anti-Defamation League)., sejak pertengahan 2002.
Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di AS sudah mencium aliran dana seperti ini,
karena memang di AS diumumkan, hanya saja mereka tidak peduli karena yakin
Demokrat tidak memiliki basis massa jelas.

Tersebutlah James Riyadi menjadi penyumbang cukup besar buat Demokrat,
disamping itu JR berhasil mengumpulkan ratusan pengusaha di LN untuk
berpartisipasi membesarkan Demokrat, yang tentu saja mereka
pengusaha-pengusaha yang "sealiran" dengan sepak terjang JR.

Siasat Kuda Troya

Dibesarkan di lingkungan militer, beristrikan putri Sarwo Edi Wibowo,
menjadi SBY sangat lihai bermain di dunia inteljen. Didukung oleh tim sukses
bayangan yang memback up lewat corong media massa, SBY mulai
bermain secara hati-hati untuk posisi RI 1 dengan menjadi anak manis
dihadapan MSP, yang karena keterbatasan intelektual banyak menggantungkan
urusan negara ke pundak SBY. Tak aneh di lingkungan istana, SBY merupakan
'godfather' untuk semua urusan. Sehingga untuk urusan internal PDIP pun MSP
tidak
segan-segan meminta pertimbangan SBY.

Lingkungan ring 1 MSP yakin bahwa ontran-ontran disekitar pemilihan gubenur
di berbagai darah, yang berakibat friksi internal dan pemecatan kader
sedikit banyak merupakan buah kerja SBY. Sumber di istana mencontohkan kasus
pemilihan gubenur DKI Sutiyoso. Meskipun hasil rapat DPD PDIP 100 %
menginginkan kader PDIP yang maju, namun karena bisikan SBY, MSP tega
mengorbankan pendukungnya. SBY bisa mempengaruhi MSP karena sebagai Menko
Polkam dia memiliki setumpuk dokumen perihal "ancaman" yang potensial
terjadi di sekitar pemilu.

Dengan lihai SBY menyakinkan MSP bahwa sosok militer-lah yang pas menjadi
gubenur untuk menghadapi pemilu, padahal ditentang habis-habisan oleh
kelompok Roy B Janis maupun geng Arifin panigoro. Tujuan SBY jelas,
menggerogoti massa PDIP dengan membuat kekecewaan di akar rumput.
Keberhasilan scenario SBY di DKI, membuat SBY kembali bermain di pemilihan
gubenur Sumatera Selatan, Jawa tengah, dan Bali. Rekomendasi MSPuntuk pilgub
berlawanan dengan kehendak arus bawah PDIP. Di Jawa tengah, bahkan sampai
berlarut-larut, DI Sumatera Selatan sampai pada pemecatan kader. Kerja keras
SBY ternyata berbuah manis, hasil pemilu legislative 2004 membuktikan di 4
propinsi tadi, yang sebelumnya basis terkuat PDIP,
partai Demokrat cukup banyak mendulang suara.

Sementara MSP sama sekali tidak tahu, padahal sebetulnya MSP bisa belajar
dari Gus Dur betapa pada masa GD pun SBY telah "menikam" GD dengan mundur
sebagai menko Polkam ketika situasi negara makin memanas, kesadaran baru
ada ketika Cornelis Lay (seseorang yang disebut-sebut "king maker" di
lingkungan Taufik Kiemas) mengungkapkannya. Sayangnya, TK merespon dengan
membabi buta di media massa dengan tidak berani mengungkapkan keadaan
sebenarnya soal SBY, TK malah membuat blunder dengan mencari 'alasan' lain
untuk melampiaskan kemarahannya dengan menyebut SBY seperti anak TK.

Mendekap sekaligus memenjarakan SBY juga terlihat bersih di mata sebagian
besar umat Islam. Sebab, SBY
memang mencitrakan dirinya tidak pernah "menyakiti" umat Islam. SBY bisa
bermain cantik karena memiliki tim untuk itu. Disamping BIN lewat
Hendropriyono, SBY juga mempunyai sumber di lingkungan BIA yang rajin
menyuplai informasi-informasi A1. Padahal, disebut-sebut oleh lingkungan
dalam kapolri betapa selama ini
Dai Bachtiar Cuma menjalankan tugas atas desakan menko Polkam untuk
menangkapi aktivis-aktivis muslim yang di duga garis keras. Penangkapan
Baasyir pun atas permintaan Menko Polkam. Isunya, Kapolri sendiri segan
menangkap Baasyir karena memang keterlibatannya masih teramat sumir. Namun
SBY ngotot, apalagi Indonesia (SBY?) juga mendapat tekanan dari luar negeri
untuk menangkap Baasyir. Semua "penculikan" aktivis muslim dan pengungkapan
jaringan teroris bisa berjalan "lancar" karena Dai Bachtiar mendapat suplay
informasi A1 dari SBY.

Kini setelah SBY makin diatas angin, pihak-pihak asing makin berani menekan
SBY untuk menjalankan agendanya. Dua hari setelah pemilu 5 April, SBY pergi
ke AS untuk menemui Ricahrd Perle, Paul Wolfowitz(SBY berhubungan "baik'
sejak PW menjadi Dubes di Indonesia) dan Dauglas Feith, yang konon ke-3nya
merupakan pejabat yang sangat berpengaruh di Pentagon. Hebatnya, SBY tidak
pernah tersentuh sementara Dai bachtiar harus rela menerima caci maki dari
pendukung Baasyir. Bahkan di sebagian umat Islam "garis keras", Dai
dicitrakan sebagai kapolri yang Cuma menurut pada pesanan 'sponsor" LN. SBY
bisa nampak begitu 'baik' dimata umat Islam karena SBY memang pernah di
Gontor dan yang paling mendukung karena hubungan dekatnya dengan AA Gym.

Lewat AA gym pula SBY bisa merangkul petinggi-petinggi PKS, termasuk HNW.
Sebab bagi sebagian kader PKS, AA Gym telah memiliki tempat tersendiri di
hati mereka. Saking dekatnya, lagu kampanye PKS pun mengambil dari AA Gym,
jagalah hati.

Kedekatan AA Gym dan SBY terjalin sejak lama. Makanya tidaklah heran,
SBY-lah yang mengajak AA Gym berceramah di daerah konflik misalnya Apakah AA
Gym tahu kalau namanya dimanfaatkan, entahlah. Hanya Tuhan dan AA Gym yang
tahu.

Menebar Harapan

SBY juga dikenal senang menebar harapan kepada semua pihak. Untuk memuluskan
siasatnya ke RI 1, tidak segan-segan SBY mengumbar harapan. Jauh sebelum
masa kampanye, dihadapan tim sukses AR, SBY bersedia menjadi cawapres.
Kemudian di hadapan Gus Dur, SBY mau tampil menjadi jurkam tamu di
kampanye PKB. Di hadapan petinggi Golkar, SBY mengaku mau dijadikan
cawapres. Bahkan ketika ditanya MSP pun, SBY mengaku mau dicawapreskan.
Ternyata semua itu tidak lebih dari siasat belaka. Siasat untuk
menyiapkan payung seandainya partai Demokrat gagal mendulang suara,
disamping itu juga sebagai magnet untuk menegaskan bahwa SBY diterima
dimana-mana dan diminati

Tentu saja SBY tidak bisa begitu kalau tidak didukung oleh tim media yang
hebat. LSI disebut-sebut sebagai lembaga survei yang secara kontinyu
'mendongkrak' populritas SBY dengan rangkaian pengumuman hasil
poolingnya. Sesuatu yang sebetulnya biasa-biasa menjadi 'luar biasa" karena
dikemas dalam bentuk pencitraan lewat media massa.

Menggoyang Pesaing
Kelihaian SBY dan tim sukses-nya kembali terbukti ketika SBY berhasil merayu
HNW untuk mengajak AR membentuk PPB. Ketika poros diumumkan, sontak saat itu
juga tim media SBY menyebar berita bahwa AR tidak berubah, masih terus
senang bikin poros-porosan. Di media massa, ditulislah kembali kenangan soal
Poros-porosan dengan harapan agar masyarakat makin anti pati terhadap AR.
Mestinya cukup aneh manuver HNW ini. Setelah runtang runtung dengan SBY,
tanpa isyarat tertentu kok mendadak mengajak AR membentuk PPB.
Untunglah, AR menyadari goyangan SBY. Konon karena di beritahu tim Gus Dur.
Makanya, meski GD pernah "sakit hati" ke AR, GD tetap tampil menggandeng AR
di media massa untuk mengkonter bahwa AR tidak sendirian. Saat itu juga
diumukan bahwa PPB dibubarkan. Dan AR kemudian bertemu dengan sejumlah
tokoh seperti Alwi Shihab, Eros J, Rahmawati dan lain-lain. Pesannya jelas
ditujukan ke SBY. HNW pun "berakting" lagi dengan buru-buru menjenguk
Baasyir di tahanan untuk meredam kegelisahan pada sebagain kader PKS bahwa
HNW dibawah kendali SBY.

SBY juga menggoyang Golkar dengan merayu Kalla. Walaupun sebenarnya,
goyangan ke Golkar ini sudah diantisipasi oleh AT. Sebab Golkar dengan
partai Demokrat sebetulnya sama, identik dan seide. Lewat Rizal Malarangeng
(yang berhasil menelorkan hysteria konvensi partai Golkar di masyarakat),
Tanjung dibisiki untuk melepaskan Kalla. Karena Golkar sedang melakukan
diaspora kemana-mana. Sangatlah bodoh kalau tim sukses SBY tidak tahu akan
hal ini. Namun banyak kalangan yakin, SBY memiliki plan B. Setelah gagal
merayu Sultan HB sebagai wapres, pilihan ke Kalla jelas paling realistis.
Apalagi SBY berhasil memasukan orangnya ke tim Kalla yaitu Aswar Anaz.

Ada yang menarik soal goyangan SBY ini. Untuk meredam goyangan ke PKB, Gus
Dur buru-buru menempel ketat Wiranto. Sebab data inteljen menyebutkan, kalau
konvensi Golkar berlangsung bersih, Wiranto sangat berpeluang menang. Dan
pihak BIA sudah membuat laporan lengkap bahwa untuk pilihan Presiden
Wiranto disebut-sebut berpeluang menang. Kalau SBY dan Wiranto maju, militer
akan terpecah dua suaranya. Dan garis komando jadi susah dijalankan. Meski
tentara tidak memilih, garis komando terbukti efektif mendongkrak suara.

Pemilu legislative 5 April membuktikan, di lingkungan militer dan under
bow-nya, partai Demokrat selalu juara.

Penutup
Hadirnya SBY di pemilu presiden bukan kerja sehari dua hari. Juga sangat
bertentangan dengan akal sehat kalau SBY bisa berkibar hanya karena
didholimi TK dengan sebutan anak TK. Sebetulnya, ini adalah buah kerja lama
yang terencanakan dengan rapi, sistematis dan terskenario.
Akhirnya, mari disikapi dengan kritis. Percaya begitu saja atau serta merta
menolak ini akibatnya sama, sama-sama CELAKA! (Js)

--- End forwarded message ---




--
syafril
-------
Syafril Hermansyah



-- Binary/unsupported file stripped by Listar --
-- Type: text/html
-- File:


--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------
Arsip : <http://news.mahawarman.net>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
Other Info : <http://www.mahawarman.net>




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise