|
Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh P: msg#00159org.region.indonesia.mahawarman
On Wed, 28 Apr 2004 08:10:57 +0700 ANDI EKA SAKYA <sakya-CHtJu7EPyiNdtzx+TpIdMQ@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > >Masak sih setiap fungsi dibagi sama rata besarnya anggaran ? > > > Ndak juga, tetapi secara konservatif anggaran toh tidak akan naik secara > drastis di setiap departemen. Tetapi itu pun mestinya dilengkapi dengan > kebijakan pemerintah. Namun, kawan-kawan di Bappenas sering pukul rata aja. > Kalau sektor (=fungsi) ya lebih besar dari sub-sektornya (=sub-fungsi), kan > ?!! Di approach dan diberi "pencerahan" donk itu kawan di Bappenas :-) Soal anggaran ini memang rumit, bukan hanya di pemerintah di swastapun umum terjadi, hampir merata di semua perusahaan dagang yg namanya bagian sales/marketing dg accounting/finance selalu berbeda pendapat yg umumnya perlu ditengahi oleh Direktur/CEO (sebelnya selalu bagian accouting yg dibenarkan, abis dia punya data sih). Penyebab utamanya adalah terminologinya yg berbeda. Departemen/BUMN perlu belajar bagaimana cara berpikir orang Bappenas, cara berpikir orang DepKeu baru proses anggaran bisa mulus jalannya. Dulu ditempat saya kerja (astra) juga begitu, yg namanya sales/revenue report punya 3 versi : versi marketing, versi accounting dan versi finance. Posisi stock juga punya versi berbeda ... singkat katanya pihak sales dan accounting musuhan terus (saling mengatakan pihak lain menghambat). Untuk menyamakan terminologi pernah orang teknis ditempatkan dibagian accouting/finance, maksudnya agar bisa menjembatani antar keduanya, nggak jalan juga. Setelah saya pindah dari bagian sales ke bagian marketing sekitar 1 tahunan, saya akhirnya berpikir bhw mestinya salah satu harus ngalah dan mencoba mencari tahu cara berpikir pihak lain. Sejak itu saya sering "main" ke bagian accounting, finance dan internal audit tanya ini itu, bahkan saya pinjam buku-2x acuan mereka dan belajar secara otodidak mengenai accounting khususnya cost accounting dan finance. Saya diskusikan hasil baca buku dg teman-2x dari accounting, internal audit dan finance. Dari situlah saya mulai mengerti kenapa terjadi perbedaan amount antara laporan Marketing, Accounting dan Finance, ternyata semua itu akibat perbedaan interpretasi saja. Sebagai contoh, orang accounting membukukan down payment sebagai account payable, orang finance membukukan sbg incoming cash, keduanya membukukan senilai downpayment, sementara orang marketing membukukan sbg revenue dan full amount.... wah lha mesti beda hasilnya :-) Setelah melakukan perbaikan sana-sini, sejak saat itu laporan dari marketing selalu jadi pegangan Dirut, jika laporan lainnya berbeda maka pihak lain itulah yg diminta Dirut utk mencari dimana salahnya dan akhirnya selalu data dari marketing yg paling benar he..he..he... > >Kalau baca sejarah, tidak cukup dg pemimpun yg visioner perlu dibantu oleh > >pimpinan lain yg ahli management, y.i. yg mampu menangkap visi sang > pemimpin dan > >mengimplementasikannya, spt Hayam Wuruk dg Gajah Mada; Ratu Elizabeth I dg > >Perdana Menterinya. > > > > > Lha kalo semua menganggap dirinya mampu menjadi presiden ??? Dalam kupas > tuntas rasanya yang menonjol statemanshipnya (kenegarawanannya), njawabnya > teges dan menjaga etika ndak banyak. Setidaknya pilih yg terbaik dari pilihan buruk yg ada dan berharap dia tdk terlalu banyak merusak tatanan selama menjabat :-) > >Apa ukurannya kalau kerjaannya administratif atau jadi office boy (misalkan) > >? > > > Di dalam sdm dan kepegawaian, setiap kali kita disodori job analysis dan > deskripsi yang jelas keterukurannya. Ada kerja rutin, ada yang project base. > Cuman ketika praktek ??? Ada proyek yang hampir 25 tahun ini masih aja > proyek yang rutin dikerja (in!). Abis susah sih menterjemahkan "job analisis dan ukuran" yg ditetapkan, coba tulisannya pakai bahasa "gaul" tentu lbh gampang dimengerti :-))) Nulis atau ngomongitu memang gampang-2x susah, apalagi kalau mendeskripsikan/menjelaskan sesuatu aturan, tidak banyak orang yg bisa menjelaskan sesuatu yg rumit jadi mudah dicerna oleh khalayak kebanyakan. Kwik Kian Gie, Drajat Wibowo termasuk orang yg dikaruniai bakat ini, kalau menjelaskan sesuatu gampang dimengerti, nggak rumit. -- syafril ------- Syafril Hermansyah --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Other Info : <http://www.mahawarman.net> |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Kayaknya musti baca humor dulu deh: 00159, Syafril Hermansyah |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Gaji PNS Naik? Re: Re: Ini masuk kategori mengeluh juga!: 00159, Syafril Hermansyah |
| Previous by Thread: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!i: 00159, ANDI EKA SAKYA |
| Next by Thread: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: 00159, Abas F Soeriawidjaja |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |