|
Re: Lantas, apa yang anda lakukan?Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerint: msg#00152org.region.indonesia.mahawarman
At 18:51 27/04/2004 +0700, you wrote: >AWW. > >Mulanya saya kaget, karena ternyata apa yang terjadi "lebih >dahsyat" dari yang saya baca atau saya dengar dalam diskusi. >Dalam kasus ini saya mengambil hikmah menurut apa yang >Rasulullah katakan: "barangsiapa melihat kemungkaran, maka >ubahlah dengan tangan (power), kalau tidak mampu ubahlah dengan >lisan (kritik membangun), kalau tidak mampu juga dengan hati, >dan itulah selemah-lemahnya iman". Mengingat saya baru staf >biasa, tentu belum memiliki power yang memadai sehingga saya >melakukannya dengan cara lisan dalam rapat resmi maupun dalam >obrolan santai. Saya coba mempengaruhi rekan staf yang memiliki >visi yang sama dalam pemberantasan KKN, bahkan pinpro saya >sangat senang kalau berdiskusi mengenai hal tsb dan >mengengcourage saya untuk konsisten. Kami sempat bertukar >fikiran mengenai upaya-upaya lain yang bisa dilakukan, paling >tidak dalam lingkup proyek dan tanggung jawab kami. >Namun pekerjaan ini harus menjadi komitmen kita semua, karena >kalau berjuang sendirian kita akan "kurang tenaga", misalnya >ketika berhubungan dengan atasan yang meminta "dana perjuangan" >dalam pemilu kemarin atau, ketika DIP tidak kunjung keluar, >maka mau tidak mau pinpro saya tetap "menyetor" kepada atlas >dan Direktorat jenderal Anggaran (DJA). >Wal hasil upaya yang bisa saya lakukan baru sebatas lisan dan >wacana. Namun ada yang menarik ketika saya mengurus Revisi DIP >TA 2003. Saya ditanya oleh Biro Perencanaan, "Kalau revisi ini >tidak saya setujui bagaimana?", Saya jawab tidak apa-apa, >paling saya ditegur oleh atasan saya, dan saya akan bilang >bahwa semua prosedur sudah saya tempuh dengan benar namun bapak >tidak menyetujui, paling jelek saya "dipecat" (non job), tapi >bahwa harus tahu saya adalah alumni ITB saya bisa bekerja di >mana saja kalau saya dinonjobkan. Akhirnya Revisi DIP itu >disetujui juga tanpa saya memberi "pelicin". >Wassalam. DZArifin. > >> <waycibi-AognTR6Re/Oez0ei9/+7zw@xxxxxxxxxxxxxxxx> 04/26/2004 07:52 wrote: >> >>> Saya yang baru 3 >>>tahun terlibat dalam birokrasi bisa melihat secara langsung >>>bagaimana "perampokan uang rakyat" yang berasal dari APBN >>>maupun pinjaman itu digerogoti mulai dari usulan DIP, >>>pembahasan di DJA sampai pemeriksaan oleh Inspektorat dan >>>BPKP. > > Ada anekdot bahwa setoran yang diberikan kepada orang-orang itu adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan tugas negara. Kalau tidak nyetor, tugas itu tidak bisa dijalankan ! Wah ...wis kewalik-walik tenan ! Setuju kalau casis juga dibawa ke Lemhanas untuk melihat calon pimpinan tertinggi negara ini dididik, seperti apa. Atau diajak ngelihat bagaimana kiprah para alumnusnya. Mantan salah satu rektor kita juga lemhanas terbaik entah tahun berapa. Coba lihat kinerjanya, apakah dia terkontaminasi dengan lingkungan ? Atau juga dibawa ke DPR, ditemukan dengan kawan-kawan yang dulu berpidato di lapangan basket, apakah dia juga tetap lurus atau juga "tidur", "absen" kalau hearing, bagaimana tanggung jawab mereka kepada rakyat ???? AES --[YONSATU - ITB]--------------------------------------------- Arsip : <http://news.mahawarman.net> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman Other Info : <http://www.mahawarman.net> |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!: 00152, ANDI EKA SAKYA |
|---|---|
| Next by Date: | Data Urbanisasi: 00152, waycibi-AognTR6Re/Oez0ei9/+7zw |
| Previous by Thread: | Re: Ini masuk kategori mengeluh juga! Re: Re: Apakah Kita Masih Butuh Pemerintah?!i: 00152, ANDI EKA SAKYA |
| Next by Thread: | Data Urbanisasi: 00152, waycibi-AognTR6Re/Oez0ei9/+7zw |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |